Friday, February 24, 2012

Selfless vs Selfish

Kebanyakan kata Altruisme kemudian akan dikaitkan dengan lawannya, yaitu Agresi.  Namun ketika membahas dalam Bahasa Indonesia, saya lebih senang memadankannya dengan kata Egois.  Egois di sini bukanlah Ego-ist dalam konsep Id-Ego-Superego dari Sigmund Freud, namun lebih kepada manusia yang lebih mengutamakan dirinya (self).  



Mungkin kita bertanya-tanya, manakah dari kedua jenis sifat tersebut yang lebih baik.  Mungkin sebagian dari kita bahkan telah menemukan jawabannya.  Berikut adalah beberapa perbandingan dari kedua sifat tersebut yang kira-kira akan mudah dideteksi tanpa harus menjadi seorang Psikolog.  Kemudian cobalah menilai diri kita masing-masing, sudah tepatkah 'pilihan' kita, atau bahkan kita mulai dapat belajar mengerti orang lain yang mungkin memiliki sifat yang berbeda dengan kita.  




ALTRUIS   ------------------------------   |   ----------------------------   EGOIS
Selfless   --------------------------------   |   ----------------------------   Selfish


Selalu merasa kekurangan waktu untuk kewajibannya terhadap diri sendiri.
Selalu merasa kekurangan waktu untuk kewajibannya terhadap orang lain.  
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Selalu berkorban bagi kepentingan orang lain.  
Biasanya selalu mendapatkan apa yang diinginkannya.  
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Selalu peka terhadap orang yang membutuhkan pertolongan.  
Selalu merasa kesusahan dan membutuhkan pertolongan.  
----------------------------------------------------------------------------------------------------
"The hero".
"The enemy".
---------------------------------------------------------------------------------------------------
Tidak berjuang demi penilaian yang baik terhadap dirinya.  
Sangat mempedulikan citranya di mata orang lain.  
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Selalu mengerti.  
Selalu menuntut.  
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Terlalu menimbang-nimbang sebelum melakukan sesuatu, merasa khawatir apa yang dilakukannya dapat berdampak negatif bagi orang lain.  
Melakukan sesuatu terutama berdasarkan pertimbangan pribadi, dan akan selalu memiliki pembenaran untuk semua perilakunya.  
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Merasa kesulitan mengatakan 'tidak'.  
Merasa kesulitan mengatakan 'tolong'.  
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Tunduk pada nilai-nilai moral.  
Berani mendobrak nilai-nilai moral (terutama berhubungan dengan ambisinya).  
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Kompromis terhadap mimpi-mimpinya.
Berjuang demi mimpi-mimpinya.  
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Merasa berharga ketika memberi kepada orang lain.
Merasa berharga ketika menerima dari orang lain.  
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Berkeinginan untuk membahagiakan orang lain.  
Berkeinginan untuk bahagia.  
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Selalu merasa ikut bertanggung jawab atas fenomena yang terjadi dalam lingkungan sosialnya.
Selalu menuntut lingkungan sosialnya bertanggung jawab atas yang terjadi dalam hidupnya.  
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Peka terhadap lingkungan sekitar.  
Sibuk dengan diri sendiri.  
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Sering mengeluh mengenai ketidaksanggupannya melakukan banyak hal.  
Sering mengeluh mengenai perlakuan orang lain terhadap dirinya.  
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Merasa diterima oleh lingkungan sosialnya.  
Merasa ditolak oleh lingkungan sosialnya.  
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Biasanya memiliki persepsi positif terhadap orang lain.  
Biasanya memiliki persepsi negatif terhadap orang lain.  
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Lebih berfokus untuk melakukan kewajibannya.  
Lebih berfokus untuk mendapatkan haknya.  
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Sering mengabaikan dan memendam perasaannya.  
Selalu mengekspresikan perasaannya.  
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Disenangi banyak orang.  
Sering berkonflik dengan banyak orang.  
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Kemungkinan berakhir dengan hidup 'biasa-biasa saja' berdasarkan kacamata awam.
.Kemungkinan berakhir dengan hidup 'sukses' berdasarkan kacamata awam.  
----------------------------------------------------------------------------------------------------


Bagaimana, sudah puas dengan keberadaan diri Anda?  Ingatlah bahwa selalu ada pilihan untuk menjadi keduanya (ataupun tidak menjadi keduanya secara sepenuhnya).  

2 comments:

  1. Terimakasih informasinya bermanfaat sekali, saya menemukan kalau diri saya termasuk golongan slefless bu... dan kadang saya tidak pernah merasa cukup puas atas apa yg saya berikan untuk orang lain dan mengabaikan diri saya sendiri. saya ingin menulis tentang hal ini juga di blog sya.
    sekali lagi terimakasih infonya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, Early Morning...

      Thank you untuk komennya.

      Saya paham sekali, kamu pasti ngerasa bahagia ketika kamu bisa berbuat sesuatu untuk orang lain. Orang2 yang seperti kamu yang bikin hidup lebih indah. :)

      Jaga diri baik2 yah. Ada kalanya kita perlu utamakan diri sendiri. Kita perlu sehat dan fit untuk bisa terus berbuat utk orang lain. Jangan mengabaikan kebutuhan hati dan fisik kamu sendiri.

      Love!

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...