Friday, September 30, 2011

Single vs In a Relationship : Pemenangnya Adalaahh.........

Ntah kenapa, selalu ada semacam ‘persaingan’ dalam hidup bersosialisasi.  Bukan hanya terjadi pada sesame jenis, tapi juga ternyata bahkan terhadap lawan jenis.  Ada semacam kesombongan ketika kita merasa memiliki sesuatu yang orang lain tidak miliki.  Ada semacam kebanggaan ketika kita berhasil memperoleh sesuatu yang orang lain tidak miliki. 

Bodohnya, kadang kita lupa, apakah sesuatu yang kita anggap ‘kelebihan’ itu juga menjadi sebuah tolak ukur keberhasilan oleh ‘lawan’ kita?  Ketika kita merasa sombong memiliki sesuatu, apakah kira-kira sesuatu itu merupakan hal yang dimpi-impikan oleh ‘lawan’ kita?  Ketika jawabannya tidak, maka ‘kesombongan’ tersebut hanyalah menjadi sesuatu kesia-siaan belaka.  

Secara kebetulan (hmm, sebenarnya sih gue gak percaya ada yang namanya kebetulan, tapi ya sudahlah… :p) beberapa hari ini gue bertemu dengan orang-orang yang menganggap diri mereka ‘lebih baik’ karena status in a relationship yang mereka miliki.  Tidak, jangan dikira mereka ini wanita.  Mereka ini pria.  Sebenarnya selama ini tidak menjadi masalah, hingga kemarin pagi menjadi puncaknya. 


Dibuka dengan pembicaraan BBM dengan seseorang yang pernah ‘dekat’ di masa lalu.  Gue tau dia sudah  sedang in a relationship dengan seorang perempuan.  Dialah yang kemudian membuka percakapan ke arah sana dengan bertanya, “Sekarang dengan siapa?”, “Terakhir kapan?”  Ketika gue berkata bahwa belum terpikir untuk hal-hal semacam itu, karena masih berusaha ‘bangkit’ dalam kesedihan, dia malah menertawakan dan menganggap hal itu aneh.  Kira-kira begini percakapannya,
“Kesedihan apa?”
“Hahaa, lupa yaaa.”
“Lupa apa? Abang elo? Sedih karena itu?”
“Iya, lah.”
“Kan itu sudah lama?”
“Hmmm?????”
Respon yang mengejutkan.  Baru saja 3 bulan gue ditinggal mati abang gue satu-satunya.  Gue tidak bilang tidak rela, gue tidak bilang gue belon move on.  Semua orang tau, gue sudah bisa tertawa, bisa bercanda, bisa beraktivitas.  Tapi rasanya SANGAT WAJAR ketika gue sama sekali belum berminat urusan cinta-cintaan.  Gue masih belum sepenuhnya menjadi gue yang seperti dulu.  Perubahan yang terjadi di keseharian, di rumah, masih sangat berat (BERAT BUKAN BERARTI NGGAK DIJALANIN!).  Sangat wajar ketika gue masih focus memperbaiki hati gue dan hati keluarga gue.  It’s been only 3 MONTHS, for God’s sake!!!  It’s not a stranger that died. It’s MY ONE AND ONLY BROTHER I HAD FOR AS LONG AS I LIVE!  Fu*k! 
Belon lagi kekesalan habis, dia keberatan kalo gue bilang lagi bahas ‘cinta’ ato ‘selangkangan’.  Errhh, perasaan dia yang nanya2 di awal yahh.  Bahkan dia yang minta Pin BB gue supaya bisa ngobrol lebih enak.  Lalu  dia menganggap gue ke-GR-an, mengira dia berniat mendekati gue lagi dengan bilang “Gue sudah bilang sama elo….gue sudah punya pacar….”  Taaaiikkk!  “Gue gak peduliiiiiiiiiiii lo udah punya pacar!!!!!!!  Gue gak mikiriiinnnn!!!!!” 
Yep, bener-bener cara membuka hari yang kurang baik.  :’(
Psstt, itu gak pertama lho dia mengungkapkan kalo dia udah punya pacar sekarang.  Menyampaikan bahwa jangan berharap kedekatan seperti dulu lagi.  Prettt ahh! 

Kemudian gue jadi teringat dengan seorang pria lain.  Hmm, kalau kamu baca ini, jangan sakit hati yah.  You’re a good guy.  Seriously.  Selama ini kami cukup sering berkomunikasi, baik secara tertulis maupun telepon.  Karena hal-hal tertentu, bertemu fisik menjadi hal yang cukup sulit dilakukan.  Ada alasan-alasan tertentu kenapa gue masih membatasi diri.  Harus diakui, alasan yang cukup egois.  Gue tidak berharap kedekatan yang ‘hanya’ sedemikian itu menjadi lebih jauh. 
Belakangan, komunikasi menjadi jarang.  Bahkan, dia menjadi lebih susah dihubungi.  Biasa kalau ditelpon tidak terangkat, akan ditelpon balik.  Skrg malah ditelpon gak pernah berhasil, hihi.  Lebih parah lagi, sejak foto BBM-nya berdua, chatting pun jadi sering dicuekin di tengah jalan.  Setiap dipanggil lagi, dengan harapan percakapan menjadi happy ending, tapi ternyata lagi-lagi dicuekin.  SUNGGUH BERBEDA.  Ahh, sedihnya.  Padahal gue sama sekali tidak berharap lebih jauh.  Jika memang gue mau, sudah sedari dulu gue akan lebih membuka diri.  Diperlakukan seperti itu, rasanya seperti ‘mengemis’ perhatian.  Kenapa, kenapa mesti berubah? :(  But that’s okay.  Itu wajar. 

Sepanjang hari kemarin juga di aplikasi WhatsApp dateng terus sapaan-sapaan seorang pria yang bulan November akan melangsungkan pernikahannya.  Sapaan-sapaan yang lebih cocok disampaikan ke pasangan itu rasanya bikin ‘jengah’ karena terlalu sering.  Dicuekin pun teteeeuup aja.  Setiap….hari….. -___-  Kembali teringat betapa bangganya ketika kami terhubung karena WhatsApp dan mengabarkan bahwa dia sudah ‘punya calon’.  Semenjak itu juga selalu menasihati dan bertanya kapan saya bisa seperti dia.  Damn, boy.  If you think you’ve had enough, then why are you still running after me? 

Hasilnya?  Hahaa, Twitter gue (@spidol_ungu) menjadi penuh makian terhadap laki-laki.  Denger ya, orang single itu juga milih-milih, Mas.  Jangan dikira setiap liat laki bawaannya pengen dikejer-kejer.  Stop being ‘ke-GR-an’ seakan-akan elo mau direbut!  Dari dulu waktu masih sama-sama single, kita baik-baik saja. Bahkan kalian yang lebih getol.  Sekarang kenapa jadi kesannya gue yang ngarep-ngarep dan kegatelan ya?  

Menurut gue, gak selayaknya kita iri sama sebuah status.  Mau status in a relationship kek, mau status enganged kek, mau status married kek, itu semua cuma status!  I’ve seen many married people and UNHAPPY.  Why should I envy that?  Why should WE envy that?  When people think (including me) being married is the way-out of our unhappiness, how could we be so sure?  Nobody can guarantee that we're gonna be happier by being married or even in a relationship.  

I’m not saying I wanna stay forever single (oh, please don’t), or even saying that being single IS happier than being married.  (I would call that a denial if so...) No, no…. I’m just saying nobody can pity those single people out there.  It’s not like they’re less-happy than you are.  HELLOOWW?? 

The quality of life is not indicated by ANY status.  
Single, engganged, married, or even divorced.  Rich or poor.  Man or woman.  Single parent or not.  Office worker or a professional.  Full-time worker or freelance worker.  Employer or self-employed.  Beautiful and ugly.  Slim and fat.  Big houses, small houses.  All are just a friggin' status, people!  Nobody can tell you how exactly you live your life, whether you're happy or not.  It's us to decide.  
So, people.  Being in a relationship is not something you could be overly proud at. Stop being so snob about it.  It's your happiness that matters.  For that, let's compete!  

1 comment:

  1. Anonymous5:38 PM

    #Sing : " Dago Inang Sarge, Dago Inang Sarge , dago Inang sarge .. tar songoni do ho hape ... "

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...