Thursday, December 02, 2010

Secercah Harap (diinspirasi oleh sorg anak korban bully)


Pagi merekah. Saatnya memulai hari. "Bangunlah, Nak....bangun. Mungkin hari inilah saatnya," bisikku dalam hati.

Dengan secercah senyum dan harapan, kau kembali beranjak. Siapkan hati, 'tuk hadapi dunia. Siapkan tekad, 'tuk gapai impian. Siapkan kekuatan, 'tuk halau cobaan. Kini kakimu siap melangkah.

Dadamu berdebar kencang. Nafasmu tertahan. Pikirmu pun melayang. Khawatir itu kembali datang. Terus mengejar. Panggilannya begitu kuat. Bisikannya begitu menggoda. "Sshh, jangan hiraukan mereka," bisikku kembali. "Lihatlah ke sana...." Seketika matamu menangkap sosok itu. Sosok hangat, penuh harap, dan selalu setia menopang. Wanita yang tak ingin kau kecewakan. Ditemani sebuah sosok kuat yang siap menyediakan yang terbaik bagimu. Harap itu kembali muncul.

Hidup tak seindah yang diharapkan. Duri-duri itu begitu dalam. Begitu dalam hingga menorehkan luka di hatimu. Langkah pertamamu di dunia, badai kembali menerjang. Anginnya begitu kencang. Suaranya begitu memekakkan telinga. Jangankan melangkah maju. Bertahanpun menjadi hampir mustahil.

Bibirmu kelu. Tak sepatah katapun mampu kau ucapkan. Segala kata urung kau ungkapkan. Sejuta rasa gagal kau ceritakan. Ingin rasanya melawan, tapi semuanya terasa begitu menakutkan. Siapa mampu melawan? Seketika kau menjadi lemah. Begitu berat. Begitu gelap.

Di mana secercah harap yang tadi pagi muncul? Secercah cahaya lenyap menghilang. Pagi berganti menjadi malam. Siang menghilang tanpa sempat kau raih.

"Tabahkan hatimu, Nak. Mungkin bukan hari ini. Mungkin juga bukan besok. Tapi pasti suatu hari nanti. Yah, saatnya akan tiba. Aku yakin itu. Aku tahu kau bisa. Hari ini biarlah berlalu. Esok mentari kan kembali bersinar. Cahaya itu 'kan kembali datang. Raihlah. Ia tak sejauh yang kau kira. Jangan tutup matamu, dan teruslah melangkah. Siang begitu indah untuk kau lewatkan. Hari itu akan tiba, ketika kau sanggup membuka mata, menghadapi dunia, dan menikmati 'siang'...."

______________________________________________

Diinspirasi oleh seorang anak yang menjadi korban bully di sekolah.
Dipersembahkan kepada semua orang yang lebih sering mendengar hal negatif tentang dirinya ketimbang pujian.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...