Saturday, July 16, 2005

Is It Over?



Menyeramkan ya judulnya?

Yahh, gue rasa itu cukup menggambarkan keadaan gue dan Bang Raja.



Sungguh deh, gue bener2 nggak mau ini berakhir!

Awalnya gue yakin banget gue sayang sama dia. Tapi kok semakin lama gue semakin sulit memberikan buktinya kepada dia yaa? WHY?!?!



Apa ternyata gue salah ngebaca perasaan gue? Apa ternyata gue nggak serius sama dia? Apa perasaan kami berat sebelah? Lalu knp gue takuuuuuuuutt banget kehilangan dia? Lalu kenapa juga ketika dia memberi waktu utk “reconsider” selama seminggu gue mesti nangis? Gue ngebayangin apa yg harus gue lakukan ketika waktu seminggu itu ternyata akan berlangsung selamanya! Bahkan setelah pembicaraan berakhir dgn posisi gantung (thanks to me yang always speechless), gue hanya bisa bengong dan nangis di deket telepon selama hampir setengah jam? Apa artinya itu?


Kalo memang ternyata gue sayang, lalu kenapa gue sulit memberikan jaminan bahwa gue serius sama dia? Kenapa gue nggak bisa yakin kalo gue nggak akan main2 lagi dengan cowok lain? Kenapa gue nggak bisa yakin kalo gue nggak akan tertarik2 lagi dengan cowok lain ketika bersama dia? Sebenarnya kenapa?!?!



Apakah itu artinya gue masih kurang sayang sama dia?!

Ato sebenernya itu semua cuma masalah KEYAKINAN DIRI (as always)?!



Tuhan, ini nggak adil...

Kenapa tuntutannya begitu banyak sih?

Aku bener2 mau belajar dalam hal beginian. Aku belon pernah sama sekali menjalin komitmen dengan siapapun dlm hal perasaan begini! Aku nggak tau apa yang akan aku lakukan ketika dihadapkan pada contoh2 kasus seperti yang Bang Raja berikan. Aku tahu apa yang SEHARUSNYA aku lakukan, tapi aku kan nggak mau ngasih janji2 palsu! Teori aku tahu, tapi pada prakteknya, aku kan nggak bisa jamin apa yang terjadi ke depan!



Ini bener2 nggak adil...

Ketika gue baru memulai tahap pembelajaran, tuntutannya terlalu besar!!!

Aku nggak bisa memiliki keyakinan diri yang seperti itu dalam waktu singkat! Apalagi aku sendiri belon bisa memahami situasi dan kondisi yang sedang aku jalani sekarang.



Apa itu artinya aku belon siap?

Apa nggak boleh aku menjalani ini semua sambil aku belajar? Belajar semuanya! Aku ingin belajar berkomitmen! Aku ingin belajar untuk mengenali dan memiliki keyakinan terhadap diri sendiri! Selain itu, aku ingin dicintai dan mencintai. Tidak bolehkah, Tuhan? Apakah itu terlalu berlebihan? Apa aku tidak boleh mendapatkan itu?



Tuhan, apakah ini cobaan lagi dari-Mu?

Sungguh, ini terlalu menyakitkan...

Begitu indah awal yang Kau berikan.

Apakah harus berakhir seperti ini?

Maafkan aku, Tuhan, tapi aku tidak dapat menahan pikiran2 negatif yang muncul.

Apakah benar bahwa aku belon siap? Lalu kapan aku akan siap?

Apakah aku tidak akan pernah siap? Lalu kapan aku boleh merasakan dicintai dan mencintai? NEVER?

Selama 24 tahun lebih aku belum pernah merasakan rasanya dicintai dan mencintai seseorang. Hal ini cukup menghambat aku untuk memiliki keyakinan diri.

Maaf Tuhan, tetapi apa yang terjadi malam ini membuat aku semakin merasa sebagai manusia yang kerdil...

Lalu kapan aku layak menjadi orang yang dicintai?


No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...