Thursday, July 13, 2006

Proud of Myself!



You know what I just did?! Gue baru pulang ambil STNK sama BPKB-nya Altis, ON FOOT! Lumayaan, pp kira2 1,5 km. Hehe, I know, I know... Pasti muka kalian yang baca ini pasti mikir... SO WHAT GITU LOOCHH?! Maybe it sounds not important to you, guys. But it really meant something to me.



Don’t u recognize something happen with me nowadays? Yupe, gue lebih POWERFUL! Yeahh, walaupun tidak se-powerful Superman (geez, belon jadi2 nonton!), tapi sekarang2 ini gue lebih bisa mengontrol diri gue. Bukan hanya kontrol emosi, tapi juga kontrol perilaku. Akhir2 ini, gue berhasil memotivasi diri gue melakukan hal2 yang dari dulu malass gue lakukan, pdhl gue tahu I SHOULD do those things.



Need an example? Don’t worry, I’ll give you some.

Contoh tadi itu sederhana, tapi sekali lagi gue berhasil mendorong diri gue buat tidak memanjakan diri gue. Gue tahu naek mobil ke sana pasti akan jauh lebih cepet, lebih adem, and so on. Tapi stlh gue timbang2, toh gue lagi ada waktu, I’m not going anywhere today. So, gue pikir nggak ada salahnya sedikit “berbaik” hati terhadap badan gue. Badan ini makin lebam!



Contoh lainn, akhir2 ini gue berhasil memotivasi diri gue mengerjakan Skripsi dengan lebih giat. Yupe, kmrn gue baru nyerahin Bab 2 and Bab 3 ke Mas Danny. Bahkan waktu mau nyerahin ke kampus kmrn gue nyaris naek kendaraan umum (langka bgt buat gue!). Cuma berhubung gue nggak tau bakal pulang jam berapa, jd amannya mending bawa mobil aja dah.

Oh ya, mengenai kegiatan Skripsi ini, I kinda like it, u know. I’m getting enjoy it more and more. Dua hal bikin gue semangad. (1) Setelah berhasil melawan kemalasan sekali, gue happy. Dan mood gue naik terus. Semakin sukses ngelawan kemalasan, semakin semangad juga gue. (2) Gue semakin lama semakin menyukai topik2 Psikologi. Bbrp bulan terakhir ini gue jadi suka ketika gue menemukan hal baru dalam apa yg gue baca. Kalo dulu gue ngerasa nggak akan tahan berkarir di bidang Psikologi (krn nggak terlalu enjoy), sekarang gue malah kepengen!



Umh, bukti terakhir adalah dengan berhasilnya gue memotivasi diri gue untuk QUIT SMOKING! Bener kata Mbak Rama, yang penting dalam melakukan hal ini adalah MIND SET dan MOTIVASI. Gue setuju banget. Gue nggak percaya kalo gue nggak sanggup lakukan ini karena badan gue yg nagih. Gue nggak ngerti kalo orang bilang mulut asem kalo nggak ngerokok. Satu2nya yang nagih ketika orang berusaha berhenti merokok adalah PIKIRAN-nya!

Sama seperti orang yang mau berhenti gunain narkoba (aduh sebenernya dalam segala hal kalii), diceramahin abis2an sama orang2 sekitarnya nggak akan ngaruh. Dikurung kek. Dikasih sanksi kek. Yaah, mungkin bisa berhasil membuat orang itu melakukan apa yang orang2 di sekitarnya mau. Tapi itu untuk saat2 tertentu doang. Ketika mereka ada kesempatan, mereka akan lakukan terus.

Yang penting, gimana caranya bikin mind set mereka berubah. Kalo mereka disuruh berhenti karena itu ngerusak badan mereka, tapi yang dlm pikiran mereka berkata bahwa (jangankan badan) hidup mereka saja nggak berharga?! What are u gonna say?

Thank God I finally realized that hidup gue memang sangat berharga. Bukan hanya berharga buat diri gue sendiri, tapi juga buat orang2 yang gue sayangin dan menyayangi gue, yaitu keluarga, sahabat2, juga kekasihku.



Gue rasa ada beberapa hal yang berhasil membuat gue seperti ini. Di satu sisi, gue banyak belajar dari apa yg gue baca untuk bahan2 Skripsi gue. Sumpah mampus topik ini tadinya muncul inspired by murid2 gue. Tapi kenapa jadinya kena bgt ke gue juga yaa? Hiks, God is so good, rite? He really works in many ways.

Gitu deh. Sepanjang ngerjain Skripsi ini gue jadi banyak berpikir tentang 2 hal : POLA ASUH ORANG TUA sama EMOTIONAL INTELLIGENCE. Terimakasih gue bisa belajar sesuatu lagi dari sini.



Hal kedua yang mendukung pekembangan diri gue adalah hadirnya seseorang di sisi gue. Well, the term “di sisi” sih agak2 nggak tepat sih yaa. Tapi gitu deh! Nggak perlu dibahas juga kalee.

Walaupun ada hal2 yg gue nggak sreg dari dia, tapi harus gue akui bahwa memang orang seperti dialah yang gue BUTUHkan. Gue hampir pakai kata TEPAT, tapi takut salah ah. Fight after fight, gue belajar terus mengatasi masalah. Bahkan di perkelahian yang terakhir, gue bener2 DITAMPAR dan dipaksa untuk berpikir rasional.

Well, gue nggak bilang juga cara dia mengatasi gue sudah tepat 100%. Gue bisa aja mempermasalahkan yang kurang tepatnya ini. Selain gue tahu pikiran dia juga nggak akan terima itu, gue juga harus lihat kenyataannya. Hal itu memang bagus buat gue! Come on, orang lain aja care banget sama elo, why shouldn’t you?!



Thank you for all, my love. Thank you for your persistency (umhh, nggak juga ding, wong dia dikit2 nyaranin bubar). Yahh, mungkin thanks for ur stubbornity, hihi. Mungkin memang aku harus digituin. Maaf it took me soo long to realize that my life is worthy.

Jangan pernah bosan ingatkan aku, ya. Jangan cepeet nyerah dong. Namanya manusia kan belajar terus. Terimakasih buat jadi cambuk aku untuk belajar. I hope u learn something too from our relationship.

Tuhan dahsyat banget. Dia tahuu banget apa yg kita butuhin.

Above all, I want to thank you, Lord... for all you’ve done.



I love myself...

I love my family...

I love my lover...

I love people around me...

I love Thee...

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...