Tuesday, March 06, 2012

Melangkah Maju

Kaki-kaki mungil itu pun kembali melangkah dengan riangnya.  Masih dalam posisi berjongkok aku melihatnya menjauh, hingga menghilang ke balik pintu.  Sejenak masih terdengar suara tertawa lepas, sambil sesekali berteriak riang.  


Pemilik kaki itu sangat menyukai sepasang sepatu hitam bermotif kotak-kotak tersebut.  Awalnya mereka terlalu besar untuknya, sehingga untuk beberapa saat harus menunggu di dalam kotak, menunggu saat di mana sang kaki sudah cukup siap untuk menggunakannya.  Masa penantiannya telah usai, bahkan tanpa terasa, sudah hampir tiba saatnya ia untuk kembali ke dalam kotak untuk beristirahat.  Kaki-kaki itu sudah terlalu besar untuknya.  Sudah selesai tugasnya menemani mereka bermain-main, pergi ke mall, pergi shooting, ataupun untuk sekedar bergaya di depan cermin.  


Kaki-kaki itu, perjalanan hidupnya masih panjang.  Jumlah hari yang dijalaninya bersama mereka mungkin menjadi tak seberapa, sungguh tak seberapa.  Hanya berharap, jasa-jasanya masih akan teringat dalam ingatan.  


Josetta Angel Lakeisha Tobing, mungkin sepasang sepatu itu akan menjadi peninggalan terakhir dari ayahmu yang dapat kau gunakan.  Hari-harimu masih panjang, hidupmu masih jauh terpampang di hadapanmu.  Sepatu itu tak dapat mengiringimu terus dalam setiap langkahmu.  Begitu pun ayahmu.  Begitu banyak rencana yang telah ia buat demi masa depanmu, namun Tuhan berkehendak lain.  Hanya 1 tahun 6 bulan kalian berkesempatan menghabiskan waktu bersama sebelum Tuhan memanggilnya.  


Sungguh waktu yang sangat singkat bagi kita manusia.  Namun waktu yang singkat itu cukup menggambarkan betapa besar cintanya kepadamu.  Perjuangan untuk mendapatkan seorang anak, setelah melewati 2x kegagalan, berusaha keras menjaga kesehatannya, bekerja membanting tulang sambil kembali menginjak bangku kuliah demi masa depan kalian sekeluarga yang lebih cerah, mengambil pekerjaan sampingan di akhir minggu, sambil setiap malam menyiapkan makanan bayi untukmu, dan setiap jam 4 pagi masih harus bangun untuk memberi susu, serta banyak hal lainnya, yang tak dapat dituliskan di sini.  Semua dilakukannya demi cinta.  Cinta pada boru panggoaran-nya.  Cinta yang teramat besar yang sanggup meluluhkan segala kepentingan pribadinya.  Semua dilakukannya tanpa sekalipun mengeluh.  Sungguh tulus cintanya padamu, Sayang.  


Berharap suatu saat nanti kau mungkin membaca tulisan namboru-mu ini, Bou ingin kau tidak melupakan apa yang telah diperbuat Papa, terutama betapa ia mencintaimu.  Jangan nakal.  Jangan jadikan "bertumbuh tanpa seorang ayah" menjadi kelemahanmu.  Mungkin itu akan membawa beberapa kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan atau bahkan pergaulanmu.  Selama 1,5 tahun kau telah merasakan cinta yang luar biasa darinya, jadikan itu bekalmu untuk juga mencintai dirimu sendiri.  Tidak ada rasa simpati dibutuhkan untuk kau melangkah maju.  


Langkahkan kakimu terus.  Langkahkan dengan yakin dan percaya diri.  Ingatlah bahwa kau mendapatkan banyak dukungan bagi kehidupanmu dari orang-orang yang mencintaimu, bahkan dari mereka yang mungkin sudah tidak berada bersamamu saat itu.  


Stay strong, Girl....
He loves you.
I love you.  
We all love you.
Keep your head up high
.....and fly.

4 comments:

  1. Anonymous2:21 PM

    love it :')

    ReplyDelete
  2. Anonymous11:24 PM

    Terharu.tulisan sederhana, tapi begitu dibaca, langsung mengena di hati saya :'(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih banyak... :') Doakan semoga saya cepet move on. :p

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...