Tuesday, March 17, 2009

Is It Too Much For a Friendship?

Have u ever feel dissapointed? In a relationship? Do u realize that friendships also take big part of our journey in life?

Just curious what other people think of a friendship, what defines it. How do u differ the not friend, friend, best friend? What do u expect of such a relationship? Any hopes? Any sacrifice needed? Any rules? Any ethics? Any commitment? Any special behavior? Anything for granted?

Gue gak tau. Knp "gue merasa" (meaning : berdasarkan persepsi gue, artinya bisa aja salah) seringkali kecewa utk urusan satu ini. Mulai dari pertemanan sejak kecil.
1. Kecewa ketika mulai hitung2an jumlah kunjungan ke rumah masing2. I've visited her house for many times, but she (until now actually) never done that.
2. Kecewa ketika seorang sahabat menelantarkan gue ketika habis JJS (Jalan-Jalan Sore), pdhl wkt itu gw mau ikut karena dia menjanjikan abangnya akan mengantarkan gw pulang. Fakta? She even didnt ask for it!
3. Kecewa ketika seorg sahabat memilih utk lebih dekat dgn org lain selain gw. Pdhl dia bisa kenal org tersebut jg karena gue.
4. Kecewa ketika 2 org sahabat yg gw kira benar2 peduli sm gue, mengingat frekuensi komunikasi yg amat sangat intensif, ternyata sama sekali tidak peduli sama gue. Ketika mereka memulai sebuah hubungan asmara (elah, intinya jadian, kalo kata anak ABG), di hari berikutnya mereka menghilang dlm sekejab! No contacts, AT ALL! Komunikasi berikutnya? Di hari putusnya mereka, which is sekitar setahun berikutnya. Haha, naif sekali kaw, Obii. Apa yg bisa kau harapkan dr ssorg yg cm butuh sorg perantara instead of sorg teman. Hhh, so deceiving. They seemed care so much.
5. Kecewa ketika mendapati org2 yg gw butuhkan utk berada di samping gue ternyata tidak merasakan hal yg serupa.
6. Kecewa ketika sorg teman yg (lagi2) menurut gw cukup dekat, mengingat frekuensi kami menghabiskan waktu bersama yg cukup tinggi, bahkan tidak mau meng-approve testimonial gue (jaman frensteran dulu), ntah krn alasan apa. Pdhl apa yg gw tulis sama sekali bukanlah hal yang buruk. Adakah alasan ttt untuk menutupi suatu kedekatan pertemanan?
7. Kecewa ketika sorg teman yg menurut gw adlh termasuk org yg paling dekat dgn gw, sekitar 2 thn terakhir seolah2 membatasi diri utk menghabiskan waktu bersama gw. Ketika sedang dekat2nya, setiap hari dijalani bersama. Di waktu luang, kami (dan teman2 lainnya) melipir bersama. Skrg perbedaannya sangat signifikan. Tidak pernah lagi ada kata "Yuk" keluar dr mulutnya. Setiap rencana yg dibuat sudah tidak pernah melibatkan gue di dalamnya. Pdhl kalau kondisi masih sama, semuanya pasti akan kami lakukan bersama2. Skrg? Seakan2 gw tidak kenal dgn semua teman2nya. Kenyataannya, they used to be the ones I was spending my free-time most.
8. Kecewa ketika diberi harapan palsu. Ssorg yg berkali2 sempat membuat gue merasa dibutuhkan dan cukup spesial. Ketika gw sudah menyatakan kesediaan atas permintaannya, ternyata dia menghilang. Ternyata gue sudah tidak dibutuhkan. Sudah ada org lain utk memenuhi kebutuhannya, yg mungkin sbnrnya org utama yg diharapkannya. Ohh, ternyata gw cuma pemeran pengganti tooh...
9. Kecewa ketika gue mendapati bahwa gue sama sekali bukan hal penting dlm kehidupan ssorg yg (teteeup) menurut gue sempat cukup dekat dgn gue. Menurut gue pertemanan kami cukup unik, dimulai sejak 10 mnt awal perkenalan yg belum apa2 sudah berkonflik dan nyaris memutuskan hubungan pertemanan yg bahkan belum juga dimulai. Kejadian2 ajaib lainnya seolah2 terus2an menyertai hubungan pertemanan kami. Bahkan kami juga mengalami fase putus-sambung akibat perselisihan. Untuk diketahui, dia adlh org yg suka mengekspresikan hati, pikiran, ide, refleksi, dll. dlm bentuk tulisan. Namun lagi2 gue kecewa karena dari ratusan halaman yg dituangkannya dr kehidupannya, tak sedikitpun aku berada di dalamnya. Setiap apa yg sudah kami alami, terkadang berharap itu memberi sedikit saja dampak dlm kesehariannya. Setiap perbedaan pendapat yg terjadi, terkadang berharap itu memberi sedikit saja refleksi dlm dirinya. Setiap kebaikan yg kulakukan, terkadang berharap itu memberi sedikit kebahagiaan dalam dirinya. Ataupun sebaliknya akan kejahatan yg kulakukan. Namun ternyata gw salah. Bahkan utk org sedetail dia, kehadiran gw ternyata masih belum terdeteksi. Maybe I think too much of myself.

Lelah.
Lelah berharap.
Lelah kecewa ketika harapan2 gue tak terpenuhi.
Persetan dengan segala kebutuhan2 sentimentil itu!

Saat ini gw sudah cukup bahagia dgn org2 yg selalu bersedia menghabiskan waktu luangnya bersama gue. Walopun jarang sekali berbicara soal hati (yg biasanya gue jadikan alat ukur penting dlm mendefinisikan teman dekat), tp saat ini gw cukup merasa senang dgn adanya hal2 sepele seperti misalnya SMS2 atau telpon2 singkat, "Di mna bi", "Bi ditunggu di.....", "Ngapain lu cong", "Ehh, apalagii pulang jam segini?", etc. So simple, but at least aku tahu aku ada. Guys, thank u for all the fun, all the laughs, trimakasih juga utk segala ketololan yg sudah kita lakukan bersama, hehe.

Selain itu, gw jg cukup bahagia krn di luar sana gw tahu ada org yg peduli sm gue. Dengannya gw belajar memahami arti baru sebuah persahabatan. Tak perlu menghabiskan terlalu banyak waktu bersama. Tak perlu ada komitmen apa2. Tak perlu ada special occassions. Tak perlu ada kewajiban2 tertentu. Banyak hal yg tdnya gue anggap penting, sama sekali gak penting baginya. So, jgn pernah berharap mendapatkan hal2 tengil kyk gitu terhadap dia. Tp gw tahu dia peduli. Gue tahu dia bersedia meluangkan hati dan pikiran ketika gue butuhkan. Gue juga tahu gue juga memiliki arti penting dlm perjalanan hidupnya. Thanks for everything, Sis...

Di sini jg gue ingin meminta maaf jika gue juga bukanlah sorg sahabat yg baik. Dengan segala keegoisan gue, kecuekan gue, gue yakin gw jg bukan org yg pandai membuat org lain merasa berharga. So, forgive me for not being a good BFF type. Sori gue karena gak pernah inget ulang tahun, gue bukan pemberi yang baik, dan segala kekurangan gue yang mungkin kurang bikin betah, haha.
javascript:void(0)
Well, di bawah ini gue akan tag org2 yg pernah atau masih menjadi org2 yg penting dalam keseharian gue. Masih dipertimbangkan apakah gue akan men-tag org2 yg pernah membuat gue kecewa itu atau tidak. But afterall, u're all precious to me, guys. Love u!

Happy Friendship Day!
(entah kapan pun itu) :p

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...