Wednesday, January 14, 2009

Another New Year's Resolution Part. 2

Ketika lg semangat nyusun strategi, tiba2 semangat gw ini dikuatkan lagi dr khotbah hr Minggu sore lalu. Pdt. Erwin Marbun menyentil kami semua ttg resolusi thn baru. Di hari ke-11 thn 2009 (hari itu) sudahkah kita mulai melangkah menuju resolusi yg kita cetuskan ketika pergantian tahun? Sudahkah kita mulai menyusun strategi menuju ke sana? Sudahkah ada langkah real? Ataukah kita masih saja menunda dan terbuai dan membiarkan hari2 berlalu begitu saja? Curiga kejadian tahun2 lalu berulang lagi.

Selain itu beliau jg mengingatkan agar langkah2 itu juga kita sertai dengan doa. Serahkah harapan2 kita kpd Tuhan. Gi
le nih amang ini selalu relevan sm gue. Bbrp thn lalu jg ada kejadian dia nelpon gw pas gw sedang berada dlm tahap penting dlm hdp gw. Dia mah mgkn gak sadar, tp dia udah jd berkat bgt bwt gw.

2 Kor 3 : 5
"Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri. Tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah."

Hey, I've done my first real step. Yesterday I gave myself a fitness membership for 14 months! Hoho, quite a lot of money, but I hope it's worth for something.

"Change your body, change your life!"

Another New Year's Resolution Part. 1

Kinda surprised finding that most of my resolution for this year are the most common new year's resolution for women (Cosmopolitan FM). Geez, still find it hard to reach those "standard" things.

Mudah2an taon ini gw bener2 bisa mencapai hal2 tsb. Udah sekian lama hal2 tsb terangkat ke permukaan ketika pergantian tahun. Selanjutnya? Tinggal wacana. Kalopun dikerjakan, belon sampe mendarah daging dan menunjukkan hasil yg cukup signifikan. I'm willing to make these things come true this year.

Okay. I'll try to share those here, hoping that would help myself.

1. Healthy Life!
a. Olah tubuh scr rutin.
* Gym Membership! Akhirnya ikut trend juga guweh, stlh slm ini keukeuh ngerasa akan useless. Tp skrg niat gw sudah berbeda! Missyy, I'm joining with youu!
* Dance Club Membership! Hiks, rindu masa2 bugar ketika rutin nari India. :(
b. Hentikan kegiatan2 yg destruktif buat tubuh. No further explanation. Just me and myself.
c. Turunkan 20 kg! This would happen this year! I'm serious! Be my witness!

2. Better love life! At least, tahun ini harus udah punya pacar. Masa udah 28 gandengan tangan aja blon pernah. :p Cukup realistis kan?

3. Make a better living. Kurangi kerja "serabutan" dan mulai bekerja pd less instansi.

4. Move out from home. I know it's not gonna be easy, since I've been depending on my parents a lot. But I need to learn, rite? I

5. Invest! Jadikan harta gw jd sesuatu yg bisa "berbuah" di jangka panjang.

6. Be a better person inside! I'm so aware of my weaknesses. Still trying to get out. Have been doing it for years. It's already get better, but still need much improvement. Dlm banyak hal.

Never had such optimistic about myself. Gw termasuk org pemalas yg gak punya target. Tp gw berusaha berubah thn ini. Gue akan siapkan energi utk berjuang. Semoga emosi2 positif ini bisa bertahan terus.

Teman2, bantu aku ya! Beri punishment ketika aku melanggar! Beri reinforcement ketika aku melakukan kemajuan! Yuukks, Psikoanalis bener dahhh. :p

Thursday, January 08, 2009

A Conversation....

This isnt an actual conversation. Just another form of "conversation" on Facebook.


Status Update :
******** is really amazed with very courages mothers di Acara Kick Andy barusan...what an inspiring episode..


Comments :

Christine Tobing at 1:40am January 3 via Facebook Mobile
Emang lagi bahas apa, Kak?

******** at 2:45pm January 6
Hi Christine dear... iya besoknya juga diputar ulang. Tentang beberapa ibu2 yang punya anak berkebutuhan khusus, tapi tetap bisa jadi anak yang hebat-hebat banget. Ada yang punya anak cacat fisik tapi punya website dan dapet uang dari orang2 yang masuk ke websitenya, terus ada yang anaknya menderita Autism tapi bisa sekolah S1-sastra Inggris Atma dan buat buku dalam2 bahasa, ada yang menderita Cerebral Palsy tapi bisa baca tulis dan bikin puisi, ada yang kena down syndrome tapi bisa jadi juara olimpiade bertaraf nasional. Duh hebatnya, aku jadi terharu dan merasa kagum sama semangat mereka, bisa menerima anaknya apa adanya bahkan mendukung sampai mereka bisa mengembangkan potensi yang mereka miliki. Gitu sayang...

Christine Tobing at 7:45pm January 6 via Facebook Mobile
Iya. Aku sempet liat cuplikannya stlh kk nulis. Mudah2an bisa nonton siaran ulangnya. Hoho, aku pasti nangis2 deh. :p
Btw, I'm sure u're also a wonderful mother. U're a wonderful teacher indeed.

******** at 11:46pm January 7
Iya kakak juga berderai2 ngeliatnya. Thank you atas complimentnya, tapi masih banyak kelemahannya koq, mudah2an bisa nyontoh 'semangat' ibu2 yang di acara itu, juga ketabahan dan kesabaran yang luar biasa. Jadi inget mama mu juga, she is also a wonderful mother yang menerima kamu apa adanya dan percaya akan kemampuan dan potensi yang kamu miliki. Salam mama papa ya..

Christine Tobing at 9:46am January 8 via Facebook Mobile
Huaaaaa, langsung berkaca-jaca niiihh! Gawat, gawat! Lagi di kelas!

_____________________________________________________

Yeaa, ritee. Gue langsung teringat sama ketabahan ortu gue menghadapi gue dengan segala kekurangan gue. Dalam hal ini kekurangan fisik gue. Jadi teringat banyak kejadian yg mengingatkan gue sama perjuangan mereka dalam membuat gue menjadi lebih baik.

Masih inget kejadian waktu gue kecil. Waktu itu gue diledek sm temen2 TK gue krn tangan kanan gue yang "berbeda". Mereka bilang gue polio. Dengan cool-nya gue melapor sama guru gue. Dengan cool-nya gue menjelaskan dan mempertegas bahwa tangan gue bukan polio, tapi.... bla bla bla. Ternyata guru gue lapor sama ortu gue. Dia kagum sama "kekuatan" gue menanggapi ledekan2 tersebut. Yeahh, gue mah nggak ngerasa tersakiti, tapi apa rasanya ortu gue ya?

Besar sedikit, gue lebih "sensitif". Mulai sebal dengan ledekan temen2 SD.

Semakin besar sbnrnya gak semakin kentara kelainan tangan gue. Tapi ketika melakukan kegiatan2 tertentu, bisa menjadi sangat terganggu. Salah satunya adalah ketika bermain piano.
Kakak yg statusnya gue comment-in itu merupakan guru piano gue selama 6 tahun. She's wonderful. Dia bener2 bikin gue lupa sama kekurangan tangan kanan gue. I feel so "normal". I didnt notice it at that time. Tp setelah bertemu sekian banyak guru, then I realize that she's one of my best teacher I've ever got.
Apalagi setelah itu gue pindah guru. I was so shocked. Guru baru ini secara jujur bilang ke gue sama ortu bahwa dia gak bisa menjanjikan apa2. Dia gak yakin bahwa dia sanggup mengajar gue dengan kekurangan yg gue miliki. Well, maybe she's right. Dia cuma menyampaikan fakta. Tapi mungkin cara penyampaiannya sih yg menurut gue kurang tepat, sehingga cukup membuat gue "terpukul" dan ngerasa gak punya harapan.

Belon lagi keinget segala pengobatan2 yg mereka usahakan buat gue. Sampe2 mereka bela2in cicil mobil (which is sebenarnya sangat mewah untuk kondisi keuangan keluarga gue dulu) biar bisa bawa gue fisioterapi keluar kota (ato pinggiran Jakarta kali, lupa) 2 x dalam seminggu.

Kebayang juga pilunya hati mereka ngeliat gue nangis2 ketika menjalani pengobatan yang menyakitkan. Setelah gue besar mereka baru bilang kalo tangis gue bener2 memilukan orang2, karena gue menangis tanpa suara. Gue berusaha gak melawan, walopun sakitnya bukan main. Air mata mah udah gak kelawan dah.

Mudah2an gak banyak air mata mereka terkuras buat gue. Thanks for everything, mom, dad. I'm sorry for the bad things I've ever done. Hope I can do more for both of you in the future.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...