Sunday, July 26, 2009

BFF

It's been years, so many years, we spent time together. Still able to remember your childhood laughter. You still have it there, dear.

After all the hardworks, it's so relaxing being near you. Just enjoying every second, every minute, every hour of those extacies.

But there were some missing links through those years. I've always missed you when u're gone. But the pleasure when u're back in my arm, that was amazing.

Now I think it's another time for you to go. Once again, think it's time for me to let go. U now find another love to explore.

Go, dear. No worries. I'll be exactly at the same place. Waiting for you to come back....if you are coming back this time.

But no matter what. I'll always be there when u need me. Our friendship has made it through the years.
Yes, 'coz we're BFF.
Best Friends Forever...

Friday, July 24, 2009

Aku Haus....

Berulang kali kau kembali. Kau katakan kau menyesal. Luka yang telah kau buat. Belum ada obatnya.

Obat yang kau bawa? Tidak! Bukan itu obatnya. Hentikan! Kau sakiti lagi, luka yang masih basah. Perih. Aku tak berdaya.

Kata-kata manismu adalah racun. Belaian sayangmu bagaikan duri-duri tajam. Hembusan harapan yang kau tiupkan justru menghanyutkan impianku.

Engkau di sini. Untuk apa? Lihatlah aku. Cangkirku telah kosong. Tak ada lagi yang dapat kutuangkan. Aku haus. Beri aku air, sayang. Seperti yang kulakukan dulu.

Dengarlah apa kata orang. Aku adalah pelepas dahagamu. Bersamaku kau tegar. Lihatlah, kini kau dapat berjalan tegak. Berdiri tegar menghadapi dunia yang fana.

Kata mereka aku harus tetap ada di sini, sebagai sumber airmu. Ohh, beri aku setetes cinta yang tulus, sayang, maka aku akan kembali segar. Tanpa cinta, aku kosong.
Kering...
Hanya tetes air mata yang kupunya...

Thursday, July 23, 2009

Bicara....

Detik demi detik berlalu. Menit demi menit berlalu. Beratus2 kata telah keluar dari mulutku. Terkadang datar, namun lebih sering meninggi. Matamu seringkali menatap kosong. Kepalamu seringkali menunduk ketika nada bicaraku mulai meninggi. Selintas ada rasa sesal di hatiku. Haruskah kumenyakitimu.

Aku mulai lelah. Berbicara denganmu rasanya seperti berusaha membelah angin. Sulit.Melelahkan.Tak berguna. Namun aku berusaha melupakan itu semua. Segala cara harus kuupayakan. Akhirnya kuulangi lagi.

Detik demi detik berlalu. Menit demi menit berlalu. Beratus2 kata telah keluar dari mulutku. Terkadang datar, namun lebih sering meninggi. Matamu seringkali menatap kosong. Kepalamu seringkali menunduk ketika nada bicaraku mulai meninggi. Selintas ada rasa sesal di hatiku. Haruskah kumenyakitimu.

Namun ada desir bahagia di dadaku menyaksikan keberhasilanmu. Sebuah acungan jempol dariku ternyata mampu membuatmu tersipu. Senyummu itu melenyapkan segala keraguanku. Ternyata semua ada gunanya.

Anakku, jangan menyerah. Jangan kau hiraukan kata2 para pencemooh. Semoga tetap hadir orang2 yang mau membantumu mengatasi segala kesulitan. Semoga masa depanmu bahagia.

Wednesday, July 15, 2009

SEWA MURAH! Kios Strategis di Pusat Grosir Penggilingan (PGP)

DISEWAKAN  :   2 buah kios (berdampingan)


ALAMAT          :   Pusat Grosir Penggilingan (PGP)
                              Perkampungan Industri Kecil (PIK)
                              Jl. Penggilingan Raya
                              Cakung, Jakarta Timur 13940


LOKASI            :   Letak kios sangat strategis! 
                              Di barisan depan akses utama memasuki PGP.

HARGA            :   Rp. 3.500.000,- / bulan (untuk 2 kios yang berdampingan)

AVAILABLE    :   Desember 2012

KONTAK          :   0811817959

__________________________________________________

TENTANG PERKAMPUNGAN INDUSTRI KECIL

“Perkampungan Industri Kecil (PIK) Penggilingan merupakan salah satu sentra bisnis andalan terbesar di DKI Jakarta serta sebagai basis pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang perlu terus ditumbuhkembangkan guna menghadapi era pasar bebas yang penuh tantangan. Setelah berubah status dari sewa kontrak menjadi sewa beli, Perkampungan Industri Kecil (PIK) Pulogadung diharapkan mampu mengubah dan meningkatkan
Produk-produk yang dihasilkan di PIK Penggilingan adalah :
1. Industri Kulit
2. Industri Kecil Pakaian Jadi / Konveksi
3. Industri Kerajinan dan Aneka Komoditi”
(Tentang perkampungan industri kecil. Retrieved from http://perkampunganindustrikecil.wordpress.com/about/)

“Sejak pemerintah menerapkan Undang-Undang Nomor 26/2007 tentang Tata Ruang mulai 26 April 2007 lalu, ribuan pengusaha kecil dan industri rumahan (home industry) di wilayah Ibukota terancam gulung tikar.
Sebab, sesuai UU 26/2007 tersebut maka setiap pembangunan tempat usaha harus menyesuaikan izin domisili. Dan jika tidak sesuai dengan peruntukkannya, maka mereka harus membongkar tempat usahanya. Dan apabila ketentuan itu dilanggar, sesuai pasal 37 ayat 7, dijelaskan bahwa pejabat yang memberikan izin dikenakan sanksi pidana denda. Bahkan pemohonnya pun bisa dikenakan pidana tiga tahun dan denda Rp 500 juta sesuai pasal 69.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan merelokasi seluruh industri rumahan atau home industry yang berada di pemukiman penduduk ke Perkampungan Industri Kecil (PIK) Pulogadung Jakarta Timur.
“Kita akan arahkan home industy itu ke PIK Pulogadung. Dan Direktur PIK sudah merencanakan untuk menampung home industry yang ada di pemukiman di wilayah Ibukota agar mereka tetap dapat mengembangkan usahanya,” jelas Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto di Balaikota, Jumat (4/4).”
(Wawan. Industri rumahan akan direlokasi ke PIK Pulogadung. Jakarta : April 2008. Retrieved from http://www.beritajakarta.com/V_Ind/berita_detail.asp?idwil=0&nNewsId=28239)

“’Di sini ini unik. Semuanya home industry. Banyak yang pesan di sini untuk dijual lagi ke mal. Model dan jenis bahannya dipilih sendiri oleh pemesan, nanti kita yang mengerjakan,’ ujar Jalinus.”
(IVV. Meski kurang berkembang, PIK tetap bertahan. Jakarta : April 2004. Retrieved from http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0404/24/metro/987677.htm)

“Selain menghantam industri-industri berskala besar, banjir Jakarta juga menghentikan produksi industri skala kecil atau usaha kecil dan menengah (UKM). Namun untuk Perkampungan Industri Kecil (PIK) Pulogadung berhasil lolos dari amukan banjir.”
(ddn. PIK pulogadung lolos dari banjir. Jakarta : Februari 2007. Retrieved from http://jkt6a.detiksport.com/read/2007/02/07/155236/739414/4/pik-pulogadung-lolos-dari-banjir)

“Selain dikenal dengan terminal, Pulau Gadong juga termayur dengan kawsan industrinya. Salah satunya perkampungan Industri kecil alias PIK yang ditahbiskan sebagai area wisata belanja dan industri. Di sini terdapat sentra industri sepatu dan garmen yang tetap bertahan. Masyarakat berburu sepatu dan tas di PIK karena harganya miring.”
(Firlana, Fransiska. Kontan. 22 Desember 2008. p.16. Jakarta)


PGP DALAM BLOG KONSUMEN

“Minggu, 27 Juli 2008 kemarin, saya bersama tiga karib berbelanja ke PIK-Perkampungan Industri Kecil Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. Sebenarnya kami berencana jalan-jalan kesana hari Sabtu tapi karena kesibukan masing-masing maka lawatan kami mundur sehari. Wanto, salah satu teman, yang mengusulkan untuk berbelanja ke PIK ini. Kami mengiyakan apalagi setelah Wanto meyakinkan bahwa harga disana miring daripada di mall bahkan kaki lima Jatinegara sekalipun. Saya yang telah mendengar tentang keberadaan PIK sebelumnya, juga penasaran.
Terletak di kelurahan Penggilingan, kawasan ini dapat kita tempuh dengan mudah karena berada di pinggir jalan Penggilingan-Cakung. Kebetulan kami bermotor berangkat dari rumah kos di kawasan Pasar Ciplak, tak jauh dari jalan Inspeksi Kali Malang-Halim. Setelah melalui simpang tiga Kodim-Jatinegara, kami belok kanan menyusuri Jalan Bekasi Timur Raya-melewati Penjara Cipinang- lurus memasuki Jalan I Gusti Ngurah Rai. Melintasi flyover Klender, Mall Klender (Ramayana), simpang empat Buaran, Rumah Susun Klender, maka kami segera belok kiri melalui flyover Penggilingan. Bisa juga kami melewati bawah flyover namun jalanan agak menyempit karena Metromini 42 dan bajaj ngetem di kelokan itu dan juga mesti melewati lintasan rel.
Satu setengah kilometer dari flyover Penggilingan sampailah di jalan masuk PIK di sebelah kiri jalan. Di kanan-kiri jalan masuk, jajaran toko menggelar beragam produksi PIK. Seratusan meter dari mulut jalan, berdiri bangunan bergaya mall. Papan namanya menyebut PGP: Pusat Grosir Penggilingan. Mungkin akan menjadi mallnya PIK. Belum beroperasi namun sepertinya tak lama lagi akan makin meramaikan kawasan ini dan menaikkan image atawa gengsi PIK.
Jika membawa kendaraan, Anda bisa parkir di salah satu halaman toko lalu berjalan kaki dari satu toko ke toko yang lain, outlet satu ke outlet selanjutnya. Di bagian depan kawasan ini, pajangan sepatu mendominasi toko-toko. Sepertinya memang telah ditata. Luas toko dan outletnya pun terhitung lega. Makin ke dalam, cenderung mengecil. Harga sewanya mungkin lebih mahal dari pada bagian dalam, maklum lebih strategis. Dalam harga, jangan khawatir. Harga toko bagian depan dan dalam tetap bersaing dan masih bisa ditawar. Di Mall Ambasador sepertinya sulit menemukan barang yang bisa ditawar karena telah dibanderol dengan harga pas.”
(Gunarba, Inung. Juli 2008. PIK : Oase belanja ibukota. Retrieved from http://halamansamping.blogspot.com/2008/07/pik-oase-belanja-ibukota.html)

Thursday, July 09, 2009

Aku Sedih, Duduk Sendiri....

Kududuk di sini, berusaha menikmati,
lagi-lagi gagal.

Kuingat keberhasilanku kmrn2,
masih belum puas hatiku.

Kutarik nafas panjang,
sesak itu tetap ada.

Kucoba pejamkan mata,
impian2 indah itu malah seakan2 meledekku.

Kucoba bersyukur,
kecewa itu masih menjadi juaranya.

Kupesan nasi goreng kesukaanku,
tetap tak terobati sakitnya.

Uhh, mesti gimana lagi doong?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...