Monday, March 01, 2010

May You All Have a Wonderful Journey in Life……..No Matter How Hard It Is

It’s a beautiful morning. I woke up at 3 am to do some work. It’s kinda achievement for me, an absolutely-not-a-morning-person type. But I close my eyes, and imagining what’s going on out there, outside my house, outside my area, outside my city, outside my country. So many people have started their days much earlier than this.

Few days I ago, I got a chance to talk with one of the office-boy at school. He’s the youngest OB there. He’s born in 1989. He’s quite good-looking, have to admit. I’m quite shocked. I have no idea that he’s that young. Gue ngebandingin dia dengan murid2 (atau mantan murid) gue yg lain yang seusianya. Apa yg sedang mereka lakukan? Apa yg sedang dia lakukan? Di kala teman-teman seusianya sedang sibuk menempa ilmu, ia sedang sibuk bertahan hidup. Ketika teman-teman seusianya sedang mempelajari ilmu pengetahuan yg lebih tinggi untuk bekal hidupnya di masa yg akan datang, he doesn’t even know what the word “privacy” means. Dibandingkan OB2 lainnya, ternyata rumahnya paling jauh. Dia harus brangkat jam 4 pagi, jalan kaki, kemudian menghabiskan waktu setengah jam naik motor untuk ke stasiun, naek kereta, dan kemudian menuju sekolah dari stasiun, dan tiba sekitar pukul 6.30. Utk bisa sampai lebih cepat, dia harus bangun jam 3. WTF?!? (Gue bahkan seringkali baru tidur jam segitu!) Pulangnya pun demikian. Dia biasa baru meninggalkan sekolah jam 6. Turun kereta biasa jam 8 lewat, dan total2 sampai rumah jam 9. Oh no, what kind of life he has?

I still close my eyes. Mungkin di luar sana ada yang sedang menangis saat ini. Mungkin hatinya sedang luka. Mungkin hidupnya terlalu berat. Aku kenal seseorang anak yang di usianya yg dini sedang menderita penyakit kanker stadium 3. Instead of membantu menguatkan mental si anak, si ibu malah menyukuri keadaan anaknya tersebut, dan bahkan malah memaki2 ayahnya (suaminya) di depan anak dan dokter. Dia menyalahkan suaminya atas segala keadaan buruk ini, krn dia yakin suaminya punya cewek simpenan di luar sana. Jd seperti menyukuri kalo anaknya mati muda. (OMG, akankah gue bertahan kalo berada dlm posisi dia?) Ada yg sedang sakit, tetapi terhambat dengan biaya pengobatan yg terlalu mahal, pdhl dibutuhkan perawatan untuk membuatnya sembuh. Ada juga seorang orang muda yang kesulitan menjalani hari karena orang tuanya sedang dalam proses berpisah, dan memperebutkan hak untuk mengasuh dirinya, sehingga seringkali dia tidak bisa menduga di manakah dia akan tidur malam ini, di rumah ayahnya, ataukah di rumah ibunya. Mungkin juga sebagian kita sedang merasa kesepian. Ada yang hatinya sangat merindukan pasangan hidup. Mungkin sebagian dari kita ada yg sedang merasakan kebencian. Kepada siapapun yang menyakiti kita. Sahabat yang mengecewakan, teman yang menyakitkan hati, suami yang turns out to be not-the-man-of-my dream, pasangan yang kurang dapat mengerti kita , tuntutan orang tua yang seringkali berkedok “we want you to be the best” but in fact they’re the one who made us feel “never perfect” and finally ended by hating ourselves (watch the movie “Penelope”). Mungkin sebaliknya, di luar sana juga ada orang tua yang selalu dikecewakan anaknya. Mungkin karena penolakan mereka, mungkin karena perilaku mereka, mungkin juga karena ketidaksempurnaan yang mereka miliki, baik fisik maupun mental. I’ve met so many type of parents. Ada yang sangat tegar dan cerdas, walaupun anaknya tidak sempurna, walaupun anaknya ada yg cacat fisik, ada yang perkembangan mentalnya terhambat, ada yang kecerdasannya kurang. They have to face the fact, and live with it. Di luar sana juga aku tahu seorang anak yang tanpa disadari hatinya sedang terluka. Can you ever imagined, seorang anak menyaksikan ayahnya membunuh ibunya di depan matanya sendiri? It hurts me so much knowing it. Di luar sana aku juga ada seorang orang muda yang harus bolak-balik ke psycholog karena stress mendalam yang dimilikinya. Terkadang dia terlihat normal, tapi saat-saat tertentu ia bisa berteriak-teriak hingga pingsan, dan bahkan tidak sadarkan diri walaupun secara fisik dia tidak pingsan. What made her? Parents (I know them so well). One of them is absolutely not we want our parents to be. Absolutely abnormal. Aku yakin nggak ada satupun dari kita yang 100% waras, tetapi kadar ketidakwarasannya ibunya sangatlah tinggi. Tapi, terima atau tidak, kenyataannya, dari beliaulah dia dilahirkan. Nothing can change that.

Let’s take a deep breath.
And see ourselves.
What kind of life we have?
How hard is it?
How happy is it?

Friends, life might be hard in some ways. Hidup kita punya masalahnya masing2. Semua kondisi di atas yang gue sebutkan adalah real. I know all of them. Sebagian dari kita sudah hampir gagal. I know some people yang sudah melakukan langkah real untuk bunuh diri (ntah memang berniat bunuh diri, atau memang somewhere deep inside their heart, mereka hanya butuh diperhatikan), ada sebagian yang melarikan diri ke hal-hal destruktif lainnya, ada yang akhirnya sudah gak bisa mengendalikan emosinya, seperti kerabat yang sudah menjadi pasien rutin psikolog di atas. It's so sad seeing some of us are failing. :(

Friends, how hard it is, let’s keep our sanity. We need it to get out of here. Don’t let our problems take it. Do whatever might help us. Find a way! Cry if you want to! Shout in crazy-like way if you want to! Have fun like there’re no other day to do it! Laugh and enjoy every fun moment with all our heart! But remember, keep the sanity!!! And never hurt ourselves!!! Dear, I’ve always said that there’re no such thing called “perfect life”. We have our own un-perfectness in life. Bisa besar, bisa kecil, tapi ketika kita di dalamnya, semua memang terasa berat. Let's do something about it!

It’s a brand new day. Let’s heal our heart, think, and do something good for our lives. May you have a good day, my friends. May you have a wonderful journey in life... *hug*

(Was posted in Facebook Notes section on Monday, March 1, 2010 at 3:54am)
www.facebook.com/note.php?note_id=335099239274

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...