Thursday, August 16, 2007

Asian Youth Choir 2007, Anak Muda yang Membanggakan

ASIAN Youth Choir 2007
Anak Muda yang Membanggakan

(http://www.kompas.com/kompas-cetak/0708/10/Musik/3752920.htm)

Sungguh luar biasa. Itulah kesan pertama saat menyaksikan pergelaran ASIAN Youth Choir atau AYC 2007 di Gedung Serba Guna Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, pada 27 Juli dan Usmar Ismail Hall, Jakarta, Minggu (29/7).

Kekaguman itu tidak mengada-ada. Pujian pantas diberikan kepada 30 pemuda-pemudi anggota AYC 2007, tidak hanya karena prestasi yang mereka capai, tetapi juga usaha yang mereka lakukan. Waktu persiapan yang begitu singkat, repertoar kelas dunia, anggota yang berasal dari beberapa negara di kawasan Asia, dan kendala bahasa dalam repertoar tentu bukan perkara mudah untuk mewujudkan sebuah paduan suara yang bagus.

Bisa dibayangkan, waktu yang tersedia untuk latihan hanya tiga hari. Malam sebelumnya, anggota yang sudah lolos audisi dan berasal dari Jepang, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Indonesia itu baru berkumpul, esok harinya mereka sudah dipacu untuk berlatih empat kali sehari, masing-masing dua jam. Pelatihan yang ekstra keras ini dilakukan selama tiga hari berturut-turut. Anggota AYC 2007 kali ini memang "kurang lengkap" karena Rusia, China, Taiwan, India, Korea Selatan, dan Malaysia tidak menyertakan delegasinya.

"Tentu saja melelahkan. Akan tetapi, apa boleh buat, waktu yang tersedia hanya itu. Idealnya ya diperlukan waktu sekitar satu minggu," tutur Widiana Hartanthi, Project Manager AYC 2007.

Ivan dan Budi

Programa untuk pergelaran di Bandung dan Jakarta memang dibuat sama. Pergelaran diawali dengan menyuguhkan Kyrie yang merupakan cuplikan dari Missa Papae Marcelli (Misa Paus Marcellus) karya Giovanni Pierluigi da Palestrina. Karya dari abad ke-16 dengan gaya contrapunkt ini membuat komposisi dengan enam suara itu mampu membawa penonton larut dalam suasana doa. Suasana inilah yang ingin dipertahankan dengan suguhan kedua, Stabat Mater, juga karya Palestrina, disusul Ubi Caritas karya Stephen Caracciolo.

Masih dalam suasana doa, yang menarik dari bagian pertama konser AYC 2007 ini adalah ditampilkannya karya putra bangsa, Ivan Yohan, berjudul Ave Maria. Ivan Yohan yang banyak bergiat di Cantabile Sanggar Paduan Suara-Bandung sengaja menciptakan karya ini dengan tingkat kesulitan tinggi. Arahnya, komposisi ini diharapkan mampu berdiri sejajar dengan karya-karya klasik dari mancanegara. Alhasil, lagu Ave Maria ini ikut membangun suasana. Akhir babak pertama disuguhkan Benedic anima mea Domino, karya Jaako Mäntyjärvi.

Babak kedua, sengaja disuguhkan karya-karya "profan". Diawali dengan Rain Chant karya Murray Schafer, disusul Läksin mina kesäyönä käymään (As I set off me summernight) karya Leevi Madetoja, Two unaccompanied Part Songs karya Frederik Delius dan Dubbin’s Flowery Vale karya Matti Kallio. Yang juga menarik dari babak kedua ini adalah ditampilkannya karya Budi Susanto Yohanes, Gai Bintang, sebuah lagu Madura yang berarti menggapai bintang. Budi Susanto sendiri selama ini tinggal di Malang dan sengaja membuat repertoar yang memiliki tingkat kesulitan tertentu untuk bisa disertakan dalam perhelatan kali ini.

"Saya senang karya saya bisa ikut ditampilkan dalam kesempatan ini," tutur Budi susanto seusai pergelaran di Bandung.

Bagaimana pun juga, kehadiran karya Ivan dan Budi dalam percaturan repertoar yang mendunia ikut membuat kita semua bangga.

Kiprah Indonesia

Atas AYC 2007, Indonesia pantas bersyukur. Inilah untuk pertama kali AYC diselenggarakan di luar Jepang dan yang dipilih adalah Indonesia. Pemilihan Indonesia sebagai tempat penyelenggaraan AYC 2007 tentu didasari kiprah negeri yang belum terbebas dari krisis ini dalam bidang paduan suara di tingkat internasional. Ini terbukti dengan makin banyaknya paduan suara dari Indonesia yang berhasil mengukir prestasi di ajang kompetisi internasional.

Awalnya, Asian Youth Choir (AYC) dibentuk pada tahun 1998 di Kota Niigata, Jepang. AYC dimaksudkan sebagai bagian Asia Culture Day. AYC sendiri merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun dan hingga kini sudah dilakukan lima kali di Jepang. Para penyanyi yang tergabung dalam AYC merupakan para penyanyi yang berusia 18-30 tahun dan berasal dari negara-negara Asia, yaitu Jepang, India, Rusia, China, Taiwan, Philipina, Malaysia, Singapura, Thailand, Korea Selatan, dan Indonesia.

Sejak awal, kegiatan AYC selalu berupa Music Camp dan konser-konser. Tahun 2000, mereka tampil dalam ASIAN Music Week di Yokohama.

Kepastian penyelenggaraan AYC 2007 di Bandung, Indonesia, muncul saat Batavia Madrigal Singers (BMS) mengadakan tur konser di Jepang akhir Juni lalu. Ivan Yohan dan Widiana Hartanthi adalah anggota BMS.

Jerih payah yang sudah dilakukan oleh anak-anak muda ini amat sangat menggembirakan dan membanggakan. (tonny d widiastono)

Wednesday, July 18, 2007

Terima Kasih Avip, Terima Kasih BMS (by Tonny D. Widiastono)

Tonny D Widiastono

(retrieved from http://www.kompas.com/kompas-cetak/0706/28/Musik/3631755.htm)

Terima kasih Avip Priatna. Terima kasih Batavia Madrigal Singers. Anda semua telah menjadi duta yang benar-benar mengangkat nama bangsa.

Kata-kata itulah yang bisa terucap seusai menyaksikan pergelaran kelompok Paduan Suara Batavia Madrigal Singers (BMS) bersama Orchestra Ensemble Kanazawa (OEK) dari Jepang, yang menyuguhkan karya Carl Maria von Weber, Missa Sancta No 1 in E flat major, J 224 Freischutzmesse, Jumat (22/6) pekan lalu di gedung konser Ishikawa Ongakudo, Kanazawa, Jepang.

Terima kasih secara khusus perlu disampaikan kepada Avip Priatna, yang dalam konser ini tidak hanya menjadi konduktor untuk Missa Sancta saja, tetapi juga untuk tiga karya Weber lainnya. Der Freischutz Overture, Invitation to the Dance; dan Clarinet Concerto No 1 in f minor Op 73, dengan solis klarinet Fumie Endo.

Ucapan terima kasih pantas disampaikan kepada Avip Priatna, konduktor BMS, dan anggota paduan suara. Mereka telah mengangkat bukan hanya nama kelompok BMS, tetapi juga nama bangsa Indonesia di dunia internasional. Apalagi di tengah situasi bangsa Indonesia yang masih terus dirundung duka dan bencana, prestasi Avip dan BMS sungguh memberi hiburan tersendiri.

Di belakang panggung, para anggota pun berangkulan, berlinang air mata haru. Mereka saling memeluk, saling mencium, mengekspresikan kegembiraan. "Terima kasih, terima kasih, terima kasih," sambut Avip sambil berlinang air mata saat menyambut ucapan selamat dari berbagai pihak termasuk anggota BMS dan OEK.

"Big success, big success," komentar sejumlah penonton di tengah tepuk tangan tak henti, membahana di gedung konser yang dibangun tahun 2001 untuk menghormati pejuang gigih di bidang musik klasik, Hiroyuki Iwaki (1932-2006).

Untuk menambah kepuasan penonton, BMS masih memberi imbuhan lagu O Ina Ni Keke, sebuah lagu daerah Minahasa. Mendengar lagu yang diaransemen oleh Buche ini, penonton pun cep, diam. Senyap menyelimuti seluruh ruangan gedung konser. Dan, para penonton pun larut dalam keindahan lagu ini. Sebelum konser, malam itu BMS juga menyuguhkan sebuah lagu dari daerah Tapanuli, Sik Sik Sibatumanikam, yang diaransemen oleh Pontas Purba.

Membahana

Tepat pukul 18.15, muncul empat anggota OEK—N Matsui (violin 1), N Takenaka (violin 2), Y Ishiguro (biola), dan A Osawa (cello)—di depan pintu masuk ruang konser. Kelompok tanpa nama ini menyeret kursi, membuat setengah lingkaran, dan "menghibur" para tamu yang sudah hadir dan masih menikmati jus jeruk atau kopi dengan menyuguhkan sebuah String Quartet No 1 First Movement karya Ludwig van Beethoven.

Ihwal penampilan Avip sejak awal sudah terasa menggigit. Suguhan pertama adalah Der Freischutz Overture, Invitation to the Dance; dan Clarinet Concerto No 1 in f minor Op 73, dengan solis klarinet Fumie Endo. Seluruh lagu pada babak pertama ini "dikomandani" Avip Priatna.

Memasuki babak kedua, sang master konser segera mengambil nada, lalu membahana Kyrie (bagian pertama Missa Sancta No 1 in E flat major, J 224 Freischutzmesse.) Setelah delapan bar, tampil Aning (Ratna Kusumaningrum) sebagai solo sopran, "Kyrie eleison, eleison, eleison, eleison…," alunnya, membuat siapa pun yang memahami arti kata-kata itu ikut merunduk, memohon ampun, merasa diri berdosa.

Tampilnya para solis lain, Fitri Muliati (sopran/mezzo sopran), Farman Purnama (tenor), dan Rainier Revireino (bas), di bagian-bagian lebih lanjut dari Missa Sancta ini membuat mahakarya yang lahir dari zaman peralihan klasik menuju romantik ini terasa sungguh amat indah.

Seperti Weber, banyak komponis besar juga ikut menciptakan ordinarium untuk misa suci bagi Gereja Katolik. Ordinarium yang diciptakan pun umumnya lengkap, dari Kyrie, Gloria, Credo, Sanctus-Benedictus, dan Agnus Dei. Khusus untuk Credo yang oleh Gereja Katolik di sejumlah tempat kini jarang dinyanyikan, oleh OEK dan BMS justru dibawakan dengan amat sangat bagus. Begitu pula Offertorium (persembahan) yang dalam karya ini dimaksudkan oleh Weber sebagai pujian, penghormatan kepada Tuhan atas pemahkotaan (coronation).

Bertaraf internasional

Hadirnya Avip Priatna menjadi konduktor di OEK dan tampilnya BMS diiringi kelompok orkes ternama dan di tempat bergengsi segera saja mengukuhkan kelompok ini bertaraf internasional. Memang, sejak tahun 2001, BMS memasuki dunia paduan suara internasional dan sering memenangi berbagai kompetisi di Tours, Perancis; diundang dalam Festival Paduan Suara Polyfollia di Normandia, Perancis; dan tampil dalam Festival Paduan Suara Internasional di Taipei.

Keterlibatan Avip Priatna dan BMS dengan OEK sebenarnya sudah terjadi sejak Oktober 2006. Saat itu, sekaligus untuk merayakan 250 tahun Mozart, kelompok yang terdiri atas kaum muda berbakat ini tampil bersama di National University of Singapore University Cultural Center Hall (23/10/2006) dan di Macau International Music Festival St Dominic’s Church (25/10/2006).

"Konser di Kanazawa merupakan kali ketiga saya menjadi dirigen untuk OEK. Yang pertama dan kedua di Singapura dan Macau itu," tutur Avip.

Tentang keberhasilan dan menanjaknya nama OEK, tidak lepas dari usaha gigih musikus Jepang bertaraf internasional. Dibangun tahun 1988, OEK sejak awal memang dirancang untuk menjadi sebuah orkes dengan anggota dari berbagai negara meski sebagian besar terdiri atas musisi Jepang.

Atas perjuangan Hiroyuki Iwaki pula, nama Orchestra Ensemble Kanazawa meningkat. Begitu pula nama gedung konser Ishikawa Ongakudo yang semakin mencuat dengan seringnya para musisi terkenal dari seluruh dunia hadir dan bermain di situ.

Untuk meningkatkan interpretasi para musisi Jepang yang tergabung dalam OEK saat memainkan karya-karya klasik, pihak manajemen tak segan-segan mengontrak sejumlah pemain asing, bahkan mengundang musisi dan dirigen tamu bertaraf dunia.

Misalnya saja, ada James DePreist, Dmitrj Kitajenko, Jean-Pierre Wallez, Salvatore Accardo, Mario Brunello, dan dalam waktu dekat menampilkan Jose Carreras, penyanyi tenor yang kian kondang karena tergabung dalam The Three Tenors bersama Luciano Pavarotti dan Placido Dominggo. Maka, jadilah OEK sebagai salah satu kelompok musik klasik bergengsi di Jepang.

Terima kasih Avip, terima kasih BMS. (Tonny D Widiastono, dari Kanazawa, Jepang)

Asian Youth Choir 2007

Asian Youth Choir

Asian Youth Choir (AYC) was founded in 1998 at Niigata Prefecture as a part of Asian Culture Days. It has been organized every 2 years and already 5 times since then. Singers are 18-30 years old from all over the Asian countries (Indonesia, India, China, Taiwan, Phillippines, Malaysia, Singapore, Thailand, South Korea, Russia and Japan). AYC is initially formed as a music camp and holds several concerts. In the year 2000 AYC had the privilege of performing a concert at Asian Music Week in Yokohama.

This year, AYC 2007 will be held in Indonesia as a substitute program for Asia-Pacific Youth Choir in Taiwan. Another reason is that in every AYC that has been done, singers from Indonesia has been many in numbers and are very active. Participants are not only singers but also composers, music teachers, etc.

Chifuru Matsubara, conductor

Chifuru Matsubara studied at Kunitachi Music College and Sibelius Academy in Finland also masterclasses under by Prof. Eric Ericson and Prof. Dan-Olof Stenlund.

He had conducted Finnish Radio Chamber Choir, Helsinki University Male Choir, Tapiola Choir, etc. He had been the guest conductor of Estonian Philharmonic Chamber Choir, Estonian National Male Choir, Latvia Radio Choir, Polish Chamber Choir, etc. He also led Choir Conducting Masterclasses in several European Countries.

Since 1987, he has been researching, restoring, and performing Finnish Gregorian Chant. He is the principal conductor of Tokyo Philharmonic Chorus since 1997.


The Choristers

Sopranos

Ade Ayu Anggraeini - Indonesia
Benedikta Ira Kristiyanti - Indonesia
Chee Hui Hui - Malaysia
Chikako Hino - Japan
Christine Maniar Tobing - Indonesia
Heidi Florence - Indonesia
Rita N.V. Hildemina - Indonesia
Seiko Okuda - Japan
Shirabe Aoki - Japan
Sri Winarni - Indonesia
Valentina Anggie Maharani - Indonesia

Altos

Fransiska Sarah Sylvania - Indonesia
Fumiko Kato - Japan
Hiroko Sasaki - Japan
Mako Ikeda - Japan
Minako Yamori - Japan
Takako Sasage - Japan
Yosefin Emilia - Indonesia

Tenors

Antonius Halawa - Indonesia
Arvin Zeinullah - Indonesia
Daniel Victor - Indonesia
Ivan Jonathan - Indonesia
Ivan Yohan - Indonesia
Lawrence Ng Swee Yong - Singapore
Masashi Kishimoto - Japan
Satriya Krisna - Indonesia

Basses

Antonius Dody Soetanto - Indonesia
Arjay Viray - Phillippines
Azarya Ega Odeta - Indonesia
Budi Susanto Yohanes - Indonesia
Nathanael Ahimsa - Indonesia
Novrian Widjaya - Indonesia
Tri Putra Simanjuntak - Indonesia

The Concerts

Friday, 27 July 2007
at 7.30 pm
GSG Unpar
Jl. Ciumbuleuit No. 94
Bandung

Sunday, 29 July 2007
at 7.30 pm
Usmar Ismail Hall
Jl. HR Rasuna Said
Jakarta

The Programme

Kyrie from Missa Papae Marcelli - G.P. da Palestrina
Stabat Mater - G.P. da Palestrina
Ubi Caritas - Stephen Caracciolo
Ave Maria - Ivan Yohan
Benedic anima mea Domino - Jaako Mäntyjärvi

Rain Chant - Murray Schafer
Läksin mina kesäyönä käymään (As I set off me summernight) - Leevi Madetoja
Two unaccompanied Part Songs - Frederik Delius
Gai Bintang - Budi Susanto Yohanes
Dobbin’s Flowery Vale - Matti Kallio

Tickets

Bandung

VIP - Rp 75.000,-
Regular - Rp 40.000,-
Student - Rp 25.000,-

Jakarta

VIP - Rp 100.000,-
Regular - Rp 50.000,-
Student - Rp 30.000,-

Reservation

For more information and ticket reservation please contact:

Cantabile

Jl. Boscha No. 12
Bandung
Phone +62 22 2031028 (Kristoforus)

Nana

Phone +62 811 229252

www.asianyouthchoir2007.com

Audisi Batavia Madrigal Singers (BMS)

BMS kembali membuka audisi anggota baru untuk semua jenis suara

PERSYARATAN :
- Usia 17 - 35 tahun
- Mampu membaca not balok
- Mempunyai latar belakang menyanyi di paduan suara
- Lebih disukai yang pernah mendapat bimbingan vokal secara intensif
- Tidak mengikuti lebih dari 2 kelompok paduan suara secara aktif
- Mau berkomitmen

MATERI AUDISI :
- Ambitus
- Interval
- Tes pendengaran dan prima vista
- Menyiapkan satu lagu, lebih disukai lagu klasik dan merupakan lagu solo

WAKTU DAN TEMPAT :
Minggu, 22 Juli 2007 / pk. 13.00
Minggu, 29 Juli 2007 / pk. 13.00

STUDIO MUSIK THE RESONANZ
Jalan Daksa V No. 4 Kebayoran Baru Jakarta Selatan
Telp. 7201918

INFORMASI DAN PENDAFTARAN :
Fani 70121312 / 0855-7833264

PROGRAM 2007 :
- MALAM RUSSIA, 22 AGUSTUS
- TEMBANG KEMERDEKAAN 24 AGUSTUS
- ART SUMMIT INTERNATIONAL FESTIVAL JAKARTA, 13-15 NOVEMBER
- CHRISTMAS CONCERT WITH MACAU ORCHESTRA :
JAKARTA, 14 DESEMBER
CINA DAN MACAU, 21 - 23 DESEMBER

http://bmsdanjco.blogs.friendster.com/bms_dan_jco/

Thursday, June 07, 2007

Why Am I Still Single?

Okay, this is gonna be an embarassing blog. Yes, a bad blog for my reputation. It might make me look pathethic, weak, lonely, or even too sentimental. But I really need to do this!

The question is : why am I still single? How could I’ve never had a real love relationship like other “normal” people had? Come on, that’s kinda weird for a 26 years old female, am I right?!? So, can u help me to answer this mystery of my life?

Well, I once had a relationship with a guy in New York. But I think it’s a weird one. I don’t say that was a playful relationship. It’s just not normal. Well, he’s an Indonesian, Batak as well. We’d had the relationship for more than a year, but we’d never met during the relationship! We started the relationship after he went abroad, and we broke up before the meeting plan came true. I only met his friends, his cousins, his brothers and sisters (with their partners), and his mother. But not him. *sigh* And that’s all I got. It’s still the best one so far (actually, it’s because I don’t have any other love story). Geez, was it the best I could have? Pathethic, huh?

Well, I don’t need any comment about my past relationship. It’s already passed. Don’t u dare judging it, especially when you don’t have enough information about the process and the exact situation. :)

Soo, back to the main topic. Can u help me by giving me ur opinion, guys? I’m so open to all opinion. Maybe there’re things I must change (only for a good reason, hehe). Physichly? Maybe about my weight? The way I dress? The way I look other people (many people get intimidated at the 1st meeting hihi)? Or any other things about my appearance? Psychologically? More humble? More friendly? More happy? Less sensitive? More independent? Or I need to do something about my daily activities? Anything guys. Please, speak up ur mind. Especially for you who has know me quite well.

Hope to hear from you, guys...

Wednesday, May 30, 2007

World Traveller...

Gile, taon ini kyknya jadi taon keliling Asia nih! Mau tauu jadwalnyaa?
19 Juni - 24 Juni : BMS diundang ke Jepang buat kolaborasi lagi sama Kanazawa Ensamble (yg Oktober kmrn kolaborasi sm BMS juga di Singapore and Macao), jd kita perginya jg ke Kanazawa-nya lah yaa.
24 Juni - 26 Juni : BMS extend ke Osaka (mumpung ada akomodasi gratiss, pasti ikut doongg!) Tdnya gue, Desilea, Mbak Inez mau extend ke Tokyo aja. Tp berhubung sampe tanggal segini belon ada kabar dr org2 yg di sana, makanya mending ikut yg udah pasti2 aja dehh.
26 Juni - 28 Juni : sebagian anak2 BMS (Me, Desilea, Mbak Anyes, Mbak Inez, Mbak Nana, Kak Ita, Ko Ivan, dll) bakal ke melanjutkan perjalanan lagi ke Hongkong. Sebagian malah masih lanjut lg ke Singapore sampe tgl 1 Juli stlh dr HK. But not me lah. Udah cukup jatoh miskin kayaknya, hehe.
12 Juli - 19 Juli : Terra Voce bakal berangkat ke Pataya, Bangkok buat ikutan Kompetisi. Entah apa namanya. Yg ini jadwalnya gue belon tau pasti.
November : BMS bakal ikutan event yg namanya "Art Summit". Ehh, ini di dalem ato luar negri yaa?
Desember : Macao Christmas Concert! Waah, kyknya ini bakal jd pertama kalinya gue nggak Natalan di Indonesiaa. Hiks, pertama kalinya Natalan nggak bareng keluarga?? Weew, bakal kayak gmn yaa? :(
Ahh, begitulah garis besar rencana2 perjalanan keluar negri gue taon ini. Jgn dikira gue bakal kaya raya ya ikutin event2 itu! Jangan salaahh! Bokek iyaaa. Krn mau berangkat gue jg pasti nyetor duit. Belon lagi belanja ato biaya extend. Uhh! Ayo, Obi! Kencangkan ikat pinggang!
Sbnrnya agak nyesek juga. Tabungan bisa berkurang sangat sangat drastis kalo udah ketemu beginian. Nyaris ludes malahan. Tp ya sudah lah ya. Nabung kan biar bisa dinikmatin juga. I wanna enjoy my life. Ada saatnya memanjakan diri dan menikmati jerih payah menabung.

Konser Meluluu!

Uhh, lately Konser melulu!

28 April : perform bareng Virtuoso Singers di Cantate Domino di Katedral

13 Mei : perform bareng Terra Voce di konser gabungan antara PSGSJ, Terra Voce, sm Twilite Chorus di Unika Atmajaya

27 Mei : perform bareng Batavia Madrigal Singers di Kodaly Night, kerja sama bareng Kedubes Hongaria (uhui, kyknya taon depan ke Hongaria nihh) di Usmar Ismail, Kuningan

8 Juni : Pre-Tour Concert-nya BMS sblm berangkat ke Jepang (enta di mana)

8 Juli : Pre-Tour Concert-nya Terra Voce sblm berangkat ke Bangkok (di Goethe Haus kyknya)

Weleh, welehh. Ya sutralah. Dinikmatin aja. Secara gue udah mulai bosen nyanyi klasik nihh. :( Toloongg!

Tuesday, May 01, 2007

Learning Lessons Between Relationships

(Was posted on Friendster Blog on May 1st, 2007)

Gue dapet ini dari e-mail gue.

The time immediately after ending a relationship can be painful, confusing and disorienting. So much energy has most likely been spent in first trying to make the relationship work and then in the process of ending the relationship. The time when a relationship actually ends can seem without focus or purpose. The tendency with most people is to distract themselves, become depressed, be consumed with anger for the other person or anger at themselves.

We feel that there is a destiny to each relationship. There is a divine hand helping to bring two people together. Sometimes a relationship is long term, sometimes short. But regardless of the length, all relationships come to teach us something important. The key to success in all relationships, long or short, is to be continually learning how to open our hearts.

The space immediately after ending a relationship can be a very valuable period in our lives. If a person distracts themselves or rushes into another relationship, the gifts and lessons of the previous relationship could be difficult to bring forth. A friend of ours ended a relationship of four years in which a child had been born. He described his life as a giant jigsaw puzzle which had dropped to the ground.

Some major pieces stayed together, others separated and went all over. He realized he could quickly gather the pieces and, before the puzzle was whole, begin a new relationship. He saw how, once a new relationship had begun, he would be building a new puzzle without the other one being complete. He realized he needed to take time and bring the broken puzzle to wholeness and this completion would open the door for the new.

The period between relationships is rich with lessons and growth. Focusing blame on either your partner or upon yourself will blind you to the divine lesson to be learned. Spend time in silence asking yourself why you were brought together with this person. What is the lesson to be learned? What were the gifts you were able to give in the relationship? What further gifts would you like to give in your next relationship? Then focus on gratitude that you could spend time with this person.

This relationship was a gift from the Universe given to both of you according to the highest wisdom of both of your needs. As you can feel your gratitude for the relationship, understanding and wisdom -- and therefore peace -- will come. In time your heart will truly open to the other person and you will feel the blessing of the relationship. The fact that the relationship did not last as long as you had hoped will cease to be of importance. The realization that you learned and grew and opened your heart will bless your entire life.

Hehe, ternyata cara gue nggak salah2 bgt kok ngatasin my failed-relationship kemaren. Hmm, not bad for the 1st-experienced person. :p

Tp nggak nyangka, butuh waktu sekitar 1/2 tahun utk sampai ke tahap ini. Mulai dr depresi, apatis, benci, rindu, jatoh cinta lagi, kecewa, sakit hati lagi, benci akut, dendam kesumat, sampe tahap forgiving.

Ternyata ada tameng yg lebih kuat drpd mikirin cara bales dendam, nge-reject telponnya, ato hapus nomer dr HP ato buang jejak2 bekas kehadirannya di keseharian gue. Ternyata itu cm semakin nunjukin betapa lemahnya gue di balik semua itu. Ternyata ada tameng yg lebih kuat dr semua itu : KASIH. :) Memang nggak gampang buat menanamkan ini dlm hati. Butuh proses. Tp once u've felt it, u'll see everything differently. :) Feel better afterwards.

Spend time in silence asking yourself why you were brought together with this person. What is the lesson to be learned? What were the gifts you were able to give in the relationship? What further gifts would you like to give in your next relationship? Then focus on gratitude that you could spend time with this person.

Ahh, that's old stuff. Kebetulan aja kepikiran lg pas baca e-mail itu. Kebetulan lately gue jg baru mendapat banyak berita ttg fakta2 lain ttg org tsb dr sumber2 yg terpercaya. Sst yg kalo gue dapatkan sblm gue sampai ke tahap ini, mungkin akan bikin gue jatoh sekali lagi. But now I'm so grateful for that phase of life.

Monday, April 23, 2007

Daftar Stasiun Radio di Jakarta dan Sekitarnya

Weww, gue nemu list stasiun radio di Jakarta dan sekitarnya! I need that. Soalnya gue kehilangan bbrp stasiun radio waktu pada dirubah2in dulu. Semoga berguna buat kalian juga.

  • Hardrock FM : 87.6 MHz [1]
  • Mustang FM : 88.0 MHz [2]
  • Arief Rahman Hakim (ARH-Global Radio) : 88.4 MHz
  • RRI Jakarta Pro 3 : 88.8 MHz [3]
  • Radio Utan Kayu : 89.2 MHz [4]
  • I-Radio : 89.6 MHz [5]
  • Elshinta : 90.0 MHz [6]
  • Cosmopolitan FM : 90.4 MHz [7]
  • Suara Gema Pembangunan Utama (SP FM) : 90.8 MHz
  • RRI Jakarta Pro 1 : 91.2 MHz [8]
  • Indika Milenia (Indika FM) : 91.6 MHz [9]
  • Radio Sonora : 92.0 MHz [10]
  • PAS FM : 92.4 MHz - Radio Bisnis Jakarta phone: 021 6339160 [11]
  • RRI Jakarta Pro 4 : 92.8 MHz [12]
  • Sentra Komedi : 93.2 MHz
  • MERSI FM : 93.9 MHz Bandar Dangdut Indonesia
  • Garda Asia Bumi (Woman Radio) : 94.3 MHz
  • U FM (Agustina Yunior) : 94.7 MHz [13]
  • KIS FM : 95.1 MHz [14]
  • Radio Alaikassalam Sejahtera Jakarta PT.(RAS FM) : 95.5 MHz
  • Smart FM : 95.9 MHz [15]
  • Radio Pelita Kasih (RPK FM) : 96.3 MHz [16]
  • Swara Rhadana Dunia (Radio A) : 96.7 MHz [17]
  • Radio Dangdut-TPI : 97.1 MHz
  • OTOMOTION Radio : 97.5 MHz [18]
  • Radio Kayumanis : 97.9 MHz [19]
  • Cakrawala Gita Swara : 98.3 MHz
  • Attahiriyah (ER Radio) : 98.7 MHz
  • Delta FM : 99.1 MHz [20]
  • Female Radio : 99.5 MHz [21]
  • Classical, News and Jazz (CNJ Radio) : 99.9 MHz [22]
  • Radio El-Gangga : 100.3 MHz - Bekasi
  • 101 Jak FM : 101.0 MHz [23]
  • Trax FM : 101.4 MHz [24]
  • Terik Matahari Bahana Pembangunan PT.,Radio Bahana 101.8 FM
  • Prambors FM : 102.2 MHz [25]
  • Camajaya Surya Nada, PT - Radio Camajaya : 102.6 Jakarta
  • Pop FM Jakarta : 103.0 MHz
  • Taman Mini, PT (D Radio) : 103.4 FM Jakarta
  • Pesona Gita Anindita, PT - Pesona FM : 103.8 Jakarta
  • IMAX - Community Radio FM 104.0 Cijantung - East Jakarta
  • Media Suara Trisakti,PT FM : 104.2 Jakarta
  • Trijaya Shakti,PT FM : 104.60 Jakarta [26]
  • RRI Jakarta Pro 2 (Pro 2 FM) : 105.0 MHz [27]
  • Niaga Chakti Bhudi Bhakti, PT - CBB FM : 105.4 FM Jakarta
  • Ramako Jaya Raya, PT - Ramako FM : 105.8 FM - Jakarta [28]
  • Sabda Sosok Sohor, PT - Radio Muara - : 106.6 FM Jakarta
  • Mitra Carita 16, PT - Music City (MC) : 107.5 FM - Cimanggis, Kab. Bogor
  • Suara Metro (Polda Metro Jaya) : 107.8 FM
  • Suara Melin Perdana,PT - 603 AM - KBR68H Jakarta [29]
  • Sekuntum Bunga Yonina,PT - 666 AM - Radio SBY Jakarta
  • Tona,PT - 702 AM - Batak's Radio Station - Jakarta
  • Gracia,PT - 720 AM Jakarta
  • Radio Suara As Syafi'iyah, PT : AM 792 Khz
  • Buana Komunika,PT - Radio Univ. Mercu Buana - 810 AM Jakarta
  • Puspa Dwi Cipta Swara,PT - 936 AM - P2SC Jakarta
  • RRI 999 AM Jakarta
  • Suara Multazam,PT - 1026 AM Jakarta
  • Siaran Pusat Cendrawasih,PT - 1062 AM Jakarta
  • Suara Mega Asri Indonesia,PT - 1080 AM Jakarta
  • Perkumpulan Mahasiswa Univ. Tarumanagara - 1098 AM Jakarta
  • RRI 1332 AM Jakarta
  • Ragesa Radio AM 1458 Khz
  • Hana Citra Swara Jakarta,PT - 1494 AM Jakarta

Sunday, March 11, 2007

Sepi....

(was posted in Friendster Blog on March 11, 2007)

Waktu menunjukkan 11.54 pm.

Sepi.

Pengen ngobrol sm ssorg.

Utak-atik PhoneBook HP.

Nggak nemu ssorg pun yg aku rasa cukup dekat buat ditelpon buat sekedar memecah rasa sunyi di hati.

Then again I realize, aku kan memang nggak punya sahabat. Temen banyak. Tp mana yg paling deket? Nggak ada.

I need them.

But they don't need me.

Everybody seems already has someone to rely on. Stp kali gue ngerasa udah deket sm ssorg, ternyata sptnya gue bukan siapa2 buat mereka. Kalo gue menghilang pun nggak ada yg nyariin.

Then, here I am...berusaha menghibur diri sendiri. Berusaha menanamkan dlm pikiran bahwa gue nggak butuh siapa2. Gue bisa survive walaupun nggak punya siapa2 di samping gue. Nggak usah cengeng mikirin hal2 kyk gitu. Pikirin aja masa depan.

Kadang2 maksa mikir kayak gitu berhasil. Tp kadang nggak. Apalagi ketika butuh temen buat berbagi, baik kesenangan walaupun kesusahan.

Knp nggak terbiasa2 ya? Pdhl dr dulu juga begini. Brengsek! Cengeng bgt jadi orang!!! Tololll!!!

Tuesday, February 27, 2007

Finally!

(was posted in Friendster Blog on February 27, 2007)

Christine Maniar Tobing, S.Psi.

Haha, sounds good, ritee? :D

Sumpah, gue sbnrnya bukan org yg gila titel. Apalagi kegiatan gue sebagian besar nggak bersentuhan langsung dengan Psikologi. Lulusnya gue sih sebenernya jg nggak terlalu berpengaruh drastis ke keseharian gue. Kerjaan dan kegiatan masih tetap seperti yg udah berjalan sebelumnya. Tp yah gue seneng aja, krn gue bisa segera maju ke langkah berikutnya.

Iya, iyaa...gue tauu ini sama aja kayak pindah dr mulut singa ke mulut buaya. Gue jg tahu tahap berikut dr kehidupan gue ini jg nggak akan lebih mudah. Tp yahh, at least gue melangkah.

Tapi...masalahnyaa, sekarang gue mau melangkah ke mana yaa? Nah loo... %&#@#$%!!

Saturday, February 17, 2007

Batavia Madrigal Singers 2006 (3 Videos)

Batavia Madrigal Singers on Tour (2006) : Singapore - Macao - France - Tolosa (Spain)
These videos are from the Macao Concert, with Orchestra Ensemble Kanazawa (Japan).


Sunday, February 04, 2007

Banjir? Yahh, Ada Sebab, Ada Akibat!

Jakarta kena musibah lagi! Sialnya, kali ini gue juga dikit2 kena imbasnya. Hari Jumat memang gue terpaksa ke kampus buat minta tanda tangan Mas Danny, sang pembimbing Skripsi gue, krn besoknya dia harus pergi keluar kota selama hampir 2 minggu. Pdhl gue butuh ttd dia utk bisa (catet!) DAFTAR SIDANG maksimal tgl 5 ini. Hehe, yupe! Finally, gue akan sidang akhir bulan ini! :)

Tapi ini keterlaluan! Masa gara2 tanda tangan doang (yg cuma butuh bbrp detik), dampaknya 24 jam lebih?!? Pagi2 gue memang nebeng Windo buat ke kampus. Gue nggak mau bawa mobil sendiri, melihat hujan yang tak berhenti2. Lagipula mobil Windo kan Kijang (oups, bukan iklann). Pagi2 aja ke kampus 2 jam. Kalo bukan krn gue yg butuh bgt, si Windo mah udah pengen balik aja. Coz temen2 kantornya juga banyak yg akhirnya balik pulang. Tapi yahh, demi guee, kita menembus segala kemacetan! Udah gitu, demi masuk Atma, gue harus melewati banjir sebetis di depan Atma. Hhh!

Ternyata, perjuangan nggak sampe situ aja! Jam 2an kita memutuskan utk segera pulang ke rumah. Windo gue suruh lewat HI, biar bisa masuk jalur cepet Sudirman (jalur lambat depan Atma udah nggak bisa ditembus!). Hasilnya? Gue nangkring di jalur cepet Semanggi selama 3 jam lebih! Iya laahh, wong si Windo kejebak di Sudirman! Mana aer makin naek, soalnya pintu aer Manggarai baru dibuka.

Selama 3 jam, gue berdiri aja di deket pos polisi bersama orang2 laen. Berdiri, dengerin iPod, kadang2 dengerin Radio ElShinta lewat HP, terus foto2 pake CamDig gue, hihi. Terus ngeliatin muka org2 yg berjuang melawan segala keribetan ini, dengan ngebayangin kira2 apa ya yg ada di pikiran mereka, kesulitan2 apa yg udah mereka hadapi, dan apa aja yg udah mereka korbanin gara2 bencana ini. Hehe, teteup lohh...observasi plus analisa! :p

So, akhirnya gue sama Windo putuskan utk nginep di kampus! Parkir mobil di Gd. Y Lt. 3B, then kita ke Plangi nonton "The Illusionist" (finally!). Abis itu belanja aer and roti ke Giant, terus bobo di mobil deh! Sempet disuruh tidur di bawah sm security krn takut diomongin orang. Bookk, kita Abang-Adek kalii. Hihi! Hmm, lucu juga kali yaa kalo bermalamnya sama pacar? Duw duw duw... *mesum*

Thenn, jam 7 pagi kita pulang. Jalanan sepiiww. Tapi depan RCTI, Graha Medika, Ranch Market, dst. memang banjir abis2an! Untung kita nggak salah pilih jalan!

Tadi pagi pas ngobrol2 sm Bokap, kita berdua ternyata punya kesimpulan yg sama. Bahwa memang semua bencana yg terjadi di Indonesia ini, kebanyakan memang kita sendiri (manusia) yg jadi penyebabnya! Paling cuma gempa bumi dan tsunami yg bener2 gejala alam!

Banjir? Ya iyalahh, tata kotanya ancur lebur berantakan. Daerah yg seharusnya nggak dibangun, dibangun juga! Kenapa? Krn org2 yg punya otoritas dapet untung! Nggak peduli kalo dampak buruknya akan menimpa org banyak. Yg penting gue sejahtera! Baca aja Kompas hari ini (3 Feb 2007), ada buku baru yang membahas kesalahan pembangunan kota di Indonesia. Kata Jo Santoso, "Keterpurukan kota-kota di Tanah Air sebagai akibat akumulasi kesalahan dari srangkaian kebijakan, strategi, dan pengembangan program perkotaan selama 25 tahun lebih." Dibilang juga "kebijakan pengembangan kota nyaris dikungkungi kepentingan elite semata, yaitu pemerintah dan pemodal." Bener banget!

Tanah longsor? Pencemaran udara? Anak SD juga tau kalo hutan tuh salah satu fungsinya ya buat mencegah yg gitu2an! Banyak lagi fungsi hutan lainnya. Duh, nggak usah gue jelasin kalii. Udah tau hutan tuh kita butuhin, tapi tetep aja ditilep seenak jidat! Ntar tiba2 katanya ditemukan sekian ton kayu gelondongan! Bullshit! Nggak mungkin itu dilakukan diem2! Tapi yahh, duit ternyata cukup utk bikin orang diem dan mengorbankan kepentingan orang banyak.

Apalagi? Kereta api? Haha! Katanya perusahaan merugi terusss, tapi kok pejabat2nya pada makmur2 buangett?

Soal kaki lima yg susah diberantas? Haha, ya iyalahhh! Jelas aja mereka berontak! Wong mereka ngerasa udah melakukan yang jadi kewajibannya (nyetor)! Jelas mereka akan menuntut haknya utk tetap bisa di situ! Yg perlu diberantas tuh Tramtib-nya!!

Ahh, demi kesejahteraan org2 tertentu, akhirnya semua org yg harus kena imbasnya. Parahnya, mentalitas yg kayak gitu bukan lagi cuma milik para petinggi2. Udah mendarah-daging bgt di org2 Indonesia. Pesimis bgt negara ini akan maju. Nggak mungkin bgt, selama semua org masih mikirin dirinya masing2. Mikirin diri sendiri gpp, tp jgnlah berusaha meraup untung sebanyak2nya, melebihi apa yg seharusnya.

Berantas yg gitu2an? Hehe, susah juga yaa? Saking mendarah-dagingnya, sampe2 kita udah nggak sadar mana yang salah, mana yg bener. Semua dimulai dr diri sendiri deh! Harus diakui, kadang2 kita sendiri ngerasa bangga kan kalo bisa melakukan sst yg melanggar aturan? Misalnya, sewajarnya kita harus "begini" dulu utk bisa "begitu", tapi krn kehebatan serta keberanian gue, gue bisa "begitu" tanpa harus "begini". Puas kan dengan bisa begitu? Nahh...

Yahh, ribet amat mikirin begituan. Tinggal pilih aja, go with the flow, or keep the idealism? I've chosen mine. How 'bout you?

Wednesday, January 10, 2007

Forgiveness

Entah kenapa, the term about Forgiveness sering muncul belakangan ini. Belum lagi luka2 yang lalu sembuh, muncul lagi hal baru yang jika gue biarkan, bisa melukai gue lebih dalam, jauh lebih dalam dibanding semua luka yang pernah terjadi dalam hidup gue.

Nggak mungkin gue ungkapin di sini. Too personal. Too personal that I tried to face it all by myself all these times. Sampai tadi malam, gue decide utk mencari bantuan dari orang lain.

Saat ini, gue pengen belajar how to forgive. Terlalu banyak keamarahan, kedengkian, dan hal2 sejenisnya yang gue kubur dalam2 di dalam hati gue. Mungkin orang2 di sekitar gue nggak sadar akan semua ini. Tentu saja! I'm so daamn good ngumpetin semua luka2 gue.

Tapi tanpa gue sadari, semua ini semakin menggerogoti gue sampe ke akar2nya. Karena sering "terluka" dari kecil, gue jadi terbiasa buat melukai diri sendiri. Karena takut malu diledek oleh temen2 sekolah karena tubuh gue yang tidak pernah kurus (alias gemuk) dan tangan kanan gue yg cacat, gue akhirnya seringkali terlebih dahulu membuka segala aib gue, and pretending I was fine with those things. Sedari kecil gue selalu ingin jadi orang pertama yang menertawakan diri gue sendiri (karena sakit rasanya ditertawakan orang lain). Saat itu gue merasa puas dengan coping tersebut. And gue terapkan semua itu dalam setiap sisi kehidupan gue. Hasilnya? Yupe, I'm good at laughing at myself! I'm good at finding my weaknesses! My weaknesses, that's all I see.

How bout my strengths? I don't know. I can't find, and I guess so does everybody around me. Semakin lama, gue semakin rapuh. Yahh, seperti orang2 dgn low self-esteem pada umumnya, gue cepet terluka. Setiap dikecewakan oleh orang lain (teman atau keluarga), yg ada gue semakin menyalahkan diri sendiri.

But God is so good. He care for me so much. Bbrp tahun ini gue dibentuk sama Dia. Gue dikasih begitu banyak "latihan" bbrp tahun ini. Semakin lama semakin berat. Dia juga menghadirkan orang2 tertentu dalam hidup gue, yang membuat gue semakin hari semakin bertumbuh ke arah yang lebih baik (Thanks, Kak Indah! Thanks, Bang Raja!). Terlalu panjang kalau gue tulis (maybe someday) bagaimana metamorfosa gue bbrp tahun ini. I'm much better.

Saat ini gue lagi get deal dgn rasa kecewa dan rasa sakit gue dlm urusan percintaan, seperti yg gue tulis dlm postingan "A New Start" kmrn. Semalam gue sadar, Tuhan lagi memberi gue "latihan" baru lagi. Gue shocked! Ini lebih berat dari urusan percintaan! Gue semakin sadar, sebaiknya gue cepat membereskan hati gue utk segala luka2 yang lalu, termasuk luka2 dari kecil, luka2 akibat kecewa urusan pertemanan, dan luka2 akibat urusan percintaan. Karena kalo tidak, gue bisa hancur berkeping2. So, I'm getting myself ready for everything.

Gue lagi nyari2 bacaan ttg forgivness nih. Ehh, nemu Web yg lumayan lengkap. http://www.forgivenessweb.com/

________________________________________

FORGIVENESS

© By Sherry-lynne Mitchell

Forgiveness is a conscious choice

It must begin first in your head

In an aware and planned way

Sometime change engenders dread

Sincerity involves the heart

Need to realize time to let go

Monsters live and thrive in the dark

Pain involved in having to grow

Prison caused by anger and hurt

Trust is not something that is free

Forgiveness is a conscious decision

Trust is destroyed for you and me

Will never be okay, never

Forgiving does not mean to say

What was done then, is now okay

Wasn't right when it was done

Forever it will not be right

Forgiveness does not change the past

Does not erase what was done then

The years are passing too fast

No consent for enabling

Time to move on with living

Thoughts are ever turning backward

Have been thinking of forgiving

When I have it all worked out

I shall write for you a letter

Leaving it for you to read

When I am gone, this is better

* * * *** *** *** * * *

9/8/2004

Tuesday, January 02, 2007

A New Start

(Posted at Jan 02, 2006 at Friendster Blog)

Finally, the "season" is over. Christmas and New Year has passed. Oh yaa, Merry Christmas and Happy New Year buat yg merayakannya, ya. Soo, how was it, guys? Did you do something special to celebrate the moment?

For me, actually, I didn't do something special to celebreate those occassions, especially the Old & New. Natal dan Tahun Baru gue kali ini sepii bgt. Gue nggak ngerayainnya sama sekali. Nggak ada mood sama sekali. Pas ngejalanin, gue nggak happy sama sekali. Nelangsa iya.

Tgl 25 pagi, mood gue udah drop gara2 sesuatu. Keterpurukan itu kebawa terus seharian. Sampe2 terjadi tragedi di hari itu (sebagian dari kalian mungkin tahu). Hari itu yg gue rasain adalah sedih, kecewa, maraaahh! Bahkan di hari Natal itu gue decided untuk TIDAK AKAN MEMAAFKAN SESEORANG. Menurut gue, maaf gue untuk dia sudah habis. Selama ini gue selalu nrimo diperlakukan kalopun diperlakukan tidak baik. Amarah juga sering gue pendam, demi menjaga suasana. Terbukti dari bbrp draft SMS di HP gue yg berisi ungkapan kemarahan, kesedihan, kekecewaan, yang tidak jadi gue kirimkan. Alasannya? Gue ngerasa percuma. Gue sampaikan pun orangnya nggak akan ngerti apa yg gue sampein. Yg ada suasana makin buruk.

So, entah kenapa hari itu mata gue lebih terbuka lebar. I can see clearly akan apa yg sebenarnya terjadi between us. That's it! No more forgiving! It's enough! Dulu dia pernah mengakui kesalahannya sampe nangis2, minta maaf dengan amat sangat, baik ke gue maupun ke Tuhan, bahkan sampe mohon ke Tuhan biar dia dikasih kesempatan ngasih unjuk perasaan dia yg sebenarnya ke gue. Kenyataannya? Bukan cuma gue yg digombalin! Tuhan juga dia gombalin! Begitu he got what he wanted, dia jilat ludahnya sendiri. Dia sudah lupa perkataannya dulu. Dia lupa niatnya dulu. Bahkan dia lupa utk tidak menyakiti orang lain. There he go, back to old habbit, kembali menyakiti orang lain (bukan hanya gue). Melihat itu, gue ngerasa nggak akan ada gunanya lagi gue maafin dia. Cukup 2 kali gue dicampakkan begini. It's more than enough!

Gue sebenernya serem sendiri. Boow, kenapa hari Natal gue malah marah2? Kenapa hari Natal hati gue malah penuh kebencian? But I tried to think the possitive way. Mungkin kemarahan itu merupakan bukti bahwa gue sudah merelakan dia pergi dari hidup gue. I don't want him back to my life, and ruin everything, especially my heart. Pertanda bahwa I'm ready for the next step (of my life, not his).

Hati udah siap. Sekarang tinggal action. Selama ini memang gue sudah decided untuk tidak akan menghubungin dia lagi (and I did it). Aksi real lainnya yg baru bbrp hr yg lalu gue lakukan adalah dengan menghapus nomor telepon dia dari HP gue (something that Ben had told me lotsa times before). Lebih dari itu, I don't even remember those numbers! Abis ini gue juga akan hapus dia dari Friendster gue.

I don't hate him. God, not at all. I still love him. But somehow now I realize that he's not the one I'm looking for. He's not the one God wants me to be with for the rest of my life. It's hurt to see that fact. It's really hurt. But I knooww it's the best for me, and also the best for him.

Irene ngasih unjuk sebuah SMS ke gue : "As children bring their broken toys with tears for us to mend, I brought my broken dreams to God, because He was my friend. But instead of leaving him in peace to work alone, I hung around and tried to help with ways that were my own. At last I snatced them back and cried, 'How can you be so slow?' 'My child,' He said, 'what could I do? You never let them go."

Uhhh, dalem banget nggak sihh? I realise, there're some cases we have to leave to God. Let him work with His own way. Selama ini gue sampe mohoonn2 banget ke bbrp temennya (hehe, kalo mereka baca juga pasti ngeh) utk mau jadi his real friend, yg nggak akan lelah mengingatkan dia kalo dia salah, yg nggak lelah2nya menjaga dia supaya tidak melakukan kesalahan yg sama (as he did to me). Sekarang? I don't care. I leave it to Him, the almighty.

I thanked God for everything I've been thru' for the past years. I thanked God for presenting him in my life. I get the happiness. I learned much! Mungkin di postingan berikutnya akan gue share bagaimana metamorfosa kepribadian gue in the pas few years. It's really amazing how God has mold me into a better person!

So, here I am. Ready for a new start. Ready for another phase of my life.

Then back to main topic, finally, I feel the joy of the "season", the spirit of Christmas, and a new commandment for the New Year. Walaupun kmrn ketika jarum jam semakin mendekati pergantian tahun, namun hati gue semakin nelangsa, entah kenapa kebahagiaan itu berangsur2 muncul sepanjang kebaktian bersama keluarga. Then, di akhir acara, gue share mengenai apa yg gue rasain dan gue dapat sepanjang tahun 2006 dan rencana2 tahun 2007, akhirnya yg keluar dr mulut gue adalah rasa syukur, syukur, dan syukur. Ketika bbrp waktu lalu gue ditanya sama Kak Indah "Jadi kesimpulannya, tahun 2006 itu tahun yg spt apa?" gue masih bingung jawabnya. Gue tahun I had to be gratefull, but it was really hard! I still remember the pains along the way. Tp entah kenapa, waktu itu gue dapat mengucap syukur dari hati yang paling dalam. Gue sungguh2 mengucap syukur utk semua yg sudah gue alami. Amazing. Also, for the first time in my life, gue tahu apa yang gue mau! Gue tahu apa2 saja yang ingin gue capai di masa yang akan datang, terutama tahun 2007. Never feel so sure about myself.

Ahh, gue nggak ngerti lagi deh gimana harus mengucap syukur buat semuanya. Jadii, inti (iyalah intinyaa, detailnya too personal kalee :p) resolusi 2007 gue adalah GIVING. Giving my best to myself, giving my best to others, and giving my best to God. So help me, God.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...