Saturday, September 24, 2005

My Life Nowadays...


Hmm, apa kabar blog-ku sayaang? Hehe, sori yaa, don't have much time buat sering2 online, apalagi isi2 blog. Pdhl sbnrnya pengen banget.


Kerjaan di Bellarminus lumayan deh. Lumayan menyenangkan, lumayan memusingkan, dan (paling penting) lumayan menyita waktu! :(

Ternyata hampir setiap Senin-Kamis gue pulang sore. Apalagi waktu Rabu-Kamis malem selalu langsung latihan ke gereja. Selasa langsung ke Hati Suci. Berarti sepanjang hari gue di luar rumah.

Higz, pengorbanannya nggak sebanding sm reward-nya nih. :(

Tapi ada sisi bagusnya sih. Kalo nggak krn mikirin banyaknya waktu yg gue lewatkan dengan tidak menyentuh Skripsi gue, gue akan sangat menikmati pekerjaan ini. Sebenernya menyenangkan bgt ketemu para remaja yang bermacem2 ini. Menyenangkan bertemu berbagai macam karakter manusia.


Kalo Skripsi nggak usah dibahas lah yaa. Td jg gue udah bilang, belon gue sentuuuhh! Bbrp minggu yl sempet ketemu Mas Danny, terus itung2an waktu. Kmrn sih targetin utk Sidang bulang Maret. So, kejar target dong, Bii! Come onnn!


Hmm, yg menyenangkan dlm bbrp bulang ini adalah kegiatan bernyanyi gue. Semakin lama kesempatan utk beraktualisasi semakin banyak. Stlh tampil Solo di Konser "Young Artist Series"-nya YPM, terus nama gue masuk di "Honk!"-nya Gita Svara di GKJ kmrn, kmrn gue dpt kesempatan Konser lagi. Kali ini diadain sm Musik Remaja Indonesia (MRI). Judul Konsernya "A Journey to Asian Heritage", yg pimpin Ivan Yohan. Sbnrnya yg menyenangkan adalah Music Camp-nya selama seminggu di Bandung.

Di sana gue ketemu banyak temen2 seumur dr berbagai kota (Jakarta, Bogor, Bandung, Malang) yg jd pada jago2 nyanyi. Dan ternyata gue baru tahu I'm not bad juga. Coz dr hampir sekian banyak Sopranos (hampir 20), ada bbrp lagu pake Solist Sopran, dan gue dapet jatah 3 lagu! Hmm, thanks God.

Bukan pengen sombong, tp gue butuh pengakuan orang lain atas kemampuan gue. Sungguh deh! Dan bersama National Youth Choir Indonesia (NYCI) kmrn akhirnya suara gue diakui kualitasnya oleh banyak orang. Terbukti dr nada2 Testimonial gue belakangan ini. Bersyukur bgt kesempatan itu datang ke gue...



Setelah itu, channel gue ke org2 lebih luas. Akhirnya gue join 2 Choir baru. Minggu lalu gue latihan perdana The Voices (setelah dilamar resmi minggu sebelumnya oleh anak2), dan Jumat kmrn gue latihan perdana Batavia Madrigal Singers (BMS) setelah diaudisi sebelumnya oleh Avip Priatna. Dua minggu lagi udah akan Konser. Tp buat BMS ini, gue sama sekali nggak berharap banyak akan diakui oleh banyak orang. Gileee, orang2nya bener2 dahsyaattt semuanyaaa! Apalah artinya gue. Ini beneran, bukan sekedar basa/i sok merendah! Hehe...


Hmm, pengen banget lebih ngembangin lagi. Tapi what should I do yaa?

Apapun yg akan gue lakukan, akan sangat baik kalo SKRIPSI gue beresin dulu. Bukankah benar demikian, saudara2?!?!


Tuesday, July 26, 2005

Pasangan dari Tuhan...



Bertahun-tahun yang lalu aku berdoa kepada Tuhan untuk memberikan pasangan hidup. “Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya," Tuhan menjawab.

Tidak hanya aku meminta kepada Tuhan, aku juga menjelaskan kriteria pasangan yang kuinginkan. Aku menginginkan pasangan yang baik hati, lembut, mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah hati, penuh pengertian, pintar, humoris, penuh perhatian. Aku bahkan memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yang selama ini kuimpikan.

Sejalan dengan berlalunya waktu, aku menambahkan daftar kriteria yang kuinginkan dalam pasanganku. Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata dalam hatiku," Hamba-Ku, Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau inginkan."

Aku bertanya, "Mengapa Tuhan ?" dan Ia menjawab, "Karena Aku adalah Tuhan dan Aku adalah Adil. Aku adalah Kebenaran dan segala yang Aku lakukan adalah benar."

Aku bertanya lagi, "Tuhan, aku tidak mengerti mengapa aku tidak dapat memperoleh apa yang aku pinta dari-Mu ?"

Jawab Tuhan, "Aku akan menjelaskannya kepadamu. Adalah suatu ketidakadilan dan ketidakbenaran bagi-Ku untuk memenuhi keinginanmu karena Aku tidak dapat memberikan sesuatu yang bukan seperti engkau. Tidaklah adil bagi-Ku untuk memberikan seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih kepadamu jika terkadang engkau masih kasar, atau memberikan seseorang yang pemurah tetapi engkau masih kejam, atau seseorang yang mudahmengampuni; tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam, seseorang yang sensitif, namun engkau sendiri tidak..."

Kemudian Ia berkata kepadaku, "Adalah lebih baik jika Aku memberikan kepadamu seseorang yang Aku tahu dapat menumbuhkan segala kualitas yang engkau cari selama ini daripada membuat engkau membuang waktu mencari seseorang yang sudah mempunyai semuanya itu.
Pasanganmu akan akan berasal dari tulangmu dan dagingmu, dan engkau akan melihat dirimusendiri di dalam dirinya dan kalian berdua akan menjadi satu.

Pernikahan adalah seperti sekolah, suatu pendidikan jangka panjang. Pernikahan adalah tempat dimana engkau dan pasanganmu akan saling menyesuaikan diri dan tidak hanya bertujuan untuk menyenangkan hati satu sama lain, tetapi untuk menjadikan kalian manusia yang lebih baik, dan membuat suatu kerjasama yang solid.

"Aku tidak memberikan pasangan yang sempurna karena engkau tidak sempurna...

Aku memberikanmu seseorang yang dapat bertumbuh bersamamu..."


Monday, July 25, 2005

As Long As...



As long as we have memories, yesterday remains..

As long as we have hope, tomorrow awaits..

As long as we have friendship, each day is never a waste..

Saturday, July 16, 2005

Is It Over?



Menyeramkan ya judulnya?

Yahh, gue rasa itu cukup menggambarkan keadaan gue dan Bang Raja.



Sungguh deh, gue bener2 nggak mau ini berakhir!

Awalnya gue yakin banget gue sayang sama dia. Tapi kok semakin lama gue semakin sulit memberikan buktinya kepada dia yaa? WHY?!?!



Apa ternyata gue salah ngebaca perasaan gue? Apa ternyata gue nggak serius sama dia? Apa perasaan kami berat sebelah? Lalu knp gue takuuuuuuuutt banget kehilangan dia? Lalu kenapa juga ketika dia memberi waktu utk “reconsider” selama seminggu gue mesti nangis? Gue ngebayangin apa yg harus gue lakukan ketika waktu seminggu itu ternyata akan berlangsung selamanya! Bahkan setelah pembicaraan berakhir dgn posisi gantung (thanks to me yang always speechless), gue hanya bisa bengong dan nangis di deket telepon selama hampir setengah jam? Apa artinya itu?


Kalo memang ternyata gue sayang, lalu kenapa gue sulit memberikan jaminan bahwa gue serius sama dia? Kenapa gue nggak bisa yakin kalo gue nggak akan main2 lagi dengan cowok lain? Kenapa gue nggak bisa yakin kalo gue nggak akan tertarik2 lagi dengan cowok lain ketika bersama dia? Sebenarnya kenapa?!?!



Apakah itu artinya gue masih kurang sayang sama dia?!

Ato sebenernya itu semua cuma masalah KEYAKINAN DIRI (as always)?!



Tuhan, ini nggak adil...

Kenapa tuntutannya begitu banyak sih?

Aku bener2 mau belajar dalam hal beginian. Aku belon pernah sama sekali menjalin komitmen dengan siapapun dlm hal perasaan begini! Aku nggak tau apa yang akan aku lakukan ketika dihadapkan pada contoh2 kasus seperti yang Bang Raja berikan. Aku tahu apa yang SEHARUSNYA aku lakukan, tapi aku kan nggak mau ngasih janji2 palsu! Teori aku tahu, tapi pada prakteknya, aku kan nggak bisa jamin apa yang terjadi ke depan!



Ini bener2 nggak adil...

Ketika gue baru memulai tahap pembelajaran, tuntutannya terlalu besar!!!

Aku nggak bisa memiliki keyakinan diri yang seperti itu dalam waktu singkat! Apalagi aku sendiri belon bisa memahami situasi dan kondisi yang sedang aku jalani sekarang.



Apa itu artinya aku belon siap?

Apa nggak boleh aku menjalani ini semua sambil aku belajar? Belajar semuanya! Aku ingin belajar berkomitmen! Aku ingin belajar untuk mengenali dan memiliki keyakinan terhadap diri sendiri! Selain itu, aku ingin dicintai dan mencintai. Tidak bolehkah, Tuhan? Apakah itu terlalu berlebihan? Apa aku tidak boleh mendapatkan itu?



Tuhan, apakah ini cobaan lagi dari-Mu?

Sungguh, ini terlalu menyakitkan...

Begitu indah awal yang Kau berikan.

Apakah harus berakhir seperti ini?

Maafkan aku, Tuhan, tapi aku tidak dapat menahan pikiran2 negatif yang muncul.

Apakah benar bahwa aku belon siap? Lalu kapan aku akan siap?

Apakah aku tidak akan pernah siap? Lalu kapan aku boleh merasakan dicintai dan mencintai? NEVER?

Selama 24 tahun lebih aku belum pernah merasakan rasanya dicintai dan mencintai seseorang. Hal ini cukup menghambat aku untuk memiliki keyakinan diri.

Maaf Tuhan, tetapi apa yang terjadi malam ini membuat aku semakin merasa sebagai manusia yang kerdil...

Lalu kapan aku layak menjadi orang yang dicintai?


I Hate Myself !



Yak, dimulai sudah...

Ato berakhir sudah?



Gue nggak tau mesti nulis apa. Gue tahu, ketika gue menceritakan apa yang terjadi tadi dan ketika gue menuliskan apa2 saja yang sedang berkecamuk di dalam pikiran gue, gue akan terlihat sangat tolol! Akan terlihat jelas betapa bobroknya diri gue!

Tapi gue nggak peduli. Dalam blog ini gue akan terus berusaha jujur, seperti halnya gue tidak mau berbohong kepada diri gue sendiri. Mungkin ada pihak2 yang membaca blog ini dan berpikir, “Obi adalah manusia yang perlu dikasihani, terutama karena kebobrokannya,” ato “See, I’ve told you...” Tapi, mau dibilang apa lagi? Gue nggak peduli. Inilah keadaan yang sebenarnya. Gue mau ngembangin diri gue ke arah yang lebih baik. TAPI GIMANA?! Setiap kali ada masalah, gue kembali nyalahin diri sendiri dan hal2 tersebut semakin lama semakin menjatuhkan self-esteem gue.



Seperti halnya apa yang terjadi tadi...

...

Gosh, even untuk nulisnya aja gue masih susah! Please, dong! Banyak banget yg berseliweran di kepala gue, entah itu hal2 yg realistis maupun yg tidak! Tapi gue nggak bisa ungkapinnya!

Ahh, mati aje lo, Bi! Ngenalin perasaan dan pikiran sendiri aja susah amad sih!!!


Sunday, July 10, 2005

On Sunday...



Hari ini feeling gue datar2 aja, bener2 datar. Setiap hari Minggu adalah rutinitas. Mungkin karena kegiatan2 itu terlalu rutin dan bahkan makin lama semakin membebani, lama2 maknanya hilang sama sekali.



Pagi hari dimulai dengan (biasa lah) ketergesa-gesaan. Dr kmrn belon jelas Naposo mau nyanyi pas di mana, coz pas si Erwin bilang ke Sekretariat katanya udah penuh. Padahal kan ada Peneguhan Sidi! Biasanya Naposo selalu “menyambut” mereka dengan mempersembahkan sebuah pujian. Akhirnya udah lmyn beres. Johnny udah ngomong dan akhirnya kita nyanyi sblm Anak2 Parguru nyanyi. Bang Daniel minta ijin cabut ke MMC buat nemenin Adriel yg abis operasi kmrn. Pdhl tanggung bgt gitu! Gue rasa gara2 dia nggak yakin dengan nyanyian kita. Soalnya Kamis kmrn gue yang ngelatih and gue bikin Stevano solo “Ya Yesus Kuberjanji” ayat 1, baru Choir ayat 3. Gue mau ngelatih Solist2 baru. Dulu jaman Bang Batara bisa bermunculan kok! Gue jg dulu kalo nggak “dijerumuskan” nggak akan berani2 jadi Solist. Yah, pokoknya gitu deh. Akhirnya (lagi2) gue yang jd Conductor dan terpaksa ngiringin Anak2 Parguru dari Piano atas. Kagak sempet lari ke Keyboard di bawah, wong nyanyinya beruntun!



Pulang gereja gue bener2 lupa kalo seharusnya kita Latihan Koor Gabungan buat Minggu V. Doh! Itu kan Programnya Seksi Musik (which is diketuai oleh GUE!). Pdhl gereja masih dipake buat Marulaon Nabadia anak2 yg abis Peneguhan Sidi. Naposo aja masih luntang-lantung nggak ada tempat latihan. Mumet! Akhirnya gue pergi makan aja sama bonyok ke Mariott. Ternyata lama! Pas balik ke gereja, Naposo udah mau selesai latihan.



Habis itu, gue pergi ke Mal Taman Anggrek buat latihan Virtuoso jam 5. Gue dateng jam 4 kurang karena pengen nyari kado buat Papa. Paling ini doang yg bikin gue seneng.

Gue tdnya belon tau mau beli apa. Ada yg bilang beli dasi aja, kemeja aja, sepatu. Gue males gitu. Standard banget! Kalo die mau mah beli sendiri aje. Gue mau beli sst yg bener2 spesifik, khusus buat Papa. Gue akhirnya beli bbrp barang.

1. Tas Alkitab. Soalnya pas dapet Souvenir tas Alkitab di Mariott tadi Papa kesenengan. Dia bilang, “Kebetulan, aku belon punya tas Alkitab.” Langsung aja gue cela, “Busyet, Papaa! Tas Alkitabnya kan motif bunga2! Ngejreng buanget pula!” Akhirnya gue beliin yg lmyn bagus, warna hitam. Masa Sintua tas Alkitabnya bunga2?! Haha!

2. “Chicken Soup for the Golden Soul”. Ya, ya, Chicken Soup memang kedengeran standard beraatt. Tdnya gue bingung mau yg buat Parent Soul atau Golden Soul. Akhirnya gue pilih Golden Soul buat dia mengenang masa2 indah dalam hidupnya. Soalnya gue rasa tahun ini ada perubahan yg lumayan drastis dlm hidupnya, yaitu mengenai pekerjaan. Yahh, gue rasa udah saatnya dia mulai menurunkan aktivitas dan mengenang2 masa2 indah dalam hidupnya, sementara anak2nya harus mulai berkarya.

3. Renungan Harian “Tuhan Penguasa Dunia Bisnis” Ini gue temuin di deket kasir pas mau bayar. Gue belon liad isinya kyk gmn. Kurang lebih semacam Renungan yang ditulis utk 365 hari selama setahun (kyk kalender) yang isinya seputar prinsip2 Bisnis, namun seputar Alkitab. Gue nggak tau berguna ato nggak. Yah, mudah2an sih bisa membuka pikiran dia dlm dunia bisnis yang baru ditekuninya lagi setelah off dr pekerjaan yg dulu. At least bisa sedikit menghibur dia ketika menghadapi tantangan dlm bisnisnya.



Selanjutnya, latihan Virtuoso (tetap) agak menjenuhkan. Hari ini sih org2nya lmyn deh, ada 3 Sopran, 4 Alto, 3 Tenor, dan 1 Bass. Gue udah mulai jenuh nih sm Virtuoso. Nggak ada kemajuan yg berarti. Orang2nya yg sekitar 15 jg komitmennya udah nggak jelas. Dengan kondisi begini org2 yg berkepentingan di dalam juga nggak ngeberesin pula. Gemes sendiri gue! Manajemen SDM-nya paraah! Pdhl kegiatan ke depan udah ngantri. Bodo lah, yg penting pas nyanyi masih indah. Ya iya lah, orang2nya suaranya banyakan udah pada jadi. Cuma sebenernya kan bisa lebih baik dari sekaraang! :(



Pas makan sm Kak Ocha and Chiche pun hambar gitu. Abis makan, karena urusan kado2an udah beres, gue balik ke rumah. Tapi ngerokok dulu di parkiran mobil, hehe. On my way home, Bang Jaja nelpon. Lumayan lah, penyegaran rohani. :p Cuma sayang, kyknya malem ini absen nih ngobrol lama2 di telpon. Dia lagi sibuk dengan Kebaktian Padangnya NHKBP NY.



Oh iya, ada hal yg agak spesial juga. Hari ini Perpustakaan NHKBP SJ (akhirnya) digelar lagi. Gue tdnya nggak pengen minjem. Ehh, pas lagi ngobrol2 di deket meja, mata gue ngeliat salah satu buku yang agak2 ungu. Pas gue baca, judulnya “Seni Mengasihi Diri Sendiri” by Dr. Cecil G. Osborne. Gue baca di belakangnya, ternyata tepat seperti yang gue butuhkan! Masalah Konsep Diri ini banyak dikaitkan dengan pengalaman masa kecil (terutama orang tua). Sampe saat ini gue baru baca bbrp halaman. I like it. Mudah2an bisa berguna buat diri gue sendiri. Selama ini gue rasa masalah ini termasuk hal utama yang jadi tantangan diri gue sendiri. Gue pengen memperbaiki, tapi susah! Pdhl kurang lebih gue udah tau faktor2 apa yg nyebabin, tapi knp ngerubahnya tetap sulit ya?!

Di bagian pengantar ada dibilang juga, “Dengan lebih mengasihi diri sendiri, kita akan dapat menerima diri sendiri secara baru dan menakjubkan serta mampu memberi dan menerima kasih.” Gue pikir2, mungkin itu sebabnya gue sulit menerima kasih dari orang lain ya? Setiap kali ada yg menjulurkan kasih ke gue, gue susaahh banget percayanya. Gue nggak yakin kalo orang itu bener2 sayang sm gue. Gue takut sayang itu nggak real, dan kemudian gue akan terjatuh ketika sudah menaikkan harapan2.

Oleh karena itu, sikap gue menerima juluran kasih dari Bang Raja termasuk hal yang luar biasa yang gue lakukan. Apalagi kondisi kita berdua yang beresiko tinggi. Sebenarnya, masih ada keragu2an atas kasih yang dia berikan. Namun, selain figurnya (luar-dalam) yang all-in, alias apa yg gue cari ada di situ semua, mungkin inilah salah satu jalan yang Tuhan kasih ke gue untuk mengembangkan diri, terutama masalah Konsep Diri.

Wow, what a gift...

Thanks, God...


Daddy's Birthday...



Hmm, kira2 beliin apa ya buat Papa? Bener juga kata Papa, baru taon ini gue punya penghasilan sendiri. Gue HARUS belikan sesuatu buat ortu gue. Bukan apa2, sekedar jadi salah satu cara nunjukin rasa sayang gue ke mereka. Selama ini gue kerjaan ngelawan melulu. Minggu deh gue cari di TA, sekalian latihan Virtuoso.

Ehh, jd inget waktu Bokap motong cerita2 gue tentang aktivitas menyanyi gue dengan memulai topik baru :

Papa : “Ngomong2 Kau udah ada pacar belon?”

Butet : (Shock! Seumur hidup gue, baru kali itu Bokap nanya kyk gitu!) “Belon”.

Papa : Yang dekat2?

Butet : Umhh, saat ini sih nggak ada.

Papa : Mulai dipikirin, lah. Harus diseimbangin lah antara aktivitas sama masalah itu.

Hihi, lucu juga. Ternyata pengen juga toh liat anaknya pacaran. Tapi susah juga. Gue nongkrong dikit pasti diabsen. Keluar rumah kalo alesan nggak jelas pasti dicemberutin. Yahh, pokoknya taon ini ada kemajuan ya, Paa. Kmrn waktu bahas pas lagi makan kyknya sumringah gitu dia. Bagus deh. :)



Seperti biasa, Ultah Babe selalu diikuti oleh ultahnya Bang Iyo tgl 9 Juli. Hihi, td gue nonton VCD Pagelaran Natal taon 2002 lalu. Maakk, ternyata belon apa2 udah banyak perubahan aja. Banyak yg udah kawin, ada yg udah punya anak. Banyak juga yg udah entah di mana keberadaannya. Jadi inget juga kondisi dulu yang banyak konflik di sana/i (sekarang juga sih!).



Selaen itu, gue jg jadi inget waktu kawinannya Bang Iyo di HKBP Pondok Bambu. Haha, tololnya pas prosesi ternyata aer mata gue keluar juga! Untung Ester doang yg liat. Terus dia bantuin ngumpetin dari si Johnny. Mampus aje kalo ketahuan diaa! Habis guee! Ester yang hancur berkeping2 waktu Bang Lando married aja habisss. Gue nggak mau ah jadi korban juga. Mereka kan taunya gue bercanda doang.

Tapi emang cuma bercanda sih kalo gue genit2an sm die. Cuma gue adore aja sama dia. Orangnya wiseee banget. Kalo ada masalah, dia selalu datang dengan kepala dingin dan pemikiran2 yang bijaksana. Yg kayak gitu2 tuh lebih penting drpd orang ganteng tauu. Udah gitu fisik not bad pula lahh. Bugil deh gue! Haha!



Talking about Ester, gue barusan ngobrol sm dia. Tdnya cuma mau bagi no. telponnya Bang Attar. Gue lagi nyari Dokumentasi2 acara yg gue nyanyi ato maen piano nih. Yahh, sesuai request Bang Jaja, buat dikirim ke sana.

Ehh, dari nanya no. telp, akhirnya jadi lama juga telpon2annya! Udah lama nggak sharing sm dia. Jd inget jaman2nya banyak intrik2 dulu, dia selalu jadi temen tuker pikiran gue. Gue seneng bgt tuker pikiran sm die. Cara berpikirnya nggak jauh2 dr gue. Kita paling nggak mau mandang suatu masalah dr 1 pihak. Cuma ya gitu deh, kadang2 jd kejepit sendiri.



Ya udah deh, abis posting ini gue mau tidur. Hmm, 1 hari lagi lewat tanpa nyentuh Skripsi! Toloooooooooooooonggggg!!!!!!!!!!! :((

Yg ada di pikiran gue Bang Jaja mulu! Pusing deh gue! Gimane dong?! Gue mesti perlahan2 mengurangi addict gue nih! Gue pengen ngurangin kangen2nya gue ke dia! Bukan apa2, gue takut suatu saat kalo komunikasi menurun gue jd drop. Gue yakin nggak selamanya lah dia bisa nelpon gue tiap hari. Bukannya pengen mutusin perasaan, tapi gimana ya caranya? Pokoknya gue pengen hubungan ini tahan lama dan kalo bisa ya sampe ke tahap berikutnya. Hehe, manusia berencana, Tuhan juga yg menentukan ya? Makanya Bii, banyak doa doong! :p


Friday, July 08, 2005

First Tears...



oBi one :

Maaf ya, Bang. I can’t help it. Bukan bermaksud utk merusak suasana. Lebih baik aku diam dan tahan emosi. Kalo aku buka mulut pasti langsung nangis tersedu2.



oBi two :

Harapan lo tuh terlalu muluk2! Jaman seperti ini, mana ada pria yang tidak bermain2 dengan kelaminnya?? Belon pernah ML? Yahh, masih ada harapan deh. Tapi kalo belon pernah blow-job or hand-job? Come on Obi, GET REAL!!!!



oBi one :

OKE! OKE!! I’LL LEARN TO FACE THE FACT, YOU ASS***E!

Higzz, is it too much? :( Semakin hari tdnya gue ngerasa it is too much. Tapi ketika kenalan dengan Abangku satu ini, gue mulai ngarep yg macem2 lagi. Tapi begitu tau kenyataannya tidak seperti harapan gue, hehe belon apa2 gue udah terjatuh.



oBi two :

Elo bandel siih, dibilangin jgn sampe jatooh jugaa!

Lagian norak banget sih lo! Elo juga nggak sepolos itu kan?! You’ve kissed, your breasts have been sucked, you’ve seen penis, and you’ve seen it cum! Dia jg udah bilang kalo dia pun nggak bisa ngarepin dapetin cewe yg virgin kann? Come onn! What do you expect, then?! Don’t be so selfishh!!!



oBi one :

But I do keep “onderdil” gue for someone special!! :(

Yahh, sudahlah. Besok gue ngobrol lg sama dia. Td dia memilih utk menyudahi pembicaraan malam ini dan melanjutkan besok, ketika emosi gue udah mereda.

Do I have to regret that I told him the truth, about how jealous I am?! Gosh, I love him so much that makes me crazy jealous!



oBi two :

No regret! Itu kan salah satu proses belajar lo about how to speak your mind!



oBi :

That’s right. And I’m glad he’s honest. I’d rather this way drpd dia harus nutup2in. Yahh, kita lihat aja perkembangan nanti, apakah kita akan tetap bisa menerima satu sama lain, dengan segala kekurangan dan kelebihannya (yg tentu saja akan semakin terbuka seiring dengan berjalannya waktu).

Utk masalah ini, gue bisa terima. At least he doesn’t get arroused easily. Dia nggak ngelakuinnya dgn sembarang orang. He did it with someone special.



God, help us to do this, okay? It’s only the beginning. We still have a looong way to go. Sejak kami menjalin komitmen, baru lewat 4 hari loh. Tp aku nggak keberatan ngeluarin banyak air mata kok. Dengan begitu kan segala sesuatunya jadi lebih terbuka. Aku rasa konflik memang harus ada, either utk bikin hubungan semakin kuat, atau utk membuktikan that he’s not he one.



God, I thank you for my first tears...


Wednesday, July 06, 2005

Joint Horoscopes...



You and Raja can overcome any bumps on the road.



"If emotions were the ocean, the two of you would be at high tide, with water, water everywhere and not a drop to drink..."


Haha, itu kata Horoscope di Friendster!

Nggak penting sihh, cuma lucu aja. Iya, water everywhere, and not a drop to drink. Feeling udah kuat banget melanda seluruh pelosok relung hati kita (kampung!), tapi nggak bisa diapa2in, nggak bisa diungkapin and dilampiaskan, coz jauhhh! :(

Sunday, July 03, 2005

A New Commandment...



A new commandment I give unto you,

that you love another as I have loved you,

that you love one another as I have loved you.



By this shall men know you are my disciples

if you have love one to another.

By this shall all men know you are my disciples

if you have love one to another.

We've Only Just Begun...



(1)

We’ve only just begun to live,

white lace and promises,

a kiss for luck and we’re on our way.



We’ve only just begun to live,

white lace and promises,

a kiss for luck and we’re on our way.

And yes, we’ve just begun,



Reff :

Sharing horizons that are new to us,

Watching the signs along the way.

Talking it over just the two of us.

Working together day to day together.

We’ve only just begun.



(2)

Before the rising sun we fly.

So many roads to choose.

We start out walking and learn to run.



And when the evening comes we smile.

So much of life ahead.

We’ll find a place where there’s room to grow.

We’ve only just begun.



Reff :

Sharing horizons that are new to us,

Watching the signs along the way.

Talking it over just the two of us.

Working together day to day together.

We’ve only just begun.



(as song by Paul Williams)


All I Ask of You...



Raoul :

No more talk of darkness, forget these wide-eyed fears;

I’m here, nothing can harm you, my words will warm and calm you.

Let me be your freedom, let daylight dry your tears;

I’m here, with you, beside you, to guard you and to guide you.



Christine :

All I ask is every waking moment, turn my head with talk of summertime.

Say you need me with you now and always;

Promise me that all you say is true,

That’s all I ask of you.



Raoul :

Let me be your shelter, let me be your light;

You’re safe, no one will find you, your fears are far behind you.



Christine :

All I want is freedom, a world with no more night;

And you, always beside me, to hold me and to hide me.



Raoul :

Then say you’ll share with me one love, one life-time;

Let me lead you from your solitude.

Say you need me with you, here beside you,

Anywhere you go, let me go too,

Christine, that’s all I ask of you.



Christine :

All I ask for is one love, one lifetime;

Say the word and I will follow you.



Together :

Share each day with me, each night, each morning.

Say you love me! (You know I do)

Love me, that’s all I ask of you.



(from “The Phantom of the Opera” by Andrew Lloyd Webber)


Friday, July 01, 2005

Too Emotional...



He’s always on my mind...

From the time I wake up, till I close my eyes, he is everywhere I go.

He’s all I know...

And though he’s so far away, it just keep stronger everyday.

(from “Heaven Knows” by Rick Price)



Maaakk, tolooooonggg! I’m get into deep of this! Resee! Kmrn gue berhasil menenangkan emosi gue, stlh ngobrol berjam2 lagi sama dia, emosi gue lagi2 jadi meledak2!



Tadi gue ngobrol pas makan siang sampe mau makan malem lagi, haha! Jam brp tadi ya? Around 1 pm to 5.30 pm maybe? Pdhl udah 4 ½ jam, tapi anehnya, gue masih pengen lagii, dan lagii, dan lagii! Duh, dipelet kali nih gue! Haha!

Terlalu banyak kalo gue jelasin apa2 aja yg bikin gue ngerasa “I want him to be mine”. Pokoknya, the more I get to know him, the more I fall for him!



Sepertinya kita udah tau sama tau deh, bahwa kami sudah saling tertarik satu sama lain, dan bahwa kami mengharapkan suatu hubungan yg serius di antara kami berdua. Dua2nya kyknya udah punya harapan yang sama akan hubungan kami, yaitu suatu penjajakan menuju pernikahan. Duh, I hope dia bisa ngerti maksud gue. You know lahh, gue kagak pinter menyuarakan isi hati.

Tapi gue belon paham maunya dia, apakah kita start-nya waktu2 dekat ini ato setelah ketemu? Kyknya sih belon skrg, masih nanti2 lagi. Tapi ngeliat pembahasan ttg “long distance relationship” sihh, kyknya akan dirintis walaupun belum ketemu. Tapi jangan2 maksudnya yg long distance cuma persiapannya aja? Resminya tetep stlh dia balik? Duh, jgn2 nanti nggak ada kata “resmi” nih. Saking udah T-S-T.



Duh, bener2 deh. Urusan yg begini2 bener2 emosi yang maen! Rasio gue kayaknya udah makin nggak berfungsi! Mana pada dasarnya emang tumpul, jadi makin paralyzed gara2 beginian nih! Afeksi ini bahkan bikin gue bener2 bergairah. Imagining his warm hugs, his kisses, makes me arroused! ‘Set dah!

Bentar2, maybe I need some help...

Kalo ikut Kuis “Who Wants to be a Millonaire?”, gue akan pilih bantuan “Call a Friend”. Biasaa laahh, maybe I need sisi rasional yang lebih lagi nih, walopun ada resiko gue akan terlihat sangat bodoh!



“Hallo, bisa bicara dengan Kak Indah?”


Earth Calling to Obi!
Come On, Obi! Be Realistic!!



I’m so scared...

I’m scared for the feeling I have to a guy I met few days ago.

Semakin lama kok gue jadi semakin terlalu berharap yaa? Udah gitu Bang Raja omongannya suka jauh2 banget. Yah, gue sih jadi terbuai juga, apalagi (so far) apa yang gue harap dari seorang laki-laki utk jadi pasangan gue (yah at least pacar deh) ada semua di dia. Akhirnya, harapan2 gue jadi makin tinggi deh.



Mau tau harapan2 gue? Hmm, apa yaa? Gue juga nggak bisa jelasin sih. Hari ini dia nelpon lagi. Ini termasuk bahan bahasannya loh. Hihi, gue cerita gini kyk anak ABG yg lagi kasmaran nih! Pdhl sih emang lagi kasmaran, haha!

Oke, talking about harapan ya? Hmm, jujur aja gue berharap agak banyak pada hubungan antara gue dan Bang Raja. Banyak dalam arti, I want him! Oups! Obi, behave dong ahh! :( Abis gimana doong? Sebenernya banyak cowok2 yang lebih “real” yg juga menawarkan “relationship” sama gue. Tp selalu gue ngerasa ada yg kurang, yg bikin gue ngerasa bhw hubungan yg akan kami jalanin nggak akan sampe ke mana2. Kalo cuma buat temen mesra2an, cari2 perhatian, dll mungkin bisa sih. Tapi abis itu?

Kenapa kali ini gue ngerasa beda yaa? Kali ini gue ngerasa gue siap ngejalanin apapun! Termasuk tahap “relationship” yg serius, dlm arti hubungan yg memang mengarah ke pernikahan. Memang selama ini hubungan yg gue cari adalah hubungan yg serius, yg memang merupakan tahap penjajagan menuju pernikahan. Yah memang apapun bisa terjadi dalam tahap ini. Bisa aja hubungan kami kandas di tengah jalan. Tapi itu memang resiko yg harus dihadapi. Tahap pacaran memang salah satu proses seleksi menuju pernikahan bukan? Daripada cerai tengah jalan, mending putus pas pacaran tohh?



Hei, hei, hei! Kok makin jauh yaaa?

Kkrrkk! Kkrrkk! Earth calling! Earth calling to Obi!

Obii, back to reality pleaseee!



Tadi gue batal les sama Tante Katrin. Akhirnya gue curhat sm Alex di Boelat Cafe. Salah satu topiknya adalah ttg hal ini. Gue sedikit ditarik kembali ke bumi sama Alex. Kayaknya gue harus belajar sabar deh. Gue nggak boleh terlalu terbuai sm semua ini!

Iya sih, it’s all TOO GOOD TO BE TRUE!



Ada bbrp hal yg perlu gue jajaki terlebih dahulu.

Satu. About him! Gosh, I’ve just known him for less than a week! What can I expect?! Gue nggak tau gimana kesehariannya. Gue nggak tau apakah perasaannya dia ke gue is for real. Bisa aja dia bohong. Bisa aja dia tipe pria yang manis dalam merangkai kata, yg bisa bikin cewe2 jadi geleper2. Bisa jadi dia cuma kesepian dan kebetulan ketemu gue, teman baru yg bisa bikin dia nyaman. Bisa jadi dia jujur, tapi dia salah sangka terhadap perasaannya sendiri. Bisa aja dia cuma kagum ke gue akibat baca Profile and Testimonial2 gue yg byk menunjukkan kemampuan2 gue, which is dia suka banget. Bisa aja kan?

Dua. About me! Bener nggak sih gue sebegitunya ke dia? Apakah gue begini karena dia yg terbuka dgn perasaan dan harapan2nya, sehingga akhirnya gue diajak terbang ke angkasa ato karena memang perasaan gue yg tumbuh sendiri? Apakah perasaan gue kali ini nggak beda jauh dgn yg dulu2, di mana gue sangat menikmati ketika ada org yg perhatian ke gue? Apa ini cuma gara2 gue kesepian?

Tiga. About future! Kita mau ke mana? Apakah akan baik dampaknya kalo kita sudah memulai hubungan serius sebelum kita ketemu? Ato justru bisa bikin runyam? Apakah gue siap utk hubungan jarak jauh? Apa dia siap utk hubungan jarak jauh? Apakah udah ada cukup “trust” di antara kita, sementara pengetahuan kita antara satu sama lain masih sangat minim? Apakah sebaiknya menunda hubungan tersebut hingga di saat kita bertemu?



Semua pertanyaan di atas belon bisa gue jawab. Mungkin itulah yg harus gue cari tahu jawabannya.



Arrghh! Sebell! Kenapa sih harus begini?! Knp harus dia?! Kenapa sosok pria yang gue damba2kan munculnya justru nun jauh di sana?!?! Kenapa dia juga harus muncul sekarang, di saat gue telah memutuskan utk fokus menyelesaikan kuliah dan memulai arah karir gue?!?! Mungkin bener, gue harus banyak berdoa.

Tuhan, mungkinkah dia? Kalo memang dia jodohku, biar deh semuanya ini berjalan sebagaimana mestinya. Kalo ternyata bukan, tolong bukakan mata dan hatiku ya. Tuhan, beri petunjuk ya....


Wednesday, June 29, 2005

Mungkinkah Dia?



Bbrp hari ini gue sedang dekat dgn ssorg yg baru gue kenal. I met him a few days ago. We met through Friendster. Katanya dia lihat aku di “Boru-boru Batak”. Dia buka2 FS cewe2 di situ, lalu sebagian dia message atas nama “NHKBP New York”. Tapi pas dia liat account gue, dia message dgn account pribadinya dia. Sampe skrg dia masih belon bisa jelasin why he did that. Tp dia yakin bahwa itu bukan suatu coincidence. Akhirnya kita simpulin aja bahwa itu God’s-incidence. :p


Namanya Raja Simamora. Pas liat fotonya, gue nggak percaya dia org Batak. Cina banget!! Haha! Di hari yg sama dia liad gue di FS, kita chat di YM, dan sejam kemudian dia telpon gue ke Jakarta dr New York!

Sejak hari itu, tiap hari dia telpon gue. Bisa sebentar (10-15 menit), bisa juga lama (2-3 jam). Yahh, gue sendiri nggak tau gmn perasaan gue. Gue takut (spt di atas), gue cm menikmati ketika ada org yg pendekatan sm gue. Dari dia sendiri sih dia janji dia akan jujur dgn perasaannya. Dia bilang, kalo bisa bikin dia kangen, gue hebat. Coz sjk pacarannya yg terakhir (2002), dia belon tertarik lg dgn suatu hubungan. Dia jg bilang nantinya akan jujur ketika dia ngerasain yg lain. Kalo dia ngerasa kangen, dia akan bilang kangen. Kalo dia ngerasa pengen meluk gue, dia akan bilang. Ketika dia ngerasa pengen cium gue (heh?!), dia jg akan bilang. Td sih di YM akhirnya dia bilang kangen. Tauk deh gombal ato kagak.



So far, gue nyaman sm dia. Sampai saat ini belon ada hal yg membuat dia tidak memenuhi kriteria utk menjadi pacar, bahkan suami! Ketika kita ngobrol, kita enjoy satu sama lain, nggak ada yg mendominasi, dia humoris, tapi bisa diajak ngobrol dalam ttg hal-hal serius, cara pandangnya thd suatu fenomena baik tuh, lumayan bertanggung jawab (at least thdp dirinya sendiri), pendidikan baik (lagi sekolah lagi di NY), walopun menurut dia terlambat utk usianya (lahir 74), tapi at least dia sadar, and dia punya harapan2nya sendiri di masa depan, dan satu lagi : dia org yg takut akan Tuhan.

Gue nggak tau dehh, kata2 “takut” tepat ato nggak. Habis itu yg sering dipake org2. Tapi pokoknya, dia tau kepercayaannya dan yakin akan hal itu. Kmrn kita udah bahas. Bo, beda bgt sm gue, haha! Mudah2an gue bisa ketularan deh.

Sebenernya sih dia masih Katolik, tapi dia udah di-Sidi secara Kristen. Aneh ya? Tapi dia ngerasa nggak terlalu jauh berbeda (spt halnya dgn agama yg lain). So, misalnya istrinya nanti di HKBP, dia akan dengan senang hati ngikutin.


ISTRI?! Haha, believe it or not! Kita udah bahas sejauh itu. Nggak nomongin ttg gue sihh. Tapi kurang lebih dia udah ungkapin deh. Sempet juga terucap bhw skrg adalah saat yg tepat utk memulai suatu hubungan. So, sekitar 2 taon lagi (ketika gue 26), hubungan udah mantep. Oh iya, kali ini kok spesifik yaa?? Gue baru sadar pas ngetik ini. Hmm...

Oh iya, satu hal lagi yg menambah nilai plus dia di mata gue adalah bahwa dia bukan ssorg yg suka bermain2 dgn suatu hubungan. Dia baru 2 kali pacaran. Yg pertama 5 tahun (tapi beda agama) dan yg kedua 4 tahun (Batak-Kristen). Sbnrnya dgn yg kedua bener2 udah mantep, tp ternyata hrs kandas juga.

Selain itu, dia jg nggak bermain2 sm yg namanya SEX. Phew, gue pikir semua pria di dunia ini udah pada sex-oriented! Seinget gue, baru dia org yg deket sm gue di Internet yang tidak bermain2 dengan kelaminnya (spt kata Djenar Mahesa Ayu di buku “Jangan Bermain2 dgn Kelaminmu! :p). Yg laen, rata2 udah pernah havin’ sex, walopun nggak belon sampe intercourse, at least udah pernah di-blow job or di-hand job oleh org lain.



Mungkinkah dia? Hmm, so far sih so good. Bahkan too good, sampe2 gue agak takut. Gue takut harapan2 yg timbul dlm diri gue terlalu tinggi. Gue takut ketika jatoh nantinya akan semakin menyakitkan. Mudah2an nggak deh.


Katanya Cinta...



Hmm, gue nggak tau harus mulai cerita dr mana. I wanna tell you about a guy, called Nanas. Actually, I call him that way, Ignatius is his real name. I’ve known him for years, but never met him. Biasalaahh, apalagi kalo bukan dari dunia internet. Gue nggak inget kami deket sejak kapan. Yg pasti kita selalu SMSan and telpon2an. Yah, telpon2an yg minimalis lahh, di tengah2 mahalnya pulsa telpon. Abis dia di Jogja sih. Tapi kami sejahtera waktu gratis telp ke sesama Pro XL 11 pm - 5 am. Kalo skrg kita pake fasilitasnya Simpati HOKI yg Rp150/30dtk. Gitu deh, we always try to keep in touch in many ways.



Gue sendiri nggak tau knp sampe sebegitunya. Do I need him so much? Love? Ugh, I think it’s not the right term, at least not this time. Yg pasti dia udah nyatain perasaannya ke gue long time before. Gue juga tdnya nggak percaya. Ketemu juga belon gitu lochh! Yahh, kalo cuma gombal2 di internet mah banyak. Tp dia intens bgt, bertahun2 perasaannya makin lama gue rasa semakin dalem ke gue. Pengorbanan buat gue terlalu besar, baik pengorbanan materi maupun spiritual. Materi? Iya lah, dia bukan org berlebih, tp sebagian besar pulsanya dia habiskan utk berkomunikasi sm gue. Korban Spiritual? Gue rasa ini lebih parah. Coz perasaan dia ke gue sgt nggak imbang dgn perasaan gue ke dia. Sering banget gue nyakitin dia. Gue seringkali nggak peduli sm perasaan dia. Dgn tololnya geu sering cerita tentang perasaan gue ataupun aktivitas gue dgn cowok lain. Abis itu, tanpa dia kasih tau gue, gue tau dia terluka. Paling gue cuma bisa mengutuk diri sendiri dgn ketidakpekaan gue. Terakhir ini akhirnya gue tau dia lagi berusaha utk dapetin kerja di Jakarta, demi bisa deket sm gue. Pdhl gue tau banget, dia nggak suka hidup di Jkt!



Adududuh! Jahat ya gue? Selama ini gue nggak menerima uluran cintanya dia, tp gue sendiri nggak nyuruh dia menjauh dr gue. Gue sadar sptnya gue terus-menerus kasih harapan ke dia. Bener juga kali ya, bahwa kadang2 ssorg akan menjadikan org lain yg jelas2 sayang/cinta sm dia sebagai pilihan terakhir, coz dia udah tau bhw ntu orang nggak akan ke mana2. Kayaknya tanpa gue sadari, I’ve becoming the bad guy.



Maaf ya, Nas...

Mungkin bener kata lo, bahwa gue mungkin belon siap utk berkomitmen sm ssorg.

Elo tau persis gimana perilaku gue dgn lawan jenis, bahkan perilaku seksual gue. Gue suka flirt sana-sini, gue suka ngegantung org yg suka sm gue, gue menikmati ketika ada lawan jenis yg mengagumi gue (entah dr hati ato dr libido :p), yupe gue nggak kapok2nya bikin cowok get aroused sm gue.

But believe me, bukan itu yg gue cari. Kalo cm nyari org yg bisa mesra2an sm gue, bisa dapetin hubungan yang “panas”, dll, mungkin dr dulu gue udah pacaran. Gue cari sst yg lebih dalam, suatu hubungan yg lebih “afektif”, berkomitmen. Yah kalopun “panas”, gue harap itu memang krn perasaan yg dlm. Makanya gue nyaris jawab “iya” sama elo.



Thanks for everything, Nas...

So far, gue rasakan bahwa perasaan yg elo punya ke gue adalah yg paling dalam dr semua cowok yang pernah pendekatan ke gue. Maaf kalo gue nggak bisa ngebalesnya. Semakin gue tau pengorbanan dan jatuh-bangunnya kamu mengejarku (kyk lagu dangdut), jujur aja gue bener2 tersentuh. Thank you buat semuanya. Elo membuat gue merasa lebih berharga dlm hidup ini...


Friday, June 17, 2005

Mistakes...



I know I made a lot of mistakes,

But I don't regret making any of them.

Because if I hadn't have made them,

I wouldn't have learned how to make things right.



(From the Movie "Suddenly Thirty")


Wednesday, June 15, 2005

Woman and Man



Woman was created from the ribs of a man

Not from his head to be above him

Not from his feet to be walk upon him

But from his side to be equal

Near to his arm to be protected

And close to his heart to be love


Sunday, June 12, 2005

Concerts...


Pheww, akhirnya tugas gue berakhir juga!
Hari Jumat (10/6) yang lalu gue Konser di Goethe Haus. Judulnya "Young Artists Series III" yang diadain YPM. Dari paket konser2 yang diadain, jenis inilah yang paling bergengsi. Orang2nya katanya pilihan banget.
Jadi yang tampil ada 9 orang : 5 biola, 3 gitar, 2 vokal.
Dari Vokal adalah gue, Christine M. Tobing, Christine M. Tambunan. Haha, dua2nya berinisial CMT! Udah gitu sblm Konser sama2 sakit pula!
Gile, gue bingung kapan grogi gue pas perform di depan orang banyak bisa hilang. Mengganggu banget! :(
Anyway, temen2 gue yg nonton selain anak2 YPM cuma Dodo and Febri, temen di Honk!. Gile ye, pdhl kenal baru dlm hitungan bulan. Temen2 yang laen ada yang nggak tertarik, ada yang nggak ngasih kabar.
Nicky, Nicky, I thought you are my best friend. Temennya mau Konser kok nggak ngasih kabar sama sekali. Bilang kek, nggak bisa, nggak tertarik, nggak ada duit, ato apa kek! Mana NSO Konser bareng anak2 PSAI nggak pernah cerita2 or ngajak2 pula! Ido aja elo ajak! Gue nggak?! Padahal yang masukin elo ke NSO siapa? Gue tauu! Kalo nggak juga mana ada channel lo ke sana! Duh, bukannya minta diajak nyanyi sih, cm hargain gue kek! Kalo gini kan malah kesannya elo ngumpet2! Kalo dijelasin gue juga nggak bakal negatip thinking kok! Arrghh!
Hmm, muncul lagi nih pemikiran2 negatif gue. Kadang2 gue mikir untuk membantu seseorang menuju kesuksesan. Harus pilih2 orang deh. Dari dulu dia sih emang udah ketahuan gejalanya.
Ya sutralah, untung gue nggak ngajak siapa2 buat ikutan National Youth Choir Indonesia. Daripada makan ati lagi.

Kemaren dan hari ini (Sabtu-Minggu, 11-12 Juni 2005) akhirnya Pagelaran HONK! di GKJ terlaksana juga. Gue cuma dateng kmrn, di bangku penonton pula. Padahal tdnya tiketnya buat Windo, tp dia bisanya nonton hari ini. Gue tdnya mau di backstage ajah. Hari ini gue nggak nonton. Gue latihan Virtuoso aja ah. Nyesel juga sih. Kalo gue ikut hari ini berarti gue bakal naek ke panggung, hihi.
Udah gitu Mas Danny nonton pula! Haha, kyknya dia liat gue di buku acara, terus lgsg SMS gue deh. Duh! Langsung stress gue kalo berhubungan sama dia! Inget Skripsi and inget Take Home Tugas Akhir Psikologi Kesehatan yang cuma gue kerjain 55%! Duh, pasti dapet jelek nih akhirnya! Pdhl tugas2 gue udah bagus2 gitu. Sebel ah! Coba nggak sakit kmrn... :(

Gue mau off ah, mau baca buku aja. Gue tadinya mau refreshing, makanya online. Tau2nya tadi gue dikerjain sm temen gue. Di-BUZZ berpuluh2 kali di YM! Setiap BUZZ muncul layar baru! Kebayang dong penuhnya layar gue?! And nothing I can do 'bout it! Begitu dia ngaku gue maki2! Nggak lucu banget! Kecuali kalo emang gue suka becanda yg kayak gitu deh! Ato gue pernah ngerjain dia! Gue terima digituin! Liat aja besok gue masih mau negor dia ato nggak. Sumpah, udah ilfil banget. Pdhl kmrn2 hampir tiap hari chat. Salah sendiri lah...

Monday, June 06, 2005

True Story...



Hehe, tadi pas makan sama Windo, nonton film "My Best Friend's Wedding". Padahal Windo yang milih loh! Tapi kok bisa pas yah? Hari ini kan ulang tahunnya diaa...



Gila, gue udah bbrp kali nonton film ini, tapi gue belum pernah begitu "masuk" ke film ini seperti ketika gue nonton hari ini! Gue bener2 bisa ngerasain penderitaan si Julia Roberts dalam film itu. Kali ini bukan karena rasa empati gue yang tinggi seperti pada tugas2 analisa film-nya Mas Danny, tapi lebih karena gue memang mengalami hal yang sama dalam kehidupan nyata.



Betapa menderitanyaa diaa...

Setengah mati memendam perasaaan. Ketika diungkapkan, bukannya mendapatkan apa yang diinginkan, malah kehilangan orang yang bener2 disayanginya, orang yang bener2 paling membuat dia merasa nyaman.



Well, that's really hurt, I tell you...

Yahh, seperti pada Julia Roberts, maybe I'll just have to face the fact, and say Goodbye...



-oBi-


On Your Birthday...



I have a pair of hands, but can't always help you...

I have a pair of ears, but can't always listen to you...

I have a mouth, but can't always talk to you...

But I have a heart that always pray for you...



Happy Birthday, my dearest friend...



Wherever you are,

Whatever you do,

However you feel,

I hope you always get best in your life...



-oBi-


Friday, June 03, 2005

Oh, Boy...



"THE NEWEST FROM ME i just found nice n cute looking n personality girl,dunno about us in the future but for now i'm glad i meet her n she's just hmmmm,awsome dude"

"a girl n i can't mention her name butt i really miss her until this night cuz i;ll met her this night."



Duh, drop banget yah bacanya? Gue nemuin itu di Friendster-nya dia.

Last log in ternyata 31 Mei, sambil Message gue nggak dibalesss.

Taeeeeee!



-oBi-


Saturday, May 28, 2005

Recovery...



Pheww, akhirnya gue dalam tahap pemulihan juga nihh! Udah sejak Senin minggu lalu (skrg Sabtu) gue terkapar karena sakit tipess! Lever gue juga abnormal gitu. Gile ajee, SGOT-nya tinggi ajeehh! Normalnya adalah 5-28, sementara gue 41! Ckck! Kecapekan katanya...

Tapi yg mengherankan, sakit gue kok sama sama si Nicky yakss? Nyokap gue aja sampe bilang, "Kompak banget kau sama si Nicky, yah?" Yah gimana doong, jodoh mah nggak ke mana2, haha!


Talking 'bout Nicky, die "akhirnya" putus tuh sama si Dame. Yahh, bukannya bersukacita atas kejadian itu sihh, cm kok kyknya dr awal hubungan mereka agak2 gimannaa gitchu! Berhubung gue cukup mengikut perkembangan mereka, jadi nggak perlu cerita terlalu panjang deh.


That night gue sama Nicky akhirnya cerita2 lagi sambil makan, as we used to. Udah lama bgt nggak begitu sama dia. Selaen udeh ada pacar (malming nggak ngaggur lagi), skrg kantornya jauh, rumahnya apalagi! Pondok Labu, bow! Akhirnya malam itu kita nongkrong di Pisa Cafe di Setiabudi Building.



Malam itu akhirnya gue cerita juga tentang pria terakhir yang mencuri hatikuww! Beda dengan Jerry, cowo satu ini sama sekali nggak pernah nyakitin gue! Bahkan waktu "nolak" gue pun sama sekali nggak menyakitkan. Hebat...

Tapi mungkin justru itu yg bikin syulit buat ngelupain dia. Gue ngomong "sayang" duluan ke dia itu, umhh...kapan ya? Masih taon ini deh kyknya. Yahh, bbrp bulan yg lalu kali yee. Dan gue menyesaaalll banget! Tau gini mending gue simpen sendiri aja perasaaan gue. Gue ngerusak hubungan persahabatan yang udah bertahun2 kita jalin. Pdhl dulu dia pernah bilang kalo nggak mau ke arah "sana" sama gue, krn nggak mau kehilangan sahabat kayak gue. Hihi, gue aja yg badung. Tae ah! Sebel gue! Now I've lost him...

Gue pernah telp 2x ke rumahnya pas gue sakit kmrn, tp ktnya nggka ada. HP? Huu, tu anak dr dulu nggak pernah hobi pake HP. Gue nanya sohibnya, ktnya dia pun udah lama nggak ketemu. Iya sih, terakhir2 dia memang sempet bilang mau "menghilang" dulu, kecuali dr anak2 bola.



Gosh, Ben...where are you?! I miss you so so much!

Belon ada cowo laen yg bisa bikin gue nyaman seperti ketika berkomunikasi sama elo. Yahh, walopun kalo ketemu fisik kita baru pernah lakukan 1 kali! Tapi herannya, elo bisa bikin gue sangat nyaman dan gue berani nunjukin diri gue yg sebenernya ketika sama elo. Dududu, ngapain juga gue ngomong sendiri?!



Ya sudahlah, memang gue skrg butuh recovery. Recovery fisik dan hati...



-oBi-


Thursday, May 12, 2005

Skripsi?!?!



Busyett, Skripsi gue belon sampe mana2 niihh!



Tolooongg!



Tanpa gue sadarin, terakhir gue bilang pengen ganti topik ya sekitar bulan Oktober kemaren itu! That means, udah lebih dari setengah taon yang lalu!!



WOW!

My Life Nowadays...



Hmm, apa ya? So many things had happened since the last time I wrote in this blog!

Mungkin perubahan yg agak drastis adalah mengenai aktivitas kali yee? Terakhir2 gue nulis masih dlm masa adaptasi dengan kondisi keuangan di keluarga. Saat itu juga gue baru terpikir (kalo nggak gitu aja nggak mikir2!) utk mandiri dan nggak terlalu ngebebanin orang tua. Gue beruntung, dalam jangka waktu yang menurut gue lumayan singkat, gue skrg udah bisa nutupin biaya hidup sehari-hari gue (walopun tempat tinggal dan kebutuhan2 lain masih numpang). Memang duit les sm kuliah masih nadah juga sihh. :p

Kalo dipikir2, duit dr mana juga yaa? Tp lmyn deh, dr November kmrn gue rutin ngiringin di Gita Svara, dan akhir2 ini juga ngiringin di tempat2 laen. Cuma sayang, nyanyi gue nggak terlalu banyak menghasilkan scr rutin. :(



Taon ajaran baru nanti juga bakal jadi Ibu Guru! Wow! Berat bgt! Iya, gue bakal jadi Guru Musik di SMP and SMU St. Bellarminus. Ternyata Senin-Kamis dari pagi sampe siang gue akan di sana teruss.



TERUS SKRIPSI GUE GIMANA YAAAKKSS?!?!


Apa Kabar Duniaaa?



Gosh, nggak nyangka udah setengah taonan gue nggak ngisi blog ini! Pdhl bikinnya aja nggak sampe 6 bulan sebelum itu! Hihi!



Niway, gue pengen mulai ngisi lagi ahh.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...