Friday, July 24, 2009

Aku Haus....

Berulang kali kau kembali. Kau katakan kau menyesal. Luka yang telah kau buat. Belum ada obatnya.

Obat yang kau bawa? Tidak! Bukan itu obatnya. Hentikan! Kau sakiti lagi, luka yang masih basah. Perih. Aku tak berdaya.

Kata-kata manismu adalah racun. Belaian sayangmu bagaikan duri-duri tajam. Hembusan harapan yang kau tiupkan justru menghanyutkan impianku.

Engkau di sini. Untuk apa? Lihatlah aku. Cangkirku telah kosong. Tak ada lagi yang dapat kutuangkan. Aku haus. Beri aku air, sayang. Seperti yang kulakukan dulu.

Dengarlah apa kata orang. Aku adalah pelepas dahagamu. Bersamaku kau tegar. Lihatlah, kini kau dapat berjalan tegak. Berdiri tegar menghadapi dunia yang fana.

Kata mereka aku harus tetap ada di sini, sebagai sumber airmu. Ohh, beri aku setetes cinta yang tulus, sayang, maka aku akan kembali segar. Tanpa cinta, aku kosong.
Kering...
Hanya tetes air mata yang kupunya...

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...