Sunday, September 17, 2006

Single vs In a Relationship



Sudah tepat 3 minggu status gue kembali menjadi Single. Tapi entah kenapa, gue belon sanggup ngerubah status di Friendster gue menjadi demikian. Hehe, pasti sebagian mikir itu nggak penting! Tp menurut gue, it really mean something.

Gue sendiri mencari tahu kenapa gue belon sanggup ngerubahnya. Gue nggak yakin artinya adalah gue masih berharap hubungan yang sudah kandas kemarin itu kembali berlanjut. No. Gue sudah tidak berharap demikian kok. Sebenernya bukan karena gue udah nggak sayang. Not at all! Still love him soo much! Tapi karena alasan tertentu, hubungan kita memang sudah nggak bisa berlanjut. Gue sadari itu. Makanya gue juga tidak berusaha merubah fakta bahwa kita udah nggak mungkin menjalani apa yang sebelumnya sudah kita rencanakan. Ibarat pepatah, “Cinta tak harus memiliki!” Hehe, basi abiss! Tapi mungkin emang iya kali yaa? Gue sih berprinsip, bahwa ketika kita memutuskan untuk nggak bersama seseorang, kita nggak perlu benci sama orang tersebut. Ternyata gue sanggup begitu. Gue pikir gue nggak akan sanggup kehilangan orang itu. Tapi ternyata kejadian juga. Walaupun sakitt banget ngebayangin impian yang sudah kita bangun bersama pupus begitu saja, tapi yahh mungkin Tuhan punya rencana lain yang lebih indah buat kita berdua.



Lalu kenapa doong gue belon sanggup ganti Statuss?? Yahh, mungkin karena gue belon siap untuk the next relationship? Iya kali yahh. Hati gue masih sakit banget. Kekecewaan gue amat sangat. Impian dan harapan yang sudah dibangun kandas begitu saja. Apalagi bukan karena apa2, melainkan karena pasangan kita memutuskan untuk berhenti berjuang untuk our relationship. Ternyata he doesn’t love me that much.



Entah di mananya bagian yang paling menyakitkan buat gue. Apakah karena ini adalah yang pertama buat gue? I’ve never been here before! Never loved someone this much! Nggak pernah ngerasa dicintai seperti itu! Bahagiaa rasanyaa. Dan amatt sangatt menyakitkan ketika menemui fakta bahwa ternyata semua itu hanya pikiran gue saja. Ternyata cinta yang gue terima selama ini semu?



Pernah ngerasain sayaang sama orang amat sangatt? Sakit yahh rasanya, begitu kita tahu orang tersebut nggak sayang sama kita in return? Rasanya mau menghilang dari muka bumii. Sekali lagi menemui fakta, seakan2 kita tidak layak dicintai.

Ever think of hurting yourself? Just wondering if someone still care.

Cara yang cukup efektif kan? Gue rasa yang peduli cuma keluarga gue. Yahh, walaupun keluarga gue nggak intim2 banget, tapi I know they care. Sisanya? Hell with everybody!



Saat ini, yang gue pikirin cuma keluarga gue. Gue lagi nggak peduli sama semua orang. Lagi nggak percaya sama semua orang. Orang2 di sekitar sih banyak. Tapi ngarepin perhatian yang tulus dari orang lain? Bleh!

Saat ini gue cuma pikirin target2 pribadi gue. I wanna do my best for myself and my family! Kenapa cuma itu? Karena gue rasa nggak akan ada lagi orang lain yang peduli terhadap keduanya, selain diri kita sendiri!!! Ya toh?!



Shiit! Nggak bisa dipungkirin, hati gue kesepian banget. Tapi, gue takut jatoh cinta lagi. Mungkin setelah ini, gue tidak akan memberikan hati gue sepenuhnya. Tapi apa bisa? Gue rasa itu memang cara gue sayang sm seseorang! Tapi bahaya yah kalo sayang gue itu berat sebelah. Akan sakit kayak gini lagi. Ahh, nggak tau deh kapan gue bisa percaya lagi sama orang.

Selain nggak percaya sama orang, gue juga jadi nggak percaya sama diri sendiri. Buat dapetin yang pertama ini aja penantian gue lamaa banget. Itu juga ternyata tidak seperti yang diharapkan. Masih mungkin nggak ada lagi yang datang? Yang lebih baik?



But someone told me, bahwa penantian kita nggak akan sia2. He encourage me to do as best as I could. Do it for myself, do it for everybody. Bener juga sih. Nggak ada ruginya berbuat baik setiap saat. Bukan karena mengharapkan “sesuatu”. Nggak ada ruginya kan bikin orang lain bahagia? Ketika bisa jadi berkat bagi orang lain, gue rasa itu anugerah banget.

Soo, selain wanna do my best for myself and my family, gue juga mau memberikan yang terbaik buat orang2 di sekitar gue. Imbalannya? Hmm, gue tahu Tuhan pasti akan ngasih yang terbaik buat gue.



God, thanks for this phase of life...



Shackled by a heavy burden, ‘neath a load of guilt and shame, then the hand of Jesus touched me, and I know I am no longer the same. Something happened and now I know. He touched me and made me whole. From glory to glory He’s changing me, from earthly things to the heavenlies. He is the potter, I am the clay. Mold me and make me, this is what I pray.

So as I face tomorrow, with its problems large and small, I’ll trust the God of miracles and give to Him my all. Something good is about to happen. Something good is stored for us. God will take care of me. God will take care of us.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...