Friday, December 23, 2011

My Christmas Gift


Latar belakang pohon natal raksasa itu terlihat indah sekali menghiasi layar kamera digitalku. 
Salah satu mall favorit keluarga kami di waktu Natal, dengan suasana taman outdoor yang begitu sejuk. 
Artinya sudah dua tahun berturut-turut kami pergi ke tempat ini di waktu Natal. 

Aku bidikkan kamera ke arah mereka dengan hati-hati.
Agak sulit mengambil gambar dengan cahaya minim seperti ini. 
Kecuali pohon natal yang penuh lampu di belakang sana, semuanya menjadi lebih gelap. 

Kembali aku mengarahkan posisi mereka, “Mundur, mundur…….yakk, stop!”
Lalu meminta mereka berpose, “Oke, siap ya……”
DEG!!  Sesaat hatiku berdesir. 
Ada sesuatu yang menarik perhatianku. 
Aku hanya tersenyum dan kembali melanjutkan adegan berfoto itu. 
Aku pun mulai menghitung, “Satu…..dua……tiga!”
Bibirku pun tak berhenti tersenyum.  :)

Keindahan pohon natal raksasa di belakang sana seketika pudar,
kalah oleh keindahan objek foto di depannya.  :)
Dua tubuh yang melekat hangat,
dengan sebuah tangan mendekap erat pasangannya. 

Kehangatan yang indah, kehangatan yang sudah lama hilang. 
Bahkan tidak di tempat ini, di dalam kemeriahaan suasana yang persis sama. 
Tak ada benci.  Hanya kebiasaan lama yang mendarah daging. 
Membuat kami lupa bagaimana nikmatnya kehangatan seperti ini. 

Terima kasih, Tuhan…….Kau telah berikan pemandangan itu kepadaku. 
Sedikit menghangatkan hati yang sepi dan kosong  ini. 
Sedikit memberi warna pada hati yang merasa sangat menderita di saat-saat seperti ini.
Hati yang belum terbiasa dengan 6 bulan menjalani hari-hari tanpanya,
setelah 30 tahun tumbuh bersama, berdua………hanya berdua. 

 Kehilangannya sungguh merupakan saat-saat terberat dalam keluarga ini. 
Sesuatu yang tak pernah terduga dan terbayangkan sebelumnya.
Harus kehilangan 1 dari keluarga kecil ini. 

Begitu berat sehingga tanpa sadar membuat kami harus berpegangan erat satu sama lain.
Saling menjaga satu sama lain, melebihi yang pernah ada. 
Saling berbagi cerita, berbagi luka, sekedar mengurangi sesak di dada. 
Hal-hal yang tanpa sadar telah mengikis dinding es di antara kami.

Belum sepenuhnya bisa melihat ‘rencana indah’ seperti yang dikatakan orang-orang. 
Tapi aku akan terus berusaha menggali hal-hal indah di balik kejadian ini. 
Tugas yang tidak mudah, namun harus dilakukan. 
Dengan harapan hati ini akan dapat kembali tersenyum, suatu hari nanti. 

Dear, God.......thank you for the Christmas gift.


No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...