Tuesday, February 09, 2010

Public Speaking vs Public Listening (Related to My Worst Stupidity Ever!!)

Tadi pagi gue menyetir dengan tenangnya. Seperti biasa, gue mendengarkan Cosmopolitan FM. Seperti biasa juga, setiap selasa adalah sesinya Mas Reza Gunawan dengan self-healing-nya. Topik kali ini tentang “listening”, yang merupakan sesi kedua dari 4 rangkaian sesi yang bertemakan “cinta” (Februari gitu lohh. :p). Sayang sekali gue hanya bisa mendengarkan 5 menit pertama, karena gue harus segera mengajar.

Gue sangat sangat setuju dengan pembukaan (which is memang cuma pembukaan itu lah yang gue dengar) yang diutarakan oleh Mas Reza. Seorang entertainer ataupun seorang MC memang dinilai berdasarkan performance-nya dalam berbicara ataupun menghidupkan suasana. Bahkan seringkali seseorang dinilai berdasarkan kemampuannya berbicara. That’s why semua orang berlomba2 meningkatkan kemampuannya berbicara. Terbukti dari larisnya pendidikan yang berhubungan dengan public speaking. Namun sayangnya kemampuan seseorang berbicara tersebut tidak terlalu bermanfaat dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan pasangan. Kemampuan berbicara tersebut belum tentu berbanding lurus dengan kemampuan seseorang berkomunikasi, ketika dua orang harus duduk dan memecahkan sebuah masalah. Totally agree! Instead of improving their public speaking, sebenarnya banyak orang perlu meningkatkan kemampuan mendengarnya. Sayang gak ada sekolah public listening, hihi.

Lately term itu memang cukup menarik perhatian gue. Have to admit, sejak ikut sebuah 2 buah reality show dengan rating tertinggi di Indonsia, gue berkesempatan bertemu orang-orang yang di luar lingkungan gue yang biasanya. Menarik melihat orang yang bersedia mengeluarkan segala sisi yang menarik dari dirinya (seringkali dalam bentuk daya tarik fisik) untuk menghibur dan menarik perhatian orang lain. Ohh, that’s not so me! Gue tipe orang yang lebih menilai orang lain berdasarkan sesuatu yang tidak “terlihat” oleh mata. I’m more like an observer type, analytical type, and a listener type.

I’m trying not to think negative terhadap orang-orang yang berbeda dengan gue. Different it is. Gue melihat betapa mereka terbiasa diperhatikan orang lain, terbiasa menjadi pusat perhatian, dan selalu berusaha menampilkan impresi yang terbaik dari diri mereka. Yep, they have a big need for impressing people. I’m so sorry if this sounds like judgemental. Mungkin tidak semuanya seperti itu. Tapi menurut gue, pilihan profesi seseorang cukup bisa menggambarkan orang tersebut.

So, semakin ke belakang, gue hampir merasa yakin tidak akan cocok berpasangan dengan seorang artis ataupun entertainer. Gue sempat dekat dengan seseorang yang bertipe kepribadian seperti itu. And I feel not happy instantly! I’m so desperate trying to communicate with him. He seems doesn’t have the need to speak his mind, make people understand what he wants, what he thinks. Always expecting other people to understand him, and trying hard to read what’s in his mind and heart. That’s extremely exhausting! He also seems doesn’t have the need to know what other people’s feeling, how’s their life going, what other’s like or dislike, what other’s need of him, and so on. I think I’m not too needy for expecting myself appreciated. That’s all. I don’t wanna spend my whole life with someone who might not “notice” my presence. I have the right to be happy.

Bagaimanapun, I’m still trying to understand him. I still cannot help myself, that’s why I’m trying for find some help from other people. Itu juga yang mendorong gue untuk mengirim SMS ke Cosmopolitan tadi pagi. I said, “Dear Mas Reza, do u mind writing about this topic? I need this, tapi sayang aku harus kerja sekarang, jadi tidak bisa mendengarkan lebih lanjut. Aku kebetulan memang sedang dekat dengan seorang “banci tampil”, dan aku memang merasa desperate untuk berkomunikasi dengan dia.” Then I realized, soon after I pressed the “send” button, that I didn’t send it to Cosmopolitan FM, but I sent it to HIM instead!!! Fu***d!!! I went to the outbox to cancel it, but it was too late! It’s sent! Fu***d!!! I turned off the cell phone….’till now. So, saat ini gue tidak akan menyalakan HP dulu hingga saat yang belum ditentukan! Oh nooo, what should I dooo?!? Oh Good, make me disappear!!! Take me out of this world!!

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...