Tuesday, March 17, 2009

Siapa yang Benar? Orangtua atau Anak?

Hr Minggu kemaren sang pendeta di tempat gue pelayanan sempat membahas tentang kebiasaan orang Batak di kampung yang disebut "ma-meme" (ntah gimana nulisnya). Itu adalah kebiasan di mana orang tua akan mengunyahkan makanan terlebih dahulu baru kemudian diberikan kepada anaknya. Dengan maksud bergurau, si pendeta berpendapat bahwa air liur dari orang tua itulah yang "menjinakkan" anak2 mereka. That's why menurutnya anak2 di kampung lebih "jinak".

How I hate that word! Jinak? Tame? Liat aja deh definisinya di kamus!

Is that really something parents want their child to be? Well, mungkin ini pendapat gue saat ini, ketika posisi gue masih menjadi posisi anak, belon pernah merasakan menjadi orang tua yang sesungguhnya.
But don't u think it's unfair? Apakah seorang anak harus sepenuhnya tunduk kepada orang tua? Apakah anak tidak berhak menyatakan pendapatnya, ato bahkan merasa keberatan atas pelakuan orang tuanya? Apakah anak juga harus mengikuti kehendak orang tua ketika mengambil keputusan?

Jangan berpikir gue berkata begini karena jeritan gue terhadap orang tua gue semata-mata. Karena berdasarkan pengalaman, some people pernah langsung men-judge orang tua gue secara negatif ketika gue menulis sebuah perbedan pendapat antara gue dan orang tua. 1. Belon tentu karena berbeda pandangan, lantas orang tua gue langsung menjadi buruk. 2. Gue bicara ttg orang tua secara umum.
Terutama soal "menjinakkan anak" ini, gue bicara ttg orang tua secara umum.

Banyak orang tua pengen punya kontrol terhadap anak yang sangat kuat. Pandangan bahwa anak harus tunduk terhadap orang tua (spt binatang pada tuannya?) seringkali melibas habis hak anak untuk berpendapat dan mengekspresikan isi pikiran dan hatinya. Bahkan mereka tidak tahu persis kapan itu harus disudahi. Tidak pernah ada kata "cukup dewasa" kali yaa dlm pandangan orang tua terhadap anak? Walaupun berdasarkan banyak pihak, usia 18 telah ditetapkan sebagai usia dewasa, di mana seseorang telah memiliki hak sepenuhnya atas dirinya sendiri, tapi coba kita lihat pada prakteknya. Apakah demikian?? Kenyataannya masih banyak orang yang walupun sudah cukup dewasa (bahkan telah sangat dewasa), dalam mengambil keputusan untuk dirinya dan masa depannya saja masih dimiliki oleh orang tuanya. Persetujuan orang tua adalah mutlak! Well, gak mau bilang bahwa pertimbangan orang tua pasti salah, tapi gak sedikit juga sekedar perbedaan cara pandang jadi masalah. Banyak hal yang masih penting buat orang tua, tp buat anak tidak, dan lain sebagainya.

TETAPI!

Sekali-sekali bisa juga lihat dari sisi sebaliknya. Walopun setiap manusia memang punya hak atas dirinya sendiri, tapi bukan berarti harus liar seliar-liarnya, doong? Bukan berarti gak mau terima masukan. Kadangkala pertimbangan orang yang lebih memakan asam-garam kehidupan ada benarnya juga. Memang keputusan tetap di tangan kita. Tapi ketika keputusan yang kita ambil mengarah ke arah yang salah, kenapa juga kita nggak buka mata, telinga, dan hati lebih lebar kepada pandangan orang-orang sekitar kita? Terlebih jika hal tersebut sudah jelas-jelas berbahaya dan bisa membawa dampak yang panjang bagi kita di masa depan kita nantinya.

Gue punya seorang teman yang baru-baru ini menghilang dari rumahnya. Gue kurang tahu pasti apa penyebabnya. Yang pasti karena perbedaan pendapat kali yee. Anak merasa dirinya telah dewasa dan tidak mau dibatasi, sementara orang tuanya merasa ingin mengontrol anaknya karena mereka merasa anaknya sudah tidak sesuai dengan jalan yang seharusnya.

Well, if u read this, my friend, I think u should think about it. Kita bukan manusia sempurnya, cara pandang kita bisa saja salah. Jangankan orang tua lo. Kami temen2 lo aja lately merasa khawatir sama elo. Kami sama sekali nggak ngelarang elo buat having fun and enjoy your life. Tapi kita2 juga akan jadi jahat ketika kita tahu elo sedang menyia-nyiakan hidup lo, dan kami membiarkannya. Life's hard, babe! We should fight for it! Menurut lo, apakah bisa elo berjuang nantinya kalo modal lo dan senjata buat bertarung pun nggak punya? Mau kerja apa kalo kuliah pun nggak tamat2? Mau netek terus sama orang tua? BASI!! Mungkin orang tua lo kaya untuk saat ini, tapi sampe kapan?? Mau cari suami kaya?? Hmm, pria kaya juga pasti akan memilih yang terbaik buat jadi istrinya, darling. Paling mentok jadi temen tidurnya doang. Marah dibilang begitu? Well, kemungkinan utk kejadian begitu mah besar kalee. So, respect urself better, girl. Jangan sampe elo cuma dipandang sebagai seonggok daging, but a human being instead.

Come home. Respect urself. Tell could tell ur parents to stay out of ur life as long u're in a good control of it. U can not tell them to do so if u're suck in doing it. Be responsible. Grow up. Life's hard. U should fight for it. Don't sleep to long. Wake up, it's time, before it's too late.

We love u, girl...
We care.
That's why we dare to do such things.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...