Thursday, June 09, 2011

"Parenting Lisence"

I wish there Parenting-License.  (Mentally) unhealthy parents keep producing 'incomplete' children.  HATE THAT.

How do you define broken-home?  I don't think it's all about divorcement.  It's how people dealing with problems.

NO!  A broken-home is not caused by divorcement.  You don't need a 'paper' to broke it.  You just did it.

It really broke my heart seeing children with family problems.  Sometimes life is not as beautiful as fairy tales.  It's more like Sinetron (Indonesian telenovela :p).

Parents, when you stop loving each other, and hating each other, just.... be careful, okay?  Make sure ur children're not feeling hated.

Ketika salah sorg ortu 'berubah pikiran' dan lebih memilih wanita/lelaki lain, tolong jangan telantarkan anak. Be responsible!


Ortu bermasalah biasanya anak kena imbas. Mau denger contohnya?  Gue kasih beberapa yang gue temukan di lingkungan mengajar gue yah.

  1. Dampak sederhana.  Ortu rebutan anak. Anak terkadang jadi sulit persiapan untuk sekolah, baik buku, seragam, dll.  Kenapa?  Dia gak tau malam itu dia akan tidur di mana.
  2. Masih soal rebutan anak.  Kakak-beradik dari sebuah keluarga gak sekolah berminggu-minggu dalam rangka 'diumpetin' dari bapaknya....bbrp bulan menjelang UAN!
  3. Ada murid laki-laki, rambut belakangnya potongan gak karu-karuan. Sangat sulit untuk tidak diperhatikan.  Setelah diajak ngobrol, akhirnya dia ngaku bahwa dia potong rambut sendiri di rumah.  Gak ada ortu yang urus dia selama berbulan2.
  4. Ayah tinggal sm istri baru di rumah baru.  Ibu tak ada.  Akhirnya sang murid terpaksa tinggal di kos bersama sang kakak.  Bahkan ketika sakit tipes, sakit muntaber, mereka harus hadapi berdua saja di rumah. 
  5. Ortu saling benci.  Istri bunuh suami di depan anaknya ketika sedang tidur di malam hari.  Ini nyata, bukan sinetron.  Kebayang traumanya kayak apa?


Sigh. Itu baru soal like and dislike between parents.  Belon lagi soal KDRT.  Belon lagi soal pola asuh.  Parahnya lagi, semua tetap dilandaskan pada alasan 'kasih sayang'.  Coba lihat semua kasus KDRT dan kesalahan pola asuh, mana ada orang tuanya yang gak sayang sama anaknya?  Semua tindakan dilakukan atas nama 'cinta'.  Yah, orang bau ketek aja biasanya gak sadar kalo dia bau.  Orang gak sehat mentalnya juga mana sadar kalo tindakan dia kurang tepat.  :(

Ketika seleksi ortu untuk anak asuh begitu ketat, kenapa gak ada seleksi untuk jadi ortu kandung ya?  (Gimana caranya, Bi?)  Karena semua orang bisa jadi Orang Tua, baik kandung maupun tidak kandung, resmi secara hukum maupun tidak, tapi tidak semua orang bisa jadi Orang Tua yang Baik.  *sigh*

I'll vote for Parenting-Lisence! Mental health, economic health, intelegency, parenting style, etc.  (Jangan tanya gue gimana caranyaa!)

Ah, how sad seeing how not-so-mentally-healthy people are so easily getting married & having kids. (Me. Want. Too!) 

The point is... take care of your children... nicely. Okay? :’(

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...