Friday, January 08, 2010

Di Saat Aku Tua....

Suatu ketika ada seorang kakek yg harus tinggal dg anaknya, menantunya dan cucunya yg berusia 6 thn. Tangan orang tua ini sgt rapuh dan sering bergerak tak menentu, penglihatannya buram dan cara berjalannya pun ringkih.

Keluarga itu biasa makan bersama. Namun si orangtua pikun ini selalu mengacaukan suasana makan. Tangannya yg bergetar dan matanya yg rabun mmbuatnya susah utk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh, saat ia meraih gelas susu, segera saja susu tsb tumpah membasahi taplak meja.

Anak dan menantunya sgt gusar.
"Kita hrs melakukn sesuatu," ujar sang suami.
"Aku sdh bosan membereskan segala sesuatu utk Pak Tua ini."
Lalu kedua suami istri tsb membuatkan sebuah meja kayu dan meletakkannya di sudut ruangan. Di sana sang kakek akan duduk makan sendirian, krn sering memecahkn piring, mereka memberikan mangkuk kayu utk sang kakek.

Sering saat keluarga itu sibuk dg makan malam, terdengar isak tangis dr sudut ruangan. Ada air mata mengalir dr gurat keriput sang kakek. Namun kata yg sering diucapkan pasangan itu omelan agar jangan menjatuhkan makanan lagi. Anak mrk yg berusia 6 th hanya melihat dlm diam.

Suatu malam, sang ayah memperhatikan anaknya yg sdg bermain dg mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu,
"Kau sdg membuat apa?"
Jawab anak itu,
"Aku sdg membuat meja dan mangkuk kayu utk ayah dan ibu jk aku besar nanti, akan aku letakkan di sudut dekat meja tmpt kakek makan".
Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.

Jawaban itu membuat suami istri itu terpukul. Mereka tak mampu berkata-kata lagi. Airmata mengalir di pipi mrk. Walaupun tanpa kata2, kedua org ini mengerti ada sesuatu yg hrs diperbaiki. Malam itu juga mrk menuntun sang kakek utk makan malam bersama di meja makan. Tidak ada lagi omelan pd saat piring jatuh, atau saat makanan tumpah di meja. Kini mrk makan bersama lagi di meja utama.

Marilah kita selalu memberi teladan yg baik utk orang2 di sekitar kita. Krn itu adalah tabungan masa depan kita.

---

"DISAAT AKU TUA"

Disaat AKU TUA, bukan lagi diriku yang dulu.
Maklumilah diriKu, bersabarlah dalam menghadapiKu.

Disaat AKU menumpahkan kuah sayuran dibajuKu, Disaat AKU tidak lagi mengingat cara mengikatkan tali sepatu.
Ingatlah saat saat bagaimana AKU mengajariMu, membimbingMu untuk melakukannya.

Disaat AKU dengan pikunnya mengulang terus menerus ucapan yang membosankan.
Bersabarlah mendengarkanKu, jangan memotong ucapanKu. Dimasa kecilMu, AKU harus mengulang dan mengulang terus sebuah cerita yang telah AKU ceritakan ribuan kali hingga diriMu. Terlelap dalam mimpi.

Disaat AKU membutuhkanMu untuk MemandikanKu.
Janganlah menyalahkanKu, ingatkah di masa kecilMu, Bagaimana AKU dengan berbagai cara membujukMu untuk mandi.

Disaat AKU kebingungan menghadapi hal hal baru dan teknologi modern.
Janganlah menertawakanKu, renungkanlah bagaimana AKU dengan sabarnya menjawab setiap "MENGAPA" yg Kau tanya saat itu

Disaat kedua kakiKu terlalu lemah untuk berjalan
Ulurkanlah tanganMu yg muda dan kuat untuk memapahKu, bagaikan dimasa kecilMu AKU menuntunMu melangkahkan kaki untuk belajar berjalan

Disaat AKU melupakan topik pembicaraan kita
Berilah sedikit waktu padaKu untuk mengingatnya, sebenarnya topik pembicaraan bukanlah hal yg penting bagiKu, asalkan Kau ada di sisiKu untuk mendengarkanKu, AKU telah merasa bahagia.

Disaat Kau melihat diriKu menua, janganlah bersedih
Maklumilah diriKu, dukunglah AKU, seperti ketika aku menghadapiMu belajar bagaimana menapaki kehidupan ini...

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...