Tuesday, January 02, 2007

A New Start

(Posted at Jan 02, 2006 at Friendster Blog)

Finally, the "season" is over. Christmas and New Year has passed. Oh yaa, Merry Christmas and Happy New Year buat yg merayakannya, ya. Soo, how was it, guys? Did you do something special to celebrate the moment?

For me, actually, I didn't do something special to celebreate those occassions, especially the Old & New. Natal dan Tahun Baru gue kali ini sepii bgt. Gue nggak ngerayainnya sama sekali. Nggak ada mood sama sekali. Pas ngejalanin, gue nggak happy sama sekali. Nelangsa iya.

Tgl 25 pagi, mood gue udah drop gara2 sesuatu. Keterpurukan itu kebawa terus seharian. Sampe2 terjadi tragedi di hari itu (sebagian dari kalian mungkin tahu). Hari itu yg gue rasain adalah sedih, kecewa, maraaahh! Bahkan di hari Natal itu gue decided untuk TIDAK AKAN MEMAAFKAN SESEORANG. Menurut gue, maaf gue untuk dia sudah habis. Selama ini gue selalu nrimo diperlakukan kalopun diperlakukan tidak baik. Amarah juga sering gue pendam, demi menjaga suasana. Terbukti dari bbrp draft SMS di HP gue yg berisi ungkapan kemarahan, kesedihan, kekecewaan, yang tidak jadi gue kirimkan. Alasannya? Gue ngerasa percuma. Gue sampaikan pun orangnya nggak akan ngerti apa yg gue sampein. Yg ada suasana makin buruk.

So, entah kenapa hari itu mata gue lebih terbuka lebar. I can see clearly akan apa yg sebenarnya terjadi between us. That's it! No more forgiving! It's enough! Dulu dia pernah mengakui kesalahannya sampe nangis2, minta maaf dengan amat sangat, baik ke gue maupun ke Tuhan, bahkan sampe mohon ke Tuhan biar dia dikasih kesempatan ngasih unjuk perasaan dia yg sebenarnya ke gue. Kenyataannya? Bukan cuma gue yg digombalin! Tuhan juga dia gombalin! Begitu he got what he wanted, dia jilat ludahnya sendiri. Dia sudah lupa perkataannya dulu. Dia lupa niatnya dulu. Bahkan dia lupa utk tidak menyakiti orang lain. There he go, back to old habbit, kembali menyakiti orang lain (bukan hanya gue). Melihat itu, gue ngerasa nggak akan ada gunanya lagi gue maafin dia. Cukup 2 kali gue dicampakkan begini. It's more than enough!

Gue sebenernya serem sendiri. Boow, kenapa hari Natal gue malah marah2? Kenapa hari Natal hati gue malah penuh kebencian? But I tried to think the possitive way. Mungkin kemarahan itu merupakan bukti bahwa gue sudah merelakan dia pergi dari hidup gue. I don't want him back to my life, and ruin everything, especially my heart. Pertanda bahwa I'm ready for the next step (of my life, not his).

Hati udah siap. Sekarang tinggal action. Selama ini memang gue sudah decided untuk tidak akan menghubungin dia lagi (and I did it). Aksi real lainnya yg baru bbrp hr yg lalu gue lakukan adalah dengan menghapus nomor telepon dia dari HP gue (something that Ben had told me lotsa times before). Lebih dari itu, I don't even remember those numbers! Abis ini gue juga akan hapus dia dari Friendster gue.

I don't hate him. God, not at all. I still love him. But somehow now I realize that he's not the one I'm looking for. He's not the one God wants me to be with for the rest of my life. It's hurt to see that fact. It's really hurt. But I knooww it's the best for me, and also the best for him.

Irene ngasih unjuk sebuah SMS ke gue : "As children bring their broken toys with tears for us to mend, I brought my broken dreams to God, because He was my friend. But instead of leaving him in peace to work alone, I hung around and tried to help with ways that were my own. At last I snatced them back and cried, 'How can you be so slow?' 'My child,' He said, 'what could I do? You never let them go."

Uhhh, dalem banget nggak sihh? I realise, there're some cases we have to leave to God. Let him work with His own way. Selama ini gue sampe mohoonn2 banget ke bbrp temennya (hehe, kalo mereka baca juga pasti ngeh) utk mau jadi his real friend, yg nggak akan lelah mengingatkan dia kalo dia salah, yg nggak lelah2nya menjaga dia supaya tidak melakukan kesalahan yg sama (as he did to me). Sekarang? I don't care. I leave it to Him, the almighty.

I thanked God for everything I've been thru' for the past years. I thanked God for presenting him in my life. I get the happiness. I learned much! Mungkin di postingan berikutnya akan gue share bagaimana metamorfosa kepribadian gue in the pas few years. It's really amazing how God has mold me into a better person!

So, here I am. Ready for a new start. Ready for another phase of my life.

Then back to main topic, finally, I feel the joy of the "season", the spirit of Christmas, and a new commandment for the New Year. Walaupun kmrn ketika jarum jam semakin mendekati pergantian tahun, namun hati gue semakin nelangsa, entah kenapa kebahagiaan itu berangsur2 muncul sepanjang kebaktian bersama keluarga. Then, di akhir acara, gue share mengenai apa yg gue rasain dan gue dapat sepanjang tahun 2006 dan rencana2 tahun 2007, akhirnya yg keluar dr mulut gue adalah rasa syukur, syukur, dan syukur. Ketika bbrp waktu lalu gue ditanya sama Kak Indah "Jadi kesimpulannya, tahun 2006 itu tahun yg spt apa?" gue masih bingung jawabnya. Gue tahun I had to be gratefull, but it was really hard! I still remember the pains along the way. Tp entah kenapa, waktu itu gue dapat mengucap syukur dari hati yang paling dalam. Gue sungguh2 mengucap syukur utk semua yg sudah gue alami. Amazing. Also, for the first time in my life, gue tahu apa yang gue mau! Gue tahu apa2 saja yang ingin gue capai di masa yang akan datang, terutama tahun 2007. Never feel so sure about myself.

Ahh, gue nggak ngerti lagi deh gimana harus mengucap syukur buat semuanya. Jadii, inti (iyalah intinyaa, detailnya too personal kalee :p) resolusi 2007 gue adalah GIVING. Giving my best to myself, giving my best to others, and giving my best to God. So help me, God.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...