Tuesday, July 26, 2005

Pasangan dari Tuhan...



Bertahun-tahun yang lalu aku berdoa kepada Tuhan untuk memberikan pasangan hidup. “Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya," Tuhan menjawab.

Tidak hanya aku meminta kepada Tuhan, aku juga menjelaskan kriteria pasangan yang kuinginkan. Aku menginginkan pasangan yang baik hati, lembut, mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah hati, penuh pengertian, pintar, humoris, penuh perhatian. Aku bahkan memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yang selama ini kuimpikan.

Sejalan dengan berlalunya waktu, aku menambahkan daftar kriteria yang kuinginkan dalam pasanganku. Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata dalam hatiku," Hamba-Ku, Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau inginkan."

Aku bertanya, "Mengapa Tuhan ?" dan Ia menjawab, "Karena Aku adalah Tuhan dan Aku adalah Adil. Aku adalah Kebenaran dan segala yang Aku lakukan adalah benar."

Aku bertanya lagi, "Tuhan, aku tidak mengerti mengapa aku tidak dapat memperoleh apa yang aku pinta dari-Mu ?"

Jawab Tuhan, "Aku akan menjelaskannya kepadamu. Adalah suatu ketidakadilan dan ketidakbenaran bagi-Ku untuk memenuhi keinginanmu karena Aku tidak dapat memberikan sesuatu yang bukan seperti engkau. Tidaklah adil bagi-Ku untuk memberikan seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih kepadamu jika terkadang engkau masih kasar, atau memberikan seseorang yang pemurah tetapi engkau masih kejam, atau seseorang yang mudahmengampuni; tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam, seseorang yang sensitif, namun engkau sendiri tidak..."

Kemudian Ia berkata kepadaku, "Adalah lebih baik jika Aku memberikan kepadamu seseorang yang Aku tahu dapat menumbuhkan segala kualitas yang engkau cari selama ini daripada membuat engkau membuang waktu mencari seseorang yang sudah mempunyai semuanya itu.
Pasanganmu akan akan berasal dari tulangmu dan dagingmu, dan engkau akan melihat dirimusendiri di dalam dirinya dan kalian berdua akan menjadi satu.

Pernikahan adalah seperti sekolah, suatu pendidikan jangka panjang. Pernikahan adalah tempat dimana engkau dan pasanganmu akan saling menyesuaikan diri dan tidak hanya bertujuan untuk menyenangkan hati satu sama lain, tetapi untuk menjadikan kalian manusia yang lebih baik, dan membuat suatu kerjasama yang solid.

"Aku tidak memberikan pasangan yang sempurna karena engkau tidak sempurna...

Aku memberikanmu seseorang yang dapat bertumbuh bersamamu..."


Monday, July 25, 2005

As Long As...



As long as we have memories, yesterday remains..

As long as we have hope, tomorrow awaits..

As long as we have friendship, each day is never a waste..

Saturday, July 16, 2005

Is It Over?



Menyeramkan ya judulnya?

Yahh, gue rasa itu cukup menggambarkan keadaan gue dan Bang Raja.



Sungguh deh, gue bener2 nggak mau ini berakhir!

Awalnya gue yakin banget gue sayang sama dia. Tapi kok semakin lama gue semakin sulit memberikan buktinya kepada dia yaa? WHY?!?!



Apa ternyata gue salah ngebaca perasaan gue? Apa ternyata gue nggak serius sama dia? Apa perasaan kami berat sebelah? Lalu knp gue takuuuuuuuutt banget kehilangan dia? Lalu kenapa juga ketika dia memberi waktu utk “reconsider” selama seminggu gue mesti nangis? Gue ngebayangin apa yg harus gue lakukan ketika waktu seminggu itu ternyata akan berlangsung selamanya! Bahkan setelah pembicaraan berakhir dgn posisi gantung (thanks to me yang always speechless), gue hanya bisa bengong dan nangis di deket telepon selama hampir setengah jam? Apa artinya itu?


Kalo memang ternyata gue sayang, lalu kenapa gue sulit memberikan jaminan bahwa gue serius sama dia? Kenapa gue nggak bisa yakin kalo gue nggak akan main2 lagi dengan cowok lain? Kenapa gue nggak bisa yakin kalo gue nggak akan tertarik2 lagi dengan cowok lain ketika bersama dia? Sebenarnya kenapa?!?!



Apakah itu artinya gue masih kurang sayang sama dia?!

Ato sebenernya itu semua cuma masalah KEYAKINAN DIRI (as always)?!



Tuhan, ini nggak adil...

Kenapa tuntutannya begitu banyak sih?

Aku bener2 mau belajar dalam hal beginian. Aku belon pernah sama sekali menjalin komitmen dengan siapapun dlm hal perasaan begini! Aku nggak tau apa yang akan aku lakukan ketika dihadapkan pada contoh2 kasus seperti yang Bang Raja berikan. Aku tahu apa yang SEHARUSNYA aku lakukan, tapi aku kan nggak mau ngasih janji2 palsu! Teori aku tahu, tapi pada prakteknya, aku kan nggak bisa jamin apa yang terjadi ke depan!



Ini bener2 nggak adil...

Ketika gue baru memulai tahap pembelajaran, tuntutannya terlalu besar!!!

Aku nggak bisa memiliki keyakinan diri yang seperti itu dalam waktu singkat! Apalagi aku sendiri belon bisa memahami situasi dan kondisi yang sedang aku jalani sekarang.



Apa itu artinya aku belon siap?

Apa nggak boleh aku menjalani ini semua sambil aku belajar? Belajar semuanya! Aku ingin belajar berkomitmen! Aku ingin belajar untuk mengenali dan memiliki keyakinan terhadap diri sendiri! Selain itu, aku ingin dicintai dan mencintai. Tidak bolehkah, Tuhan? Apakah itu terlalu berlebihan? Apa aku tidak boleh mendapatkan itu?



Tuhan, apakah ini cobaan lagi dari-Mu?

Sungguh, ini terlalu menyakitkan...

Begitu indah awal yang Kau berikan.

Apakah harus berakhir seperti ini?

Maafkan aku, Tuhan, tapi aku tidak dapat menahan pikiran2 negatif yang muncul.

Apakah benar bahwa aku belon siap? Lalu kapan aku akan siap?

Apakah aku tidak akan pernah siap? Lalu kapan aku boleh merasakan dicintai dan mencintai? NEVER?

Selama 24 tahun lebih aku belum pernah merasakan rasanya dicintai dan mencintai seseorang. Hal ini cukup menghambat aku untuk memiliki keyakinan diri.

Maaf Tuhan, tetapi apa yang terjadi malam ini membuat aku semakin merasa sebagai manusia yang kerdil...

Lalu kapan aku layak menjadi orang yang dicintai?


I Hate Myself !



Yak, dimulai sudah...

Ato berakhir sudah?



Gue nggak tau mesti nulis apa. Gue tahu, ketika gue menceritakan apa yang terjadi tadi dan ketika gue menuliskan apa2 saja yang sedang berkecamuk di dalam pikiran gue, gue akan terlihat sangat tolol! Akan terlihat jelas betapa bobroknya diri gue!

Tapi gue nggak peduli. Dalam blog ini gue akan terus berusaha jujur, seperti halnya gue tidak mau berbohong kepada diri gue sendiri. Mungkin ada pihak2 yang membaca blog ini dan berpikir, “Obi adalah manusia yang perlu dikasihani, terutama karena kebobrokannya,” ato “See, I’ve told you...” Tapi, mau dibilang apa lagi? Gue nggak peduli. Inilah keadaan yang sebenarnya. Gue mau ngembangin diri gue ke arah yang lebih baik. TAPI GIMANA?! Setiap kali ada masalah, gue kembali nyalahin diri sendiri dan hal2 tersebut semakin lama semakin menjatuhkan self-esteem gue.



Seperti halnya apa yang terjadi tadi...

...

Gosh, even untuk nulisnya aja gue masih susah! Please, dong! Banyak banget yg berseliweran di kepala gue, entah itu hal2 yg realistis maupun yg tidak! Tapi gue nggak bisa ungkapinnya!

Ahh, mati aje lo, Bi! Ngenalin perasaan dan pikiran sendiri aja susah amad sih!!!


Sunday, July 10, 2005

On Sunday...



Hari ini feeling gue datar2 aja, bener2 datar. Setiap hari Minggu adalah rutinitas. Mungkin karena kegiatan2 itu terlalu rutin dan bahkan makin lama semakin membebani, lama2 maknanya hilang sama sekali.



Pagi hari dimulai dengan (biasa lah) ketergesa-gesaan. Dr kmrn belon jelas Naposo mau nyanyi pas di mana, coz pas si Erwin bilang ke Sekretariat katanya udah penuh. Padahal kan ada Peneguhan Sidi! Biasanya Naposo selalu “menyambut” mereka dengan mempersembahkan sebuah pujian. Akhirnya udah lmyn beres. Johnny udah ngomong dan akhirnya kita nyanyi sblm Anak2 Parguru nyanyi. Bang Daniel minta ijin cabut ke MMC buat nemenin Adriel yg abis operasi kmrn. Pdhl tanggung bgt gitu! Gue rasa gara2 dia nggak yakin dengan nyanyian kita. Soalnya Kamis kmrn gue yang ngelatih and gue bikin Stevano solo “Ya Yesus Kuberjanji” ayat 1, baru Choir ayat 3. Gue mau ngelatih Solist2 baru. Dulu jaman Bang Batara bisa bermunculan kok! Gue jg dulu kalo nggak “dijerumuskan” nggak akan berani2 jadi Solist. Yah, pokoknya gitu deh. Akhirnya (lagi2) gue yang jd Conductor dan terpaksa ngiringin Anak2 Parguru dari Piano atas. Kagak sempet lari ke Keyboard di bawah, wong nyanyinya beruntun!



Pulang gereja gue bener2 lupa kalo seharusnya kita Latihan Koor Gabungan buat Minggu V. Doh! Itu kan Programnya Seksi Musik (which is diketuai oleh GUE!). Pdhl gereja masih dipake buat Marulaon Nabadia anak2 yg abis Peneguhan Sidi. Naposo aja masih luntang-lantung nggak ada tempat latihan. Mumet! Akhirnya gue pergi makan aja sama bonyok ke Mariott. Ternyata lama! Pas balik ke gereja, Naposo udah mau selesai latihan.



Habis itu, gue pergi ke Mal Taman Anggrek buat latihan Virtuoso jam 5. Gue dateng jam 4 kurang karena pengen nyari kado buat Papa. Paling ini doang yg bikin gue seneng.

Gue tdnya belon tau mau beli apa. Ada yg bilang beli dasi aja, kemeja aja, sepatu. Gue males gitu. Standard banget! Kalo die mau mah beli sendiri aje. Gue mau beli sst yg bener2 spesifik, khusus buat Papa. Gue akhirnya beli bbrp barang.

1. Tas Alkitab. Soalnya pas dapet Souvenir tas Alkitab di Mariott tadi Papa kesenengan. Dia bilang, “Kebetulan, aku belon punya tas Alkitab.” Langsung aja gue cela, “Busyet, Papaa! Tas Alkitabnya kan motif bunga2! Ngejreng buanget pula!” Akhirnya gue beliin yg lmyn bagus, warna hitam. Masa Sintua tas Alkitabnya bunga2?! Haha!

2. “Chicken Soup for the Golden Soul”. Ya, ya, Chicken Soup memang kedengeran standard beraatt. Tdnya gue bingung mau yg buat Parent Soul atau Golden Soul. Akhirnya gue pilih Golden Soul buat dia mengenang masa2 indah dalam hidupnya. Soalnya gue rasa tahun ini ada perubahan yg lumayan drastis dlm hidupnya, yaitu mengenai pekerjaan. Yahh, gue rasa udah saatnya dia mulai menurunkan aktivitas dan mengenang2 masa2 indah dalam hidupnya, sementara anak2nya harus mulai berkarya.

3. Renungan Harian “Tuhan Penguasa Dunia Bisnis” Ini gue temuin di deket kasir pas mau bayar. Gue belon liad isinya kyk gmn. Kurang lebih semacam Renungan yang ditulis utk 365 hari selama setahun (kyk kalender) yang isinya seputar prinsip2 Bisnis, namun seputar Alkitab. Gue nggak tau berguna ato nggak. Yah, mudah2an sih bisa membuka pikiran dia dlm dunia bisnis yang baru ditekuninya lagi setelah off dr pekerjaan yg dulu. At least bisa sedikit menghibur dia ketika menghadapi tantangan dlm bisnisnya.



Selanjutnya, latihan Virtuoso (tetap) agak menjenuhkan. Hari ini sih org2nya lmyn deh, ada 3 Sopran, 4 Alto, 3 Tenor, dan 1 Bass. Gue udah mulai jenuh nih sm Virtuoso. Nggak ada kemajuan yg berarti. Orang2nya yg sekitar 15 jg komitmennya udah nggak jelas. Dengan kondisi begini org2 yg berkepentingan di dalam juga nggak ngeberesin pula. Gemes sendiri gue! Manajemen SDM-nya paraah! Pdhl kegiatan ke depan udah ngantri. Bodo lah, yg penting pas nyanyi masih indah. Ya iya lah, orang2nya suaranya banyakan udah pada jadi. Cuma sebenernya kan bisa lebih baik dari sekaraang! :(



Pas makan sm Kak Ocha and Chiche pun hambar gitu. Abis makan, karena urusan kado2an udah beres, gue balik ke rumah. Tapi ngerokok dulu di parkiran mobil, hehe. On my way home, Bang Jaja nelpon. Lumayan lah, penyegaran rohani. :p Cuma sayang, kyknya malem ini absen nih ngobrol lama2 di telpon. Dia lagi sibuk dengan Kebaktian Padangnya NHKBP NY.



Oh iya, ada hal yg agak spesial juga. Hari ini Perpustakaan NHKBP SJ (akhirnya) digelar lagi. Gue tdnya nggak pengen minjem. Ehh, pas lagi ngobrol2 di deket meja, mata gue ngeliat salah satu buku yang agak2 ungu. Pas gue baca, judulnya “Seni Mengasihi Diri Sendiri” by Dr. Cecil G. Osborne. Gue baca di belakangnya, ternyata tepat seperti yang gue butuhkan! Masalah Konsep Diri ini banyak dikaitkan dengan pengalaman masa kecil (terutama orang tua). Sampe saat ini gue baru baca bbrp halaman. I like it. Mudah2an bisa berguna buat diri gue sendiri. Selama ini gue rasa masalah ini termasuk hal utama yang jadi tantangan diri gue sendiri. Gue pengen memperbaiki, tapi susah! Pdhl kurang lebih gue udah tau faktor2 apa yg nyebabin, tapi knp ngerubahnya tetap sulit ya?!

Di bagian pengantar ada dibilang juga, “Dengan lebih mengasihi diri sendiri, kita akan dapat menerima diri sendiri secara baru dan menakjubkan serta mampu memberi dan menerima kasih.” Gue pikir2, mungkin itu sebabnya gue sulit menerima kasih dari orang lain ya? Setiap kali ada yg menjulurkan kasih ke gue, gue susaahh banget percayanya. Gue nggak yakin kalo orang itu bener2 sayang sm gue. Gue takut sayang itu nggak real, dan kemudian gue akan terjatuh ketika sudah menaikkan harapan2.

Oleh karena itu, sikap gue menerima juluran kasih dari Bang Raja termasuk hal yang luar biasa yang gue lakukan. Apalagi kondisi kita berdua yang beresiko tinggi. Sebenarnya, masih ada keragu2an atas kasih yang dia berikan. Namun, selain figurnya (luar-dalam) yang all-in, alias apa yg gue cari ada di situ semua, mungkin inilah salah satu jalan yang Tuhan kasih ke gue untuk mengembangkan diri, terutama masalah Konsep Diri.

Wow, what a gift...

Thanks, God...


Daddy's Birthday...



Hmm, kira2 beliin apa ya buat Papa? Bener juga kata Papa, baru taon ini gue punya penghasilan sendiri. Gue HARUS belikan sesuatu buat ortu gue. Bukan apa2, sekedar jadi salah satu cara nunjukin rasa sayang gue ke mereka. Selama ini gue kerjaan ngelawan melulu. Minggu deh gue cari di TA, sekalian latihan Virtuoso.

Ehh, jd inget waktu Bokap motong cerita2 gue tentang aktivitas menyanyi gue dengan memulai topik baru :

Papa : “Ngomong2 Kau udah ada pacar belon?”

Butet : (Shock! Seumur hidup gue, baru kali itu Bokap nanya kyk gitu!) “Belon”.

Papa : Yang dekat2?

Butet : Umhh, saat ini sih nggak ada.

Papa : Mulai dipikirin, lah. Harus diseimbangin lah antara aktivitas sama masalah itu.

Hihi, lucu juga. Ternyata pengen juga toh liat anaknya pacaran. Tapi susah juga. Gue nongkrong dikit pasti diabsen. Keluar rumah kalo alesan nggak jelas pasti dicemberutin. Yahh, pokoknya taon ini ada kemajuan ya, Paa. Kmrn waktu bahas pas lagi makan kyknya sumringah gitu dia. Bagus deh. :)



Seperti biasa, Ultah Babe selalu diikuti oleh ultahnya Bang Iyo tgl 9 Juli. Hihi, td gue nonton VCD Pagelaran Natal taon 2002 lalu. Maakk, ternyata belon apa2 udah banyak perubahan aja. Banyak yg udah kawin, ada yg udah punya anak. Banyak juga yg udah entah di mana keberadaannya. Jadi inget juga kondisi dulu yang banyak konflik di sana/i (sekarang juga sih!).



Selaen itu, gue jg jadi inget waktu kawinannya Bang Iyo di HKBP Pondok Bambu. Haha, tololnya pas prosesi ternyata aer mata gue keluar juga! Untung Ester doang yg liat. Terus dia bantuin ngumpetin dari si Johnny. Mampus aje kalo ketahuan diaa! Habis guee! Ester yang hancur berkeping2 waktu Bang Lando married aja habisss. Gue nggak mau ah jadi korban juga. Mereka kan taunya gue bercanda doang.

Tapi emang cuma bercanda sih kalo gue genit2an sm die. Cuma gue adore aja sama dia. Orangnya wiseee banget. Kalo ada masalah, dia selalu datang dengan kepala dingin dan pemikiran2 yang bijaksana. Yg kayak gitu2 tuh lebih penting drpd orang ganteng tauu. Udah gitu fisik not bad pula lahh. Bugil deh gue! Haha!



Talking about Ester, gue barusan ngobrol sm dia. Tdnya cuma mau bagi no. telponnya Bang Attar. Gue lagi nyari Dokumentasi2 acara yg gue nyanyi ato maen piano nih. Yahh, sesuai request Bang Jaja, buat dikirim ke sana.

Ehh, dari nanya no. telp, akhirnya jadi lama juga telpon2annya! Udah lama nggak sharing sm dia. Jd inget jaman2nya banyak intrik2 dulu, dia selalu jadi temen tuker pikiran gue. Gue seneng bgt tuker pikiran sm die. Cara berpikirnya nggak jauh2 dr gue. Kita paling nggak mau mandang suatu masalah dr 1 pihak. Cuma ya gitu deh, kadang2 jd kejepit sendiri.



Ya udah deh, abis posting ini gue mau tidur. Hmm, 1 hari lagi lewat tanpa nyentuh Skripsi! Toloooooooooooooonggggg!!!!!!!!!!! :((

Yg ada di pikiran gue Bang Jaja mulu! Pusing deh gue! Gimane dong?! Gue mesti perlahan2 mengurangi addict gue nih! Gue pengen ngurangin kangen2nya gue ke dia! Bukan apa2, gue takut suatu saat kalo komunikasi menurun gue jd drop. Gue yakin nggak selamanya lah dia bisa nelpon gue tiap hari. Bukannya pengen mutusin perasaan, tapi gimana ya caranya? Pokoknya gue pengen hubungan ini tahan lama dan kalo bisa ya sampe ke tahap berikutnya. Hehe, manusia berencana, Tuhan juga yg menentukan ya? Makanya Bii, banyak doa doong! :p


Friday, July 08, 2005

First Tears...



oBi one :

Maaf ya, Bang. I can’t help it. Bukan bermaksud utk merusak suasana. Lebih baik aku diam dan tahan emosi. Kalo aku buka mulut pasti langsung nangis tersedu2.



oBi two :

Harapan lo tuh terlalu muluk2! Jaman seperti ini, mana ada pria yang tidak bermain2 dengan kelaminnya?? Belon pernah ML? Yahh, masih ada harapan deh. Tapi kalo belon pernah blow-job or hand-job? Come on Obi, GET REAL!!!!



oBi one :

OKE! OKE!! I’LL LEARN TO FACE THE FACT, YOU ASS***E!

Higzz, is it too much? :( Semakin hari tdnya gue ngerasa it is too much. Tapi ketika kenalan dengan Abangku satu ini, gue mulai ngarep yg macem2 lagi. Tapi begitu tau kenyataannya tidak seperti harapan gue, hehe belon apa2 gue udah terjatuh.



oBi two :

Elo bandel siih, dibilangin jgn sampe jatooh jugaa!

Lagian norak banget sih lo! Elo juga nggak sepolos itu kan?! You’ve kissed, your breasts have been sucked, you’ve seen penis, and you’ve seen it cum! Dia jg udah bilang kalo dia pun nggak bisa ngarepin dapetin cewe yg virgin kann? Come onn! What do you expect, then?! Don’t be so selfishh!!!



oBi one :

But I do keep “onderdil” gue for someone special!! :(

Yahh, sudahlah. Besok gue ngobrol lg sama dia. Td dia memilih utk menyudahi pembicaraan malam ini dan melanjutkan besok, ketika emosi gue udah mereda.

Do I have to regret that I told him the truth, about how jealous I am?! Gosh, I love him so much that makes me crazy jealous!



oBi two :

No regret! Itu kan salah satu proses belajar lo about how to speak your mind!



oBi :

That’s right. And I’m glad he’s honest. I’d rather this way drpd dia harus nutup2in. Yahh, kita lihat aja perkembangan nanti, apakah kita akan tetap bisa menerima satu sama lain, dengan segala kekurangan dan kelebihannya (yg tentu saja akan semakin terbuka seiring dengan berjalannya waktu).

Utk masalah ini, gue bisa terima. At least he doesn’t get arroused easily. Dia nggak ngelakuinnya dgn sembarang orang. He did it with someone special.



God, help us to do this, okay? It’s only the beginning. We still have a looong way to go. Sejak kami menjalin komitmen, baru lewat 4 hari loh. Tp aku nggak keberatan ngeluarin banyak air mata kok. Dengan begitu kan segala sesuatunya jadi lebih terbuka. Aku rasa konflik memang harus ada, either utk bikin hubungan semakin kuat, atau utk membuktikan that he’s not he one.



God, I thank you for my first tears...


Wednesday, July 06, 2005

Joint Horoscopes...



You and Raja can overcome any bumps on the road.



"If emotions were the ocean, the two of you would be at high tide, with water, water everywhere and not a drop to drink..."


Haha, itu kata Horoscope di Friendster!

Nggak penting sihh, cuma lucu aja. Iya, water everywhere, and not a drop to drink. Feeling udah kuat banget melanda seluruh pelosok relung hati kita (kampung!), tapi nggak bisa diapa2in, nggak bisa diungkapin and dilampiaskan, coz jauhhh! :(

Sunday, July 03, 2005

A New Commandment...



A new commandment I give unto you,

that you love another as I have loved you,

that you love one another as I have loved you.



By this shall men know you are my disciples

if you have love one to another.

By this shall all men know you are my disciples

if you have love one to another.

We've Only Just Begun...



(1)

We’ve only just begun to live,

white lace and promises,

a kiss for luck and we’re on our way.



We’ve only just begun to live,

white lace and promises,

a kiss for luck and we’re on our way.

And yes, we’ve just begun,



Reff :

Sharing horizons that are new to us,

Watching the signs along the way.

Talking it over just the two of us.

Working together day to day together.

We’ve only just begun.



(2)

Before the rising sun we fly.

So many roads to choose.

We start out walking and learn to run.



And when the evening comes we smile.

So much of life ahead.

We’ll find a place where there’s room to grow.

We’ve only just begun.



Reff :

Sharing horizons that are new to us,

Watching the signs along the way.

Talking it over just the two of us.

Working together day to day together.

We’ve only just begun.



(as song by Paul Williams)


All I Ask of You...



Raoul :

No more talk of darkness, forget these wide-eyed fears;

I’m here, nothing can harm you, my words will warm and calm you.

Let me be your freedom, let daylight dry your tears;

I’m here, with you, beside you, to guard you and to guide you.



Christine :

All I ask is every waking moment, turn my head with talk of summertime.

Say you need me with you now and always;

Promise me that all you say is true,

That’s all I ask of you.



Raoul :

Let me be your shelter, let me be your light;

You’re safe, no one will find you, your fears are far behind you.



Christine :

All I want is freedom, a world with no more night;

And you, always beside me, to hold me and to hide me.



Raoul :

Then say you’ll share with me one love, one life-time;

Let me lead you from your solitude.

Say you need me with you, here beside you,

Anywhere you go, let me go too,

Christine, that’s all I ask of you.



Christine :

All I ask for is one love, one lifetime;

Say the word and I will follow you.



Together :

Share each day with me, each night, each morning.

Say you love me! (You know I do)

Love me, that’s all I ask of you.



(from “The Phantom of the Opera” by Andrew Lloyd Webber)


Friday, July 01, 2005

Too Emotional...



He’s always on my mind...

From the time I wake up, till I close my eyes, he is everywhere I go.

He’s all I know...

And though he’s so far away, it just keep stronger everyday.

(from “Heaven Knows” by Rick Price)



Maaakk, tolooooonggg! I’m get into deep of this! Resee! Kmrn gue berhasil menenangkan emosi gue, stlh ngobrol berjam2 lagi sama dia, emosi gue lagi2 jadi meledak2!



Tadi gue ngobrol pas makan siang sampe mau makan malem lagi, haha! Jam brp tadi ya? Around 1 pm to 5.30 pm maybe? Pdhl udah 4 ½ jam, tapi anehnya, gue masih pengen lagii, dan lagii, dan lagii! Duh, dipelet kali nih gue! Haha!

Terlalu banyak kalo gue jelasin apa2 aja yg bikin gue ngerasa “I want him to be mine”. Pokoknya, the more I get to know him, the more I fall for him!



Sepertinya kita udah tau sama tau deh, bahwa kami sudah saling tertarik satu sama lain, dan bahwa kami mengharapkan suatu hubungan yg serius di antara kami berdua. Dua2nya kyknya udah punya harapan yang sama akan hubungan kami, yaitu suatu penjajakan menuju pernikahan. Duh, I hope dia bisa ngerti maksud gue. You know lahh, gue kagak pinter menyuarakan isi hati.

Tapi gue belon paham maunya dia, apakah kita start-nya waktu2 dekat ini ato setelah ketemu? Kyknya sih belon skrg, masih nanti2 lagi. Tapi ngeliat pembahasan ttg “long distance relationship” sihh, kyknya akan dirintis walaupun belum ketemu. Tapi jangan2 maksudnya yg long distance cuma persiapannya aja? Resminya tetep stlh dia balik? Duh, jgn2 nanti nggak ada kata “resmi” nih. Saking udah T-S-T.



Duh, bener2 deh. Urusan yg begini2 bener2 emosi yang maen! Rasio gue kayaknya udah makin nggak berfungsi! Mana pada dasarnya emang tumpul, jadi makin paralyzed gara2 beginian nih! Afeksi ini bahkan bikin gue bener2 bergairah. Imagining his warm hugs, his kisses, makes me arroused! ‘Set dah!

Bentar2, maybe I need some help...

Kalo ikut Kuis “Who Wants to be a Millonaire?”, gue akan pilih bantuan “Call a Friend”. Biasaa laahh, maybe I need sisi rasional yang lebih lagi nih, walopun ada resiko gue akan terlihat sangat bodoh!



“Hallo, bisa bicara dengan Kak Indah?”


Earth Calling to Obi!
Come On, Obi! Be Realistic!!



I’m so scared...

I’m scared for the feeling I have to a guy I met few days ago.

Semakin lama kok gue jadi semakin terlalu berharap yaa? Udah gitu Bang Raja omongannya suka jauh2 banget. Yah, gue sih jadi terbuai juga, apalagi (so far) apa yang gue harap dari seorang laki-laki utk jadi pasangan gue (yah at least pacar deh) ada semua di dia. Akhirnya, harapan2 gue jadi makin tinggi deh.



Mau tau harapan2 gue? Hmm, apa yaa? Gue juga nggak bisa jelasin sih. Hari ini dia nelpon lagi. Ini termasuk bahan bahasannya loh. Hihi, gue cerita gini kyk anak ABG yg lagi kasmaran nih! Pdhl sih emang lagi kasmaran, haha!

Oke, talking about harapan ya? Hmm, jujur aja gue berharap agak banyak pada hubungan antara gue dan Bang Raja. Banyak dalam arti, I want him! Oups! Obi, behave dong ahh! :( Abis gimana doong? Sebenernya banyak cowok2 yang lebih “real” yg juga menawarkan “relationship” sama gue. Tp selalu gue ngerasa ada yg kurang, yg bikin gue ngerasa bhw hubungan yg akan kami jalanin nggak akan sampe ke mana2. Kalo cuma buat temen mesra2an, cari2 perhatian, dll mungkin bisa sih. Tapi abis itu?

Kenapa kali ini gue ngerasa beda yaa? Kali ini gue ngerasa gue siap ngejalanin apapun! Termasuk tahap “relationship” yg serius, dlm arti hubungan yg memang mengarah ke pernikahan. Memang selama ini hubungan yg gue cari adalah hubungan yg serius, yg memang merupakan tahap penjajagan menuju pernikahan. Yah memang apapun bisa terjadi dalam tahap ini. Bisa aja hubungan kami kandas di tengah jalan. Tapi itu memang resiko yg harus dihadapi. Tahap pacaran memang salah satu proses seleksi menuju pernikahan bukan? Daripada cerai tengah jalan, mending putus pas pacaran tohh?



Hei, hei, hei! Kok makin jauh yaaa?

Kkrrkk! Kkrrkk! Earth calling! Earth calling to Obi!

Obii, back to reality pleaseee!



Tadi gue batal les sama Tante Katrin. Akhirnya gue curhat sm Alex di Boelat Cafe. Salah satu topiknya adalah ttg hal ini. Gue sedikit ditarik kembali ke bumi sama Alex. Kayaknya gue harus belajar sabar deh. Gue nggak boleh terlalu terbuai sm semua ini!

Iya sih, it’s all TOO GOOD TO BE TRUE!



Ada bbrp hal yg perlu gue jajaki terlebih dahulu.

Satu. About him! Gosh, I’ve just known him for less than a week! What can I expect?! Gue nggak tau gimana kesehariannya. Gue nggak tau apakah perasaannya dia ke gue is for real. Bisa aja dia bohong. Bisa aja dia tipe pria yang manis dalam merangkai kata, yg bisa bikin cewe2 jadi geleper2. Bisa jadi dia cuma kesepian dan kebetulan ketemu gue, teman baru yg bisa bikin dia nyaman. Bisa jadi dia jujur, tapi dia salah sangka terhadap perasaannya sendiri. Bisa aja dia cuma kagum ke gue akibat baca Profile and Testimonial2 gue yg byk menunjukkan kemampuan2 gue, which is dia suka banget. Bisa aja kan?

Dua. About me! Bener nggak sih gue sebegitunya ke dia? Apakah gue begini karena dia yg terbuka dgn perasaan dan harapan2nya, sehingga akhirnya gue diajak terbang ke angkasa ato karena memang perasaan gue yg tumbuh sendiri? Apakah perasaan gue kali ini nggak beda jauh dgn yg dulu2, di mana gue sangat menikmati ketika ada org yg perhatian ke gue? Apa ini cuma gara2 gue kesepian?

Tiga. About future! Kita mau ke mana? Apakah akan baik dampaknya kalo kita sudah memulai hubungan serius sebelum kita ketemu? Ato justru bisa bikin runyam? Apakah gue siap utk hubungan jarak jauh? Apa dia siap utk hubungan jarak jauh? Apakah udah ada cukup “trust” di antara kita, sementara pengetahuan kita antara satu sama lain masih sangat minim? Apakah sebaiknya menunda hubungan tersebut hingga di saat kita bertemu?



Semua pertanyaan di atas belon bisa gue jawab. Mungkin itulah yg harus gue cari tahu jawabannya.



Arrghh! Sebell! Kenapa sih harus begini?! Knp harus dia?! Kenapa sosok pria yang gue damba2kan munculnya justru nun jauh di sana?!?! Kenapa dia juga harus muncul sekarang, di saat gue telah memutuskan utk fokus menyelesaikan kuliah dan memulai arah karir gue?!?! Mungkin bener, gue harus banyak berdoa.

Tuhan, mungkinkah dia? Kalo memang dia jodohku, biar deh semuanya ini berjalan sebagaimana mestinya. Kalo ternyata bukan, tolong bukakan mata dan hatiku ya. Tuhan, beri petunjuk ya....


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...