Saturday, August 06, 2011

Doa Seorang Anak


Hari ini telah menjadi salah satu hari paling menegangkan dalam hidup gue. Khawatir kehilangan sesuatu yang sangat berarti dalam hidup kita memang bisa mengakibatkan ketidaktenangan. Rasanya tak ingin rasanya melepaskan sekejab saja pandangan dari ‘sesuatu’ tersebut. Khawatir dlm sekejab itu juga tiba2 ia menghilang untuk selamanya. Cemas menghimpit di dada. Bernafas pun sulit. Takut. Khawatir. Rindu. Sedih. Marah. Semua menghimpit jadi satu.

Subuh tadi Mama mimpi kehilangan salah satu sepatunya. Sepatu yg pernah ia beli di Amerika dulu. Rasanya kesal. Dibantu oleh Tante Kiki (salah sorg sahabat keluarga yg hijrah ke US dan belum pernah bertemu lagi dgn kami selama belasan tahun), mereka berusaha keras mencari sepatu Mama ini. Ketika Mama terbangun, yg tertinggal hanyalah rasa kesal. Jika memang ternyata hanya mimpi, buat apa ia berlelah-lelah mencari sepatu tersebut.

Namun rasa kesal seketika berganti dengan rasa khawatir yg tak terkira ktika diceritakannya mimpi tersebut kepada Maria (kakak ipar gue). Kenapa? Karena Maria sempat mengalami mimpi yg sama sebelum Windo (abang gue, suaminya) meninggal. Ia kehilangan salah satu dari sepasang sepatu kesayangannya. Slh sorg temannya mengatakan bhw ‘sepatu’ tersebut dlm mimpi biasanya menandakan ‘pasangan’. Ketika gue ‘google’, ternyata mimpi kehilangan salah satu dr sepasang sepatu seringkali ditafsirkan dgn kehilangan ssorg yg mrpk ‘pembantu’ atau gue artikan sebagai ‘penolong’ terdekat dlm hidupnya.


Aku bukanlah pendoa yg baik. Bibirku seringkali gagal mengatakan apa yang ada di hati. Aku juga tidak pandai berseru dgn mulut ini. Biarlah tulisan ini menjadi JERITAN hatiku. Biarlah tulisan ini menjadi DOA-ku. Biarlah tulisan ini menjadi PERMOHONAN-ku yang paling dalam. Semuanya kutujukan kepada sang Khalik Semesta, Raja di Atas Segala Raja, Ssorg yg Plg Berkuasa di Atas Segalanya. Biarlah tulisan ini menjadi seruan yang lebih kuat drpd seruan bibirku. Biarlah semua orang yg membaca tulisan ini ikut berseru dan menyampaikan permohonanku kepada-Nya.

“Ya, Tuhan. Engkau Raja-dari-Segala-Raja. Engkaulah yang empunya segala alam semesta. Kekuatan-Mu melebihi segala. Engkau berkuasa atas maut. Aku yakin dan percaya, semua terjadi menurut kehendak-Mu. Biarlah hamba-Mu yg berdosa ini merendahkan diri di hadapan-Mu dan mengajukan sebuah permohonan. Sebelumnya, aku minta maaf, Tuhan, atas kekhawatiran yang mungkin tidak sepantasnya dirasakan. Tafsir mimpi ala manusia. Apalah itu. Tapi, Tuhan, aku takut. Takut luar biasa. Aku takut kehilangan lagi orang yg sangat kusayangi. Belum ada 40 hari abangku Kau panggil, aku belum sanggup jika Kau panggil lagi salah satu dari keluarga kecil kami ini. Duka kami sebagai manusia masih sangat dalam, Tuhan. Luka hati ini masih basah. Air mata masih seringkali mengalir tanpa diduga2. Belum, kami belum bisa menjalani keseharian kami seperti ia ‘tidak pernah ada’. Terlalu banyak hal yang berbeda di rumah ini setelah kami ditinggal pergi. Kami belum terbiasa. Jangan, Tuhan. Jangan kau panggil lagi Papa pergi. Dengan segala kerendahan hati kumohon, Tuhan. Jangan….

Bisa Kau lihat betapa Papa sayang sama Josetta. Betapa Papa sayang luar biasa juga sama aku. Betapa ia juga sayang Mama, Maria, dan banyak orang lainnya. Dia belum rela, Tuhan. Aku bisa lihat itu. Sejak Windo pergi, dia semakin sibuk. Dia merasa ‘tugas’-nya di dunia ini lebih banyak. Aku juga merasa belum tuntas, Tuhan. Aku masih ingin sayangi dia lagi. Aku masih ingin bikin dia senang lagi. Aku ingin dia lebih nikmati masa tuanya lagi, bahkan tanpa kehadiran putra satu2nya yg telah Kau panggil kembali.

Tuhan, apalah lagi yg bisa kuberi demi dikabulkannya permohonanku? Aku ini hanya sorg manusia dari seluruh penghuni bumi. Siapalah aku? Hey, tunggu dulu. Aku ini anak-Mu, kan, ya? Aku tahu, dan aku merasa, bahwa aku begitu berharga di mata-Mu. Jika aku beri persembahan berupa penyerahan diri, bagaimana? Sungguh, Tuhan, aku mau persembahkan diriku sepenuhnya untuk-Mu. Kesalahan terbesarku dlm hidup adlh kesalahan thdp diri sendiri. Berawal dari kesia2an, keras kepala, kemasabodohan, ketidakpedulian. Berawal dari diri sendiri, kemudian terbawa ke luar.

Ntah apa mksd-Mu dgn menghadirkan mimpi tersebut. Tapi yang aku tangkap adlh:
1. Pesan utk-ku kembali pada-Mu. Aku gak peduli apakah berawal dari ‘ada maunya’, krn aku persembahkan diri ini krn ada maunya. Gak peduli. Yg pasti aku berjanji akan lebih sayangi tubuh. Aku akan lebih jaga kesehatan. Aku akan bekerja lebih giat. Aku akan berusaha keras berhenti merusak tubuh.
2. Pesan utk keluarga. Aku menangkap pesan utk kami segera bangkit dr kedukaan. Selama ini, terutama aku pribadi, menganggap bahwa saat2 setelah Windo pergi adlh titik terendah dari kehidupanku. Memang demikian adanya. Tapi kondisi ini membuat aku (ato mungkin kami) jadi tidak ‘siaga’. Kami lupa akan banyak hal. Sibuk mengasihani diri. Sibuk dgn kehilangan. Sibuk dgn rasa sakit. Ya, mimpi Mama subuh td bikin aku tertampar. “Hey, it might be not the WORST! In fact, it could be WORSE!” Damn, it is!

Ntah krn mmg aku denial, tp kedua pesan di atas lah yg semakin keras aku rasakan bisikannya dibanding kehilangan itu sendiri. Aku begitu yakin bahwa Engkau masih rela menerima persembahanku dan menerima permohonanku. Jika bukan itu kehendak-Mu, tak ada yg lain dpt kulakukan selain berserah, Bapa. Berserah. Kami manusia yg lemah. Berusaha melawan hanya bikin kami lelah. Lelah sekali. Hanya dengan berserah aku merasa bisa selamat menjalani hidup ini.

Sekali lagi, aku berharap mimpi hanyalah mimpi. Semoga bukan pertanda ‘kehilangan’ lagi. Semoga keluarga ini semakin ‘waspada’ dan kuat. Ya, semoga.

1 comment:

  1. Indra Taroreh: Bapa di dalam kerajaan sorga..Tuhan yg kami sapa dan sembah didalam Tuhan kami Yesus Kristus
    Indra Taroreh: Kami mengucap syukur atas seluruh berkatMU TUHAN.. Yg selalu kami rasakan di dalam kehidupan kami
    Indra Taroreh: Kami sadar sepenuhnya TUHAN, bahwa Engkau teramat baik dalam kehidupan kami..
    Indra Taroreh: Apa yang kami terima, semuanya baik TUHAN.. Oleh karena itu kami mengucap syukur kepadaMU
    Indra Taroreh: Bapa, ampunkan salah dan dosa kami
    Indra Taroreh: yg kami perbuat melalui bibir mulut perkataan tingkah laku pikiran kami yang melawan kehendakMU
    Indra Taroreh: Sucikan kuduskan kami, sehingga dilayakkan TUHAN untuk menaikkan doa kepadaMU
    Indra Taroreh: Bapa, saat ini hambaMU berdoa untuk kakak hambamu, kak obi
    Indra Taroreh: yang saat ini TUHAN dalam keadaan bimbang dan ragu
    Indra Taroreh: Beberapa waktu yg lalu Engkau telah memanggil pulang abangNYA ke dalam sorgaMU.. Dan luka akan kehilangan saudara terkasih belum juga hilang
    Indra Taroreh: Dan ia skrg dihantui oleh rasa takut kehilangan di dalam keluarga
    Indra Taroreh: Bapa, aku berdoa dengan segala kerendahan hati..
    Indra Taroreh: Kiranya Engkau datang saat ini TUHAN, melawat kak obi dan keluarganya
    Indra Taroreh: memberikan mereka penghiburan dan ketenangan yang sejati yg hanya daripadaMU
    Indra Taroreh: Engkau yg menjanjikan TUHAN, bahwa tdk ada yg mustahil dihadapanMU
    Indra Taroreh: Oleh krn itu TUHAN kami mohon, kiranya TUHAN mau menjaga kak obi dan keluarga, dan segala marabahaya
    Indra Taroreh: dan terutama
    Indra Taroreh: TUHAN memberikan dia roh penghiburan dan ketenangan
    Indra Taroreh: sehingga Ia boleh lepas dari rasa ragu dan takut..
    Indra Taroreh: Kami percaya TUHAN, engkau sudah bangkit mengalahkan maut
    Indra Taroreh: maut tidak lagi menguasai diri kami, karena kami TUHAN kami punya TUHAN YESUS yg sudah menebus kami
    Indra Taroreh: Bapa, hambamu percaya saat ini
    Indra Taroreh: kuasa TUHAN sedang terjadi dan mengalir untuk kak obi dan keluarga, memberikan ketenangan yg sejati, penghiburan yg kekal
    Indra Taroreh: ajarkan mereka selalu yah TUHAN untuk selalu menggangtungkan segala pengharapan dan keinginan sambil memandang salibMU
    Indra Taroreh: jangan biarkan mereka berputus asa yah TUHAN, tapi TUHAN pegang tangan mereka, dan selalu berjalan berserta mereka
    Indra Taroreh: TERIMAKASIH TUHAN
    Indra Taroreh: hambamu percaya
    Indra Taroreh: engkau mau mendengarkan doa yg sederhana
    Indra Taroreh: kami mau pegang janjiMU TUHAN
    Indra Taroreh: mintalah maka engkau akan menerima
    Indra Taroreh: ketuklah maka pintu akan dibukakan untukmu
    Indra Taroreh: Kami pegang janji itu TUHAN
    Indra Taroreh: tapi bukan karena apa yg menjadi kehendak kami
    Indra Taroreh: tapi biarlah kehendakMU yg jadi atas hidup kami
    Indra Taroreh: karena kami percaya akan ALLAH yg sungguh2 mengerti segala kesusahan kami
    Indra Taroreh: TERPUJILAH ENGKAU YAH TUHAN
    Indra Taroreh: ALLAHKU KEKAL SELAMA2NYA
    Indra Taroreh: Dalam pengasihanMU BAPA, kami mohon dengarkan doa kami
    Indra Taroreh: sambut dan terimalah doa kami ini TUHAN
    Indra Taroreh: karena kami bawa hanya di dalam nama YESUS KRISTUS
    Indra Taroreh: TUHAN DAN PENEBUS KAMI YG HIDUP
    Indra Taroreh: yg mengajar kami berdoa
    Indra Taroreh: BAPA KAMI YANG DISORGA
    Indra Taroreh: DIKUDUSKAN LAH NAMAMU
    Indra Taroreh: DATANGLAH KERAJAANMU
    Indra Taroreh: JADILAH KEHENDAKMU DI BUMI SEPERTI DISORGA
    Indra Taroreh: BERIKANLAH KAMI PADA HARI INI
    Indra Taroreh: MAKANAN KAMI YANG SECUKUPNYA
    Indra Taroreh: DAN AMPUNILAH KAMI AKAN KESALAHAN KAMI
    Indra Taroreh: SEPERTI KAMI JUGA MENGAMPUNI ORANG YANG BERSALAH KEPADA KAMI
    Indra Taroreh: DAN JANGANLAH MEMBAWA KAMI KEDALAM PENCOBAAN
    Indra Taroreh: TETAPI LEPASKANLAH KAMI DARIPADA YG JAHAT
    Indra Taroreh: KARNA ENGKAULAH YG EMPUNYA KERAJAAN
    Indra Taroreh: DAN KUASA, DAN KEMULIAAN SAMPAI SELAMA2NYA
    Indra Taroreh: AMIN!

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...