Monday, March 28, 2011

Perfect Escapade





Not gonna write something beautifully. Just try to keep something beautiful remains in memory by writing this blog. Last weekend had became one of my best weekend ever. Thanks to my psychobabes and psychodudes. Yeah, can you imagine 10 alumnus of psychology faculty gathered together? BEAUTIFUL MESS (love this term from Jason Mraz song! :D).

These are the beautiful mess : Me – Gabi – Camel – Debby – Andit – Galuh – Danar – Manu – Skee – Tito

There are reasons why I love that trip. Maybe it’s simply because the ‘different’ taste, different feelings for me. I didn’t spend too many times with my psycho friends, even when I was still in the uni, which I’ve been regretting so much for the last MANY years. But the word ‘different’ is definitely not enough. Here are the list of the things I love about the trip. Oh, forgive my attention to details. You might not think these details are important, but for me, they are. :)



Great Drivers
Simple, but surprisingly matters. Dua orang Danar dan Tito yg nyetirin mobil gue dua2nya cukup nyaman buat penumpang. Gue cukup rewel utk urusan nyetir (err, urusan lainnya iya juga gak yaahh? :p), terutama krn gue orangnya gampang (banget!) mabok kalo disetirin. Tp hebatt, dua orang ini sama sekali gak bikin gue mabok (karena disetirin)! Yg bikin gue mabok malah Skee dan Manu yg di mobil lain. #salahfokus :p

Great Laugh
Love their sense of humor! Gue gak bisa jelasin. Tp gue sgt suka celetukan2 yg unpredictable itu. Gue punya jg tmn2 yg sgt pinter nanggepin sst dgn celetukan tak terduga, tp org2 brengsek ini celetukannya selain tak terduga juga sangat #JLEBB!! Bahkan utk Andit dan Danar yg gue belon kenal sebelumnya, gue sama sekali gak menyesal kenal kalian. *peyuk2*

Great Appetite
Kerinduan akan makanan. Kerinduan akan keindahan alam. Kerinduan akan senyum dan tawa. Kerinduan akan indahnya pertemanan. Kerinduan akan kerinduan akan keindahan hidup. We all rate them at the same value. Selera pilihan kegiatan utk how-to-spend-time selama di sana juga gak pernah ada konflik. Beautiful.

Great Spender
Gue gak tahu apakah kami semua dlm kondisi perekonimian yang sama, apakah krn smua mmg dlm mood letting-go-all-the-pressure, time-for-fun-jadi-jangan-hitung2an, tp semua loyal aja gituh. Kadang kan dlm sbh kumpulan manusia, ada aja yg lebih ‘pelit’ utk bersenang2, terlalu hitung2an, ato parahnya, kalo makan suka ada yg bayarnya kurang (jarang sih gue alamin, tp kadang kejadian juga toh?). Tp kmrn itu kita makan (ntah berapa kali, gak keitung), berapa kali keluarin duit rame2 utk sesuatu, tp semuanya lancar2 aja. Apa krn kita punya akuntan yg oke? *lirik oma galuta* :p

Great Empathy
Kalo yg ini kyknya kadarnya berlebih. Terbukti dari pilihan tempat perhentian terakhir mobil gue. Ntah siapa yg menyebut Citos, tp semua gak ada yg menyanggah. Belakangan kalo diketahui bhw semua lebih nyaman di PIM. Err, oke dehh. Kenapa gak ada yg ngomong ya? Inget muka Tito ketika bilang, “Yah, sbnrnya deketan dr PIM sih. Ah, tp ya sudahlah…” setelah nurunin barang2, ato ketika Oma dgn muka excited bilang “Ehh, mau ke PIM?” dgn segala harapan kita akan lanjut nongkrong2 lagi, bikin gue rasanya pengen puter balik balik ke Citos dan kmdn pindahin ke PIM. Kalo kata Debz, “Coba ada yg sedikit asertif, ya…” :p

Great Venue
Biarpun gue belon sempet nikmatin villa-nya ketika matahari bersinar, tp itu tempat memang enak buaangeettt. Mudah2an visit berikutnya Andit bisa mengusahakan diskon yang lebih besar lagi ya. #kode :D

Great Sex
Maaf kalo ambigu. Tp di sini maksud gue adlh gue sangat menikmati adanya perbedaan jenis kelamin laki-laki dan perempuan dalam perjalanan ini. Been spending time with gays for too long that I almost forget how it feels to be treated as a lady. *crowd: oowhh* No offence, my gay buddies! There’s nothing wrong with you guys. It’s just sometimes, us, the ladies, need a little more respect, a little more of being taken care of, a little more simple-yet-enjoyable favor from the thing called MAN.

I almost forget how to ask for help, how to ask for a favor. Been doing this-and-that by myself for much too long also. Maaf kalo gue merasakan kenikmatan berlebihan ketika disetirin, ketika gak harus turun mobil ketika pompa ban, ditungguin, ditanya maunya apa, dianter-jemput (instead of mengantar-jemput), dibantu angkat barang, dipapah ketika ‘kehilangan kesadaran’, bahkan diselimutin. *lirik #nomention* Hahahaaa!
Camel, kalimat lo di mobil bahkan masih terngiang2 di kuping gue, “Yah, gak usah terlalu mandiri juga sih, Bii…” #JLEBB!! Trimakasih ya, enak bgt ternyata utk jadi gak-mandiri. Kali ini gue memaknai “manusia adalah mahluk sosial”.

In the end, spt Gabi bilang, let’s make it two word instead of one: “perfect” and “grateful”.
It’s so nice spending time with you, guys. It really does. God bless you, good people. :)

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...