Thursday, January 08, 2009

A Conversation....

This isnt an actual conversation. Just another form of "conversation" on Facebook.


Status Update :
******** is really amazed with very courages mothers di Acara Kick Andy barusan...what an inspiring episode..


Comments :

Christine Tobing at 1:40am January 3 via Facebook Mobile
Emang lagi bahas apa, Kak?

******** at 2:45pm January 6
Hi Christine dear... iya besoknya juga diputar ulang. Tentang beberapa ibu2 yang punya anak berkebutuhan khusus, tapi tetap bisa jadi anak yang hebat-hebat banget. Ada yang punya anak cacat fisik tapi punya website dan dapet uang dari orang2 yang masuk ke websitenya, terus ada yang anaknya menderita Autism tapi bisa sekolah S1-sastra Inggris Atma dan buat buku dalam2 bahasa, ada yang menderita Cerebral Palsy tapi bisa baca tulis dan bikin puisi, ada yang kena down syndrome tapi bisa jadi juara olimpiade bertaraf nasional. Duh hebatnya, aku jadi terharu dan merasa kagum sama semangat mereka, bisa menerima anaknya apa adanya bahkan mendukung sampai mereka bisa mengembangkan potensi yang mereka miliki. Gitu sayang...

Christine Tobing at 7:45pm January 6 via Facebook Mobile
Iya. Aku sempet liat cuplikannya stlh kk nulis. Mudah2an bisa nonton siaran ulangnya. Hoho, aku pasti nangis2 deh. :p
Btw, I'm sure u're also a wonderful mother. U're a wonderful teacher indeed.

******** at 11:46pm January 7
Iya kakak juga berderai2 ngeliatnya. Thank you atas complimentnya, tapi masih banyak kelemahannya koq, mudah2an bisa nyontoh 'semangat' ibu2 yang di acara itu, juga ketabahan dan kesabaran yang luar biasa. Jadi inget mama mu juga, she is also a wonderful mother yang menerima kamu apa adanya dan percaya akan kemampuan dan potensi yang kamu miliki. Salam mama papa ya..

Christine Tobing at 9:46am January 8 via Facebook Mobile
Huaaaaa, langsung berkaca-jaca niiihh! Gawat, gawat! Lagi di kelas!

_____________________________________________________

Yeaa, ritee. Gue langsung teringat sama ketabahan ortu gue menghadapi gue dengan segala kekurangan gue. Dalam hal ini kekurangan fisik gue. Jadi teringat banyak kejadian yg mengingatkan gue sama perjuangan mereka dalam membuat gue menjadi lebih baik.

Masih inget kejadian waktu gue kecil. Waktu itu gue diledek sm temen2 TK gue krn tangan kanan gue yang "berbeda". Mereka bilang gue polio. Dengan cool-nya gue melapor sama guru gue. Dengan cool-nya gue menjelaskan dan mempertegas bahwa tangan gue bukan polio, tapi.... bla bla bla. Ternyata guru gue lapor sama ortu gue. Dia kagum sama "kekuatan" gue menanggapi ledekan2 tersebut. Yeahh, gue mah nggak ngerasa tersakiti, tapi apa rasanya ortu gue ya?

Besar sedikit, gue lebih "sensitif". Mulai sebal dengan ledekan temen2 SD.

Semakin besar sbnrnya gak semakin kentara kelainan tangan gue. Tapi ketika melakukan kegiatan2 tertentu, bisa menjadi sangat terganggu. Salah satunya adalah ketika bermain piano.
Kakak yg statusnya gue comment-in itu merupakan guru piano gue selama 6 tahun. She's wonderful. Dia bener2 bikin gue lupa sama kekurangan tangan kanan gue. I feel so "normal". I didnt notice it at that time. Tp setelah bertemu sekian banyak guru, then I realize that she's one of my best teacher I've ever got.
Apalagi setelah itu gue pindah guru. I was so shocked. Guru baru ini secara jujur bilang ke gue sama ortu bahwa dia gak bisa menjanjikan apa2. Dia gak yakin bahwa dia sanggup mengajar gue dengan kekurangan yg gue miliki. Well, maybe she's right. Dia cuma menyampaikan fakta. Tapi mungkin cara penyampaiannya sih yg menurut gue kurang tepat, sehingga cukup membuat gue "terpukul" dan ngerasa gak punya harapan.

Belon lagi keinget segala pengobatan2 yg mereka usahakan buat gue. Sampe2 mereka bela2in cicil mobil (which is sebenarnya sangat mewah untuk kondisi keuangan keluarga gue dulu) biar bisa bawa gue fisioterapi keluar kota (ato pinggiran Jakarta kali, lupa) 2 x dalam seminggu.

Kebayang juga pilunya hati mereka ngeliat gue nangis2 ketika menjalani pengobatan yang menyakitkan. Setelah gue besar mereka baru bilang kalo tangis gue bener2 memilukan orang2, karena gue menangis tanpa suara. Gue berusaha gak melawan, walopun sakitnya bukan main. Air mata mah udah gak kelawan dah.

Mudah2an gak banyak air mata mereka terkuras buat gue. Thanks for everything, mom, dad. I'm sorry for the bad things I've ever done. Hope I can do more for both of you in the future.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...