Friday, July 08, 2005

First Tears...



oBi one :

Maaf ya, Bang. I can’t help it. Bukan bermaksud utk merusak suasana. Lebih baik aku diam dan tahan emosi. Kalo aku buka mulut pasti langsung nangis tersedu2.



oBi two :

Harapan lo tuh terlalu muluk2! Jaman seperti ini, mana ada pria yang tidak bermain2 dengan kelaminnya?? Belon pernah ML? Yahh, masih ada harapan deh. Tapi kalo belon pernah blow-job or hand-job? Come on Obi, GET REAL!!!!



oBi one :

OKE! OKE!! I’LL LEARN TO FACE THE FACT, YOU ASS***E!

Higzz, is it too much? :( Semakin hari tdnya gue ngerasa it is too much. Tapi ketika kenalan dengan Abangku satu ini, gue mulai ngarep yg macem2 lagi. Tapi begitu tau kenyataannya tidak seperti harapan gue, hehe belon apa2 gue udah terjatuh.



oBi two :

Elo bandel siih, dibilangin jgn sampe jatooh jugaa!

Lagian norak banget sih lo! Elo juga nggak sepolos itu kan?! You’ve kissed, your breasts have been sucked, you’ve seen penis, and you’ve seen it cum! Dia jg udah bilang kalo dia pun nggak bisa ngarepin dapetin cewe yg virgin kann? Come onn! What do you expect, then?! Don’t be so selfishh!!!



oBi one :

But I do keep “onderdil” gue for someone special!! :(

Yahh, sudahlah. Besok gue ngobrol lg sama dia. Td dia memilih utk menyudahi pembicaraan malam ini dan melanjutkan besok, ketika emosi gue udah mereda.

Do I have to regret that I told him the truth, about how jealous I am?! Gosh, I love him so much that makes me crazy jealous!



oBi two :

No regret! Itu kan salah satu proses belajar lo about how to speak your mind!



oBi :

That’s right. And I’m glad he’s honest. I’d rather this way drpd dia harus nutup2in. Yahh, kita lihat aja perkembangan nanti, apakah kita akan tetap bisa menerima satu sama lain, dengan segala kekurangan dan kelebihannya (yg tentu saja akan semakin terbuka seiring dengan berjalannya waktu).

Utk masalah ini, gue bisa terima. At least he doesn’t get arroused easily. Dia nggak ngelakuinnya dgn sembarang orang. He did it with someone special.



God, help us to do this, okay? It’s only the beginning. We still have a looong way to go. Sejak kami menjalin komitmen, baru lewat 4 hari loh. Tp aku nggak keberatan ngeluarin banyak air mata kok. Dengan begitu kan segala sesuatunya jadi lebih terbuka. Aku rasa konflik memang harus ada, either utk bikin hubungan semakin kuat, atau utk membuktikan that he’s not he one.



God, I thank you for my first tears...


No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...