Thursday, January 05, 2012

Arisan! 2 - A Movie for the Heart

Gara-gara Mas Amir (@senirupa) bahas tentang film Arisan! 2 di Twitter sebelum gue tidur, gue jadi keinget lagi sama film itu dan betapa emosi gue diacak-acak ketika menonton, bahkan setelahnya.  Akhirnya gue memutuskan untuk share lagi di Blog tentang film ini, niat yang tadinya sempat muncul beberapa saat setelah menonton film tersebut.  

Seperti biasa, dalam serial Movie Therapy, gue tidak akan fokus untuk mengkritisi sisi teknis filmnya, tapi lebih mengambil pesan moral dan insight-insight dari film itu sendiri dalam kehidupan nyata kita.  

Bagi yang tidak tahu tentang film ini, silahkan mengunungi situs resmi Arisan! 2 atau bahkan di Wikipedia.  Tapi gue agak terhenyak bagaimana film ini menggambarkan kehidupan nyata kita, fakta-fakta yang (sayangnya) tidak mengada-ada dan (mungkin tanpa kita sadari) banyak terjadi di sekitar kita.  

Gue suka dengan gambar poster yang ini....






"Now what are they looking for?"






That's a BIG question.  What are you looking for?  What are you looking for in life?  

Dalam film ini sangat jelas memaparkan kehidupan metropolitan dan segala tuntutannya.  
  1. Kebutuhan akan Harta;  Terlihat jelas digambarkan kenikmatan-kenikmatan dan kemudahan-kemudahan yang diperoleh sebagai seorang manusia dengan kondisi perekonomian yang sangat baik.  Mulai dari kemudahan memperoleh segala benda yang diinginkan, menggapai mimpi, serta dihargai lebih oleh orang-orang di sekitar.  Nikmatnyaaa!  Siapa yang sanggup menolak?  Sungguh candu dunia!  
  2. Kebutuhan akan Status Sosial;  Ntah apa definisi kaum 'socialita', tapi mungkin ini mengacu pada orang-orang yang seringkali berfokus pada bagaimana ia sebagai individu dipandang oleh lingkungan sekitarnya.  Hal-hal dilakukan demi dinilai lebih oleh lingkungannya, bukan berdasarkan kebutuhan.  
  3. Kebutuhan akan yang Citra Sosial positif;  Dalam film ini digambarkan bagaimana orang-orang ini bersedia melakukan apa saja demi mencapai citra positif, bahkan rela berbohong demi tidak dinilai negatif oleh lingkungan sosialnya.  Mulai dari menutupi masalah dalam rumah tangga, masalah personal, hingga masalah orientasi seksual.  Jangan lupa usaha-usaha menutupi proses penuaan alami manusia melalui botox! :)) Lalu, digambarkan juga usaha-usaha mendongkrak citra sosial melalui media sosial di internet.  
  4. Kebutuhan akan Hubungan Sosial;  Hubungan relasi antarmanusia (bisa hubungan persahabatan, bisa percintaan) yang buruk terkadang membawa dampak yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari.  Intrik dengan saingan bisnis, hubungan buruk dengan mantan kekasih, dll.  
Kebutuhan-kebutuhan tersebut di atas memang rasanya sulit untuk kita hindari.  Sebagai mahluk sosial, tanpa kita sadari, hal-hal tersebut seringkali mendominasi keseharian kita, mempengaruhi cara berpikir kita, dan akhirnya mengaburkan tujuan hidup kita.  


Apa yang dialami Meimei (Cut Mini) mengubah hidupnya, bahkan keempat sahabatnya, Sakti (Tora Sudiro), Andien (Aida Nurmala), Lita (Rachel Maryam), dan Nino (Surya Saputra).  Mengetahui dirinya menderita kanker, Meimei memilih untuk tinggal di Gili Twarangan (!!) dan berobat dengan Tom (!!!!!), seorang dokter pengobatan alternatif, tanpa memberitahukan perihal penyakitnya kepada teman-temannya.  Hidup berdekatan dengan alam membuat meimei belajar hal baru dalam hidup.  "Mata"-nya kini lebih terbuka pada hal-hal lain dalam kehidupan, hal-hal yang lebih sulit 'terlihat' dalam tuntutan hdup di kota metropolitan, kehidupan yang seringkali menumpulkan penglihatan kita terhadap esensi kehidupan yang sesungguhnya.  


"Arisan! 2" ini mungkin akan lebih cocok disaksikan oleh masyarakat perkotaan yang lebih memahami polemik-polemik di dalamnya.  Film ini seakan-akan menegur kita untuk sejenak meninggalkan kerumitan 'hidup duniawi' (yang, toh, tidak akan kita bawa ke dalam liang kubur) dan kembali ke hakekat hidup yang sebenarnya.  Belajar mensyukuri hal-hal kecil yang masih bisa kita alami.  Belajar mengikis paku-paku kecil yang mencegah kita untuk menikmati kehidupan dan berbahagia atasnya.  


___________________________________________


Ada beberapa hal yang membuat film ini menjadi sangat emosional buat gue:
  1. Gili Trawangan yang sangat indah itu!  Liat gambarnya aja bikin dada berdesir, apalagi nikmatin langsung! Huhuww.  Sembari nonton film gue sambil SMS-an dengan @cockaigneaddict untuk melampiaskan kekaguman sekaligus merencanakan trip kami berikutnya di 2012. Hehe!  
  2. Pribadi Dr. Tom (bukan Edward Gunawan-nya), sesosok pria berperawakan oriental, berkepribadian tenang, hangat, penuh perhatian, tidak banyak bicara, namun bijaksana.  *brb sembunyi, ada badai ovarium*
  3. Adegan Waisak di Borobudur  sangat mengingatkan gue atas perjalanan gue, @cockaigneaddict, @yoppianist, dan @cameliasmanu ke Chiang Mai dalam event Loy Krathong bulan November lalu.  Sangat terbuai melihat ribuan lentera diterbangkan ke atas langit.  Lentera yang berisi doa dan permohonan serta ceritanya masing-masing.  Kalau mau lihat secara jelas bagaimana ribuan lentera terbang dan memenuhi langit sambil diiringi chant (doa)?  Silahkan lihat video ini.  
  4. Sebagaimanapun tegarnya manusia, pasti ada saat di mana kita lemah, terutama ketika berada bersama teman-teman kita.  Adegan ketika akhirnya Meimei menangis di pelukan teman-teman yang mendatanginya ke Gili adalah adegan yang membuat gue menitikkan air mata.  Sungguh jujur.  Sungguh manusiawi.  Sebagai manusia, tepat ketika menyaksikan film itu, gue sedang merasa SANGAT LELAH melawan kesedihan.  Apalagi kalau bukan kesedihan karena kehilangan Windo, abang gue satu-satunya, secara mendadak.  Ada kalanya kita berhenti melawan perasaan kita dan sejenak mengungkapkan kesedihan secara jujur, seperti yang gue ungkapkan dalam Take a Step Closer (to Sadness).  
  5. Meimei 'dipaksa' melihat esensi kehidupan karena penyakit fisik yang dialaminya, sementara gue karena sakit 'hati' akibat kedukaan.  Sejak saat itu gue benar-benar belajar untuk Meraih Kebahagiaan.  Bagaimana merubah hal yang negatif menjadi hal yang positif, bukanlah hal yang mudah.  Butuh usaha.  Butuh konsentrasi untuk lebih berfokus pada berkat.  Butuh keikhlasan untuk mau berfokus pada 'saat ini' daripada 'masa lalu'.  Butuh kepasrahan untuk lebih berpikir 'masa sekarang' daripada 'masa yang akan datang'.  Tanpa semua itu, sulit untuk menghadapi kehidupan dengan segala permasalahannya.  
  6. Di credit title film "Arisan! 2" terdapat pesan "Dedicated to my Mom who's been teaching me what compassion is."  It's My Brother who did that to me.  He's truly an angel.  He's been living an altruistic life.  Hal yang terkadang membuat gue kesal karena tidak pernah mengutamakan kepentingannya.  Setelah ia meninggal barulah gue melihat bagaimana ia dicintai oleh banyak orang karena hal tersebut, dan bagaimana ia membawa pesan bagi masing-masing individu.  ......including me.  

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...