Tuesday, February 10, 2009

Hates Sogo Jongkok!

Besok hari Selasa. Sogo Jongkok berhasil membuat gue membenci hari Selasa! Bagaimana bisa gak benci? Pedagang2 itu menggelar dagangan mereka di sepanjang jalan depan rumah gue setiap hari Selasa! Jalanan depan rmh yg pjgnya mgkn hmpr 200 mtr plus puluhan mtr lagi stlh belokan disulap sekejap jadi pasar malam!

Dimulai sekitar jam 4 pm, para pedagang sudah mulai berdatangan. Sblm jam 5 mereka sudah mulai menggelar barang2 dagangan mereka. Sblm mahgrib mereka akhirnya sudah mulai berdagang.

Pada awalnya mereka masih menyisakan space utk mobil lewat, hanya berjualan pd 1 sisi. Skrg? Boro2! Jalan kaki aja mesti nyelip2!
Dulu jam 10 mereka sudah beres berjualan. Skrg? Jam 11 juga blon beres! Apalagi kalo menjelang hari raya! Wiihh!

Dampaknya? Setiap kali pulang, kami2 yg punya mobil di spjg jln itu harus memarkir mobil jauhh, dan dipaksa utk tetap terjaga, krn kami masih punya "PR" utk memasukkan mobil di tengah malam. Betapa melelahkannya aktifitas kami seharian takkan mampu membuat kami punya hak utk "pulang" ke rumah kami sendiri. Hampir aja mereka rubah hari ke hari Sabtu! Woow, kalo itu mah bukan hanya menghalangi kami pulang, tapi juga menghalangi kami punya tamu di saat weekend! No way!

Kami, org minoritas (baik segi agama maupun suku) di daerah situ seakan2 semakin jadi musuh masyarakat dgn kecerewetan kami. At some cases, I hate when my parents always complain and talk frankly when they dissagree with something. Kyknya bawaan darah Batak kali yee. Tp utk urusan ini, gue membela mereka. Kalo bukan kita sendiri yg ngebela hak kita, terus siapa lagi??

Di ujung jalan sana ada yg lbh oke lagi. Dia bisa obrak-abrik barang dagangan. Hasilnya? Bahkan motor parkir pun gak mengganggu akses pagernya. Ada juga yg melaporkan bhw di tmpt itu mereka jual DVD Porno. Sempat ada pedagang yg ditangkap polisi.

Pernah juga sekitar 3 kali seluruh rumah di sepanjang jalan itu mati lampu ketika mereka berjualan. Gue curiga antara over loaded ato mereka nyolong listrik. Mereka semua pake lampu, euy! Dari mana pula datengnya?

Mohon maaf, gue sangat mengerti kebutuhan ssorg utk mencari nafkah. Tp gw tidak akan membenarkan ketika cara mereka mencari nafkah adlh dgn mengambil hak org lain! Apa yg membuat mereka lebih berhak atas jalan itu dibanding kami penduduk situ yg hmpr bisa dipastikan membayar pajak lbh besar utk jalan2 itu?

Gue lebih sebel sama Karang Taruna ato apapun namanya sang event organizer. Knp jg gak bisa lebih cerdas? Di ujung jalan sana ada tanah kosong yg bisa dipake! Kurang besar? 50 mtr dr jalan gue ada LAPANGAN BOLA, sintiiing! Doyan amat sih ngeganggu orang?!?

Ditambah lagi, dgn asiknya dia pungut bayaran dr para pedagang, yg akhirnya memberi para pedagang itu "hak semu" akan wilayah itu. Sama lah kyk pedagang kaki lima. Ehh, ada lagi! Si Bang Ucup sang manager event organizer ini (gpp lah sebut nama, kyknya dia gak bakalan punya Facebook juga :p) dan keluarganya menyediakan lahan parkir di halaman rumahnya dan memungut bayaran parkir! Luarrr biasaa!

Aaarghh, what should I do?! Mereka mengganggu 15% hari2 gue dlm setahun. Bicara ttg hak dan kewajiban sama sang manager? Yak yuuuks! Kali deh bisa.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...